NAVIGATION

Nilai Investasi Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Naik US$ 83 Juta

Nilai Investasi Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Naik US$ 83 Juta

foto: www.muhammadfadli.com

Your Lead Paragrpah goes here

Marketplus.co.id – Nilai investasi proyek kereta cepat Jakarta-Bandung membengkak dari US$ 5,988 miliar (sekitar Rp80,87 triliun dengan kurs Rp13.500 per dolar AS) menjadi US$ 6,07 miliar (sekitar Rp81,95 triliun). Kenaikannya sekitar US$ 83 juta.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Dwi Windarto mengatakan, kenaikan terjadi karena tambahan biaya asuransi proyek dan biaya pelindung pinjaman terhadap volatilitas yang tak terduga atau Debt Service Reserve Account (DSRA).

Dwi mengklaim penambahan invetasi kereta cepat Jakarta-Bandung sudah disepakati sejak lama. “itu sudah lama kok,” kata Dwi usai rapat koordinasi di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Jakarta, Selasa (20/2).

‎Ia mengungkapkan, kenaikan nilai investasi itu disebabkan beberapa hal, yaitu biaya asuransi proyek pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung dan DSRA. Biaya tersebut harus ditanggung KCIC selaku peminjam uang.

Menurut Dwi, porsi pendanaan‎ proyek kereta cepat Jakarta-Bandung terdiri 75 persen berasal dari China Bank Development (CBD), sedangkan sisanya 25 persen berasal dari pemegang saham KCIC. Porsi pemegang saham KCIC 25 persen, terdiri dari lima badan usaha China dengan nama Beijing Yawan 40 persen dan empat perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang tergabung dalam PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) sebesar 60 persen.

Empat BUMN yang tergabung dalam PSBI, yakni PT Kereta Api Indonesia (KAI), PT Wijaya Karya (Persero), PT Jasa Marga (Persero), dan PT Perkebunan Nusantara VIII (Persero).

Hingga saat ini pembebasan lahan mencapai 54 persen. Artinya, sudah memenuhi persyaratan pencairan pinjaman yang mengharuskan pembebasan lahan.

Top