NAVIGATION

Kemenkeu Berharap Investasi dan Ekspor Impor Terus Tumbuh Tahun Ini

Kemenkeu Berharap Investasi dan Ekspor Impor Terus Tumbuh Tahun Ini

Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Suahasil Nazara | Foto: Antara

Your Lead Paragrpah goes here

JAKARTA – Kementerian Keuangan berharap sektor investasi maupun ekspor dan impor melanjutkan pencapaian positif di tahun ini. Pada 2017, kinerja investasi tumbuh sebesar 6,15 persen dan ekspor tumbuh sebesar 9,09 persen.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Suahasil Nazara mengatakan, kinerja investasi dan ekspor yang tumbuh di 2017 menjadi pondasi untuk memicu pertumbuhan ekonomi di 2018.

“Kalau investasi tumbuh pesat, ekspor dan impor juga tumbuh pesat, artinya kegiatan ekonomi mulai bergulir,” kata Suahasil saat ditemui seusai mengikuti rapat kerja dengan Komisi XI DPR di Jakarta, Selasa (6/2) .

Ia menambahkan sektor investasi dan ekspor yang tumbuh positif itu bisa memberikan dampak kepada peningkatan kinerja konsumsi rumah tangga yang sepanjang 2017 hanya tumbuh pada kisaran 4,95 persen.

“Kalau kegiatan ekonomi mulai berjalan, pasti ada sebagian dari proses investasi maupun ekspor impor menjadi pendapatan pekerja, yang berimbas kepada naiknya konsumsi rumah tangga,” kata Suahasil.

Untuk itu, ia optimistis konsumsi rumah tangga di 2018 bisa meningkat diatas lima persen, seiring dengan potensi meningkatnya kegiatan ekonomi karena membaiknya daya beli masyarakat. Terkait pencapaian pertumbuhan ekonomi 2017 sebesar 5,07 persen, Suahasil mengatakan angka tersebut tidak terlalu meleset dari proyeksi 5,2 persen dan merupakan terbaik ketiga diantara negara G20.

“5,1 ini cukup membahagiakan dan kita cukup comfortable, kalau dibandingkan secara internasional sudah cukup tinggi. Kita nomor tiga sesudah China dan India,” ujarnya.

Untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi ini, tambah dia, pemerintah bersama dengan otoritas moneter akan terus bersinergi dalam menjaga fundamental ekonomi makro. Pemerintah juga terus mendorong pertumbuhan sektor riil dan industri manufaktur, melalui deregulasi perizinan dan berbagai kemudahan lainnya, agar hambatan dalam berusaha mulai berkurang.

“Kita harapkan ini dilihat terus oleh dunia internasional baik oleh lembaga pemeringkat, investor atau lembaga multilateral yang lain, yang secara berkelanjutan terus memperhatikan Indonesia,” tutur dia.

Top