NAVIGATION

Airbus Siap Pasarkan 367 Pesawat Baru ke Kawasan Asia Pasifik

Airbus Siap Pasarkan 367 Pesawat Baru ke Kawasan Asia Pasifik

Ilustrasi Pesawat Airbus | Foto: Istimewa

Airbus memprediksi, Asia Pasifik akan menyumbang hingga 46 persen permintaan global atas pesawat lorong ganda.

Marketplus.co.id – Perusahaan manufaktur pesawat terbesar di Eropa, Airbus siap memasarkan 367 pesawat baru ke kawasan Asia Pasifik. Kawasan ini dinilai sebagai pasar utama Airbus dengan 50 operator penerbangan selama 2017.

Airbus Executice Vice President Eric Schulz mengatakan, Asia Pasifik telah berkontribusi besar untuk Airbus hingga sepertiga total backlog, sepertiga total pemesanan, dan sepertiga total armada produk Airbus yang beroperasi saat ini.

Data Airbus, penyerahan 367 pesawat kepada operator di kawasan Asia Pasifik mencakup lebih dari setengah total penyerahan pesawat Airbus di seluruh dunia (718 unit) selama tahun 2017.

“Jumlah tersebut termasuk penyerahan hampir 100 pesawat lorong ganda serta bergabungnya A350 XWB ke tiga operator berbeda, dan penyerahan ini dilakukan langsung kepada maskapai atau melalui perusahaan penyedia jasa sewa pesawat,” kata Schulz dalam siaran pers,

Schulz menambahkan, Airbus memenangi bisnis baru paling banyak di kawasan Asia Pasifik. Perusahaan memperoleh 65 persen pangsa pasar dengan total 100 pesanan baru dari tujuh pelanggan. Pencapaian ini menambah “backlog” perusahaan hingga 2.000 pesawat mencakup sepertiga dari keseluruhan “backlog” global.

Airbus memprediksi, Asia Pasifik akan menyumbang hingga 46 persen permintaan global atas pesawat lorong ganda. Airbus berada di posisi yang tepat untuk memanfaatkan potensi ini karena perusahaan telah meraup 60 persen “backlog” pesawat lorong ganda di Asia Pasifik, kata Eric Schulz.

Perusahaan finansial Moody`s Investor Service dalam kajiannya sebelumnya mengatakan lingkungan pertumbuhan menguntungkan yang menopang prospek stabil “sovereign creditworthiness” di Asia Pasifik selama 12 bulan sampai 18 bulan kedepan meskipun leverage tinggi tetap menjadi kendala kredit utama.

Peningkatan kekuatan ekonomi di kawasan ini dan tingkat keterbukaan perdagangan yang tinggi membuat kawasan ini di posisi yang baik untuk mendapatkan keuntungan dari pertumbuhan PDB global yang lebih kuat, kata analis Moody`s Anushka Shah.

Moody`s memperkirakan negara-negara “emerging markets” di Asia Pasifik tumbuh sebesar 6,5 persen pada tahun 2018, sedangkan negara-negara kurang maju (frontier economies) sebesar 5,9 persen dan negara-negara maju sebesar 1,8 persen.

Top