NAVIGATION

Indonesia Mampu jadi Basis Produksi Pengembangan Industri Perangkat Telekomunikasi

Indonesia Mampu jadi Basis Produksi Pengembangan Industri Perangkat Telekomunikasi

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto | Foto: Antara

Your Lead Paragrpah goes here

Marketplus.co.id – Indonesia diyakini mampu menjadi basis produksi pengembangan industri perangkat telekomunikasi kelas dunia. Menurut Menteri perindustrian Airlangga Hartarto, saat ini industri perakit dan pembuat komponen perangkat telekomunikasi telah tumbuh.

“Sekitar 30 perusahaan ponsel dan tablet telah memenuhi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) 30 persen,” kata Airlangga melalui keterangan resmi di Jakarta, Sabtu (17/2).

Airlangga melanjutkan, berdasarkan data Kemenperin, saat ini terdapat 24 perusahaan manufaktur komponen produk ponsel dan tablet ada di dalam negeri. Sedangkan, berdasarkan laporan e-Marketer, pengguna aktif smartphone di Indonesia akan tumbuh dari 55 juta orang pada tahun 2015 menjadi 100 juta orang tahun 2018. Dengan demikian, Indonesia akan menjadi negara dengan pengguna aktif smartphone terbesar keempat di dunia setelah China, India, dan Amerika.

Airlangga mengatakan, pemerintah bertekad menggenjot keberlangsungan industri telematika di dalam negeri, salah satunya melalui penerbitan Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 29 Tahun 2017 tentang Ketentuan dan Tata Cara Penghitungan Nilai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) Produk Telepon Seluler, Komputer Genggam, dan Komputer Tablet.

Kemenperin saat ini mengembangkan Device Identification, Registration, and Blocking System (DIRBS) untuk mendeteksi produk ponsel melalui verifikasi International Mobile Equipment Identity (IMEI).

“Pada bulan April nanti, data IMEI ini sudah terkonsolidasi. Kami telah bekerja sama dengan Qualcomm dan Global System for Mobile Communications Association (GSMA),” kata Airlangga.

Menurutnya, setelah DIRBS terpasang, Kemenperin akan bersinergi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika serta Kementerian Perdagangan untuk menyiapkan peraturan-peraturan yang dibutuhkan dalam rangka mengontrol peredaran ponsel ilegal tersebut. Selanjutnya, guna lebih mendongkrak kinerja sektor ini, faktor terpenting lainnya adalah pengembangan kompetensi sumber daya manusia (SDM).

Top