NAVIGATION

Beras Impor Asal Vietnam Dibongkar Setelah Tertahan Tiga Hari

Beras Impor Asal Vietnam Dibongkar Setelah Tertahan Tiga Hari

Ilustrasi beras impor | Foto: Istimewa

Your Lead Paragrpah goes here

Kapal Vinh Hung asal Vietnam yang membawa beras impor sempat tertahan tiga hari di perairan Merak. Kapal yang membawa muatan 6.000 ton beras impor ini baru diizinkan membongkar setelah pihak Bulog Subdivre Tangerang melengkapi kekurangan dokumen yang diminta Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean Merak.

Pembongkaran dilakukan setelah pengecekan fisik oleh petugas BKP Kelas II Cilegon untuk mewaspadai masuknya hama yang terbawa dari negara asal. Bongkar muat diawasi langsung oleh Bulog Subdivre Tangerang, pihak Kantor pengawasan dan pelayanan Bea dan Cukai tipe madya Pabean Merak, Balai Karantina Pertanian Kelas II Cilegon, dan kepolisian di Pelabuhan Indah Kiat, Kota Cilegon, Rabu (14/2).

Koordinator fungsional karantina tumbuhan pada Balai Karantina Pertanian Kelas II Cilegon, Rahmat Kurnia mengatakan pengecekan dilakukan untuk mengantisipasi masih adanya hama yang terbawa dari negara asal.

“Yang sudah kelihatan secara fisik bagus diizinkan dibongkar. Akan tetapi, ini ‘kan belum semua, nanti kalau ada, akan kami setop kapal dan muatan kami bawa ke tengah untuk di fumigasi ulang,” katanya.

Sementara itu, Kasi Operasional Pelayanan Publik Subdrive Tangerang Heru Stadyanto mengatakan, ribuan ton beras tersebut rencananya dibawa untuk disimpan sementara di pergudangan yang berada di Cikande, Banten. “Pengirimannya ke gudang Bulog DBM Cikande. Telah kami siapkan tiga unit gudang untuk menampung beras ini,” jelasnya.

Proses bongkar muat ribuan ton beras pun ditarget akan rampung sebelum 1 pekan, sejak Rabu (14/2). Setidaknya ada 50 truk berukuran besar untuk mengangkut beras impor ini yang rencananya disimpan di area kompleks pergudangan Bulog di Cikande, Kabupaten Serang.

Sebelumnya sempat diberitakan, kapal yang bertolak dari pelabuhan Ho Chi Minh City ini telah tiba di perairan Merak sejak Minggu (11-2-2018). Namun, belum dapat dilakukan pembongkaran karena terganjal dokumen yang belum lengkap.

Top