NAVIGATION

Program BBM Satu Harga Ditargetkan di 73 Titik di Wilayah 3T dan Papua

Program BBM Satu Harga Ditargetkan di 73 Titik di Wilayah 3T dan Papua

Ilustrasi SPBU terapkan BBM Satu Harga | Foto: Antara

Your Lead Paragrpah goes here

Marketplus.co.id – Pemerintah kembali melanjutkan program Bahan Bakar Minyak (BBM) Satu Harga. Tahun ini, sebanyak 73 titik ditargetkan dalam program BBM Satu Harga dengan prioritas wilayah 3T(terdepan, terluar, dan tertinggal) dan Indonesia timur di Papua dan Papua Barat.

Kepala BPH Migas Fansurullah Asa mengatakan dari 73 titik yang ditargetkan, 67 lokasi akan dibangun oleh PT Pertamina (Persero) dan enam titik lainnya oleh PT AKR Corporindo. Salah satu lokasi penyalur BBM Satu Harga yang sudah selesai pembangunannya dan siap diresmikan sekitar dua pekan mendatang, yaitu berada di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.

Untuk tahun 2017 lalu, BPH Migas mencatat pembangunan SPBU penyalur BBM Satu Harga mencapai 57 titik yang terdiri dari 54 titik oleh Pertamina dan tiga titik oleh AKR Corporindo.

Dalam audiensi dengan Ketua MPR, BPH Migas juga mengusulkan adanya subpenyalur BBM Satu Harga untuk menjamin ketersediaan dan kelancaran distribusi serta memastikan harga BBM yang dijual sesuai dengan yang ditetapkan pemerintah.

Ifan menjelaskan rasio jumlah penduduk Indonesia dengan SPBU yang tersedia tidak sebanding, padahal idealnya satu SPBU melayani 35 ribu orang dengan rata-rata radius 300 kilometer. Sedangkan, saat ini Indonesia baru mempunyai sekitar 7.000 SPBU.

Menurut dia, pembangunan subpenyalur BBM lebih efisien karena hanya membutuhkan biaya investasi sekitar Rp 50 juta sampai dengan Rp 100 juta yang dikelola melalui sistem koperasi atau badan usaha milik desa (Bumdes).

“Kalau dipaksakan bangun SPBU tidak ada yang mau karena tidak masuk keekonomiannya. Balik modal bisa 20 tahun misalnya, belum lagi biaya angkut Pertamina. Maka itu, muncul subpenyalur,” ujarnya.

Top