NAVIGATION

Technoplast Edukasi Penggunaan Wadah Plastik

Technoplast Edukasi Penggunaan Wadah Plastik

Your Lead Paragrpah goes here

Markeptlus.co.id –  Sebagai perusahaan manufaktur asli dalam negeri yang memproduksi peralatan rumah tangga berbasis plasticware, Technoplast punya cara khusus dalam mengedukasi pasar terkait penggunaan wadah plastik secara tepat.

Dengan menggelar seminar bertajuk “Bijak Menggunakan Wadah Plastik Untuk Kehidupan yang Hebat”, Technoplast menghadirkan 3 (tiga) pemateri, yakni DR. Emil Budianto, Direktur Sekolah Ilmu Lingkungan UI, dr. Lula Kamal, dan  Hartadi Alamsyah, Vice Chief Production Officer.

Menurut Emil Budianto, data dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terdapat 6 (enam) jenis plastik untuk wadah makan, yaitu Polietilen Tereftalat (PET) , High Density Polyethylene (HDPE) , Polivinil Klorida (PVC) , Low Density Polyethylene (LDPE) , Polipropilen (PP) , dan Polycarbonate (PC) .

”Ke-enam jenis plastik tersebut memiliki fungsinya masing-masing. Masyarakat Indonesia kini harusnya mulai tahu bahwa setiap jenis plastik memiliki treatment yang berbeda. Ada yang tidak boleh kena panas secara langsung dan ada yang tidak boleh kena suhu dingin. Bijak menggunakan wadah plastik bisa dilakukan dengan tiga cara, yaitu memilih material plastik yang tidak berbahaya bagi kesehatan dan ramah lingkungan, design kemasan plastik yang limbahnya paling sedikit, dan menjadi konsumen yang cerdas,” papar Emil.

Sementara itu, Vice Chief Production Officer Technoplast, Hartadi Alamsyah, juga menuturkan, “Kami menganut beragam standarisasi baik nasional maupun internasional. Dalam pemilihan produk pun, kami menganut 3 (tiga) kategori, end user profile, formula dan compliance. End user profile ialah upaya kami memahami keinginan publik melalui jenis umur, fungsional, nilai estetika, dan perilaku konsumen itu sendiri. Formula ialah prosedur yang kami terapkan dalam memproduksi sebuah produk, berdasarkan chemical quality, performance dan processability. Terakhir, kami memproduksi sebuah produk berdasarkan sifat compliance, yaitu product safety, food contact, environment, dan specific requirement”.

Top