NAVIGATION

Kemenperin Dukung 9 Komoditas Unggulan Masuk Pasar Online

Kemenperin Dukung 9 Komoditas Unggulan Masuk Pasar Online

Ilustrasi Kerajinan Industri Tenun | Foto: Istimewa

“Kami akan mengembangkan industri yang memiliki bahan baku lokal,”

Marketplus.co.id – Kementerian Perindustrian mendorong sembilan komoditas unggulan Industri Kecil Menengah (IKM) untuk masuk ke pasar jaring. Komoditas ini akan masuk Program e-Smart IKM yang telah dimulai tahun lalu.

“Kami akan mengembangkan industri yang memiliki bahan baku lokal,” ungkap Dirjen IKM Kemenperin Gati Wibawaningish melalui keterangan resmi di Jakarta, Rabu (7/2).

Sembilan komoditas tersebut adalah IKM makanan dan minuman, logam, kosmetik, perhiasan, kerajinan, herbal, suku cadang kendaraan, furnitur, dan fesyen.

Menurut Gati, untuk implementasi program e-Smart IKM, Kemenperin sudah menjalin kerja sama dengan beberapa marketplace lokal, antara lain BliBli, Bukalapak, Tokopedia, Shopee, dan Blanja. Sepanjang tahun 2017, sebanyak 1736 IKM telah mengikuti workshop e-Smart IKM.

Kemenperin menargetkan program e-Smart ini bisa menjangkau 4000 IKM tahun ini dan bertambah hingga 5000 IKM di 2019. Gati mengatakan, e-Smart IKM memberikan jaminan produk, jaminan keamanan dan jaminan standard.

Program e-Smart IKM ini diyakini akan meningkatkan daya saing IKM nasional agar semakin kompetitif di kancah internasional. Untuk itu, adanya serbuan produk impor yang beredar melalui pasar online saat ini, Gati berharap kepada IKM lokal bisa ikut meramaikan produk-produknya.

“Semoga IKM dalam negeri dapat memperluas pasar produknya serta lebih dikenal oleh masyarakat nasional hingga internasional,” imbuhnya.

Gati menjelaskan, melalui workshop e-Smart IKM, peserta dibekali pelatihan selama dua hari meliputi pengetahuan untuk peningkatan daya saing dan produktivitas usahanya serta sosialisasi fasilitas yang bisa diakses dari Kemenperin.

Materi workshop berupa informasi mengenai kredit usaha rakyat (KUR) yang bekerjasama dengan BNI dan memperkenalkan teknis akunting sederhana dari Bank Indonesia bagi IKM agar mereka bisa memperoleh KUR. Selain itu, diberikan informasi mengenai restrukturisasi mesin dan peralatan, standarisasi produk, Hak Kekayaan Intelektual (HKI), SNI wajib, sertifikasi untuk pangan, kemasan produk, pengenalan produk, serta pengetahuan-pengetahuan mengenai pengembangan produk dan strategi penetapan harga. Pada hari kedua, peserta workshop e-Smart IKM juga diberikan pengetahuan tentang cara foto produk, mengunggah foto dan cara berjualan di marketplace.

Top