NAVIGATION

TRENDING POSTS

1 Hotel | Hotel

Ekspansi Parkside Hotels & Resorts di Tanah Air

2 Highlight | Hotel | Millenium Hotel Sirih Jakarta

Sambut Tahun Baru 2017 Bersama Millennium Hotel Sirih Jakarta

3 Gaya Hidup | Tekno

Parenting di Era Digital

Tingkatkan Skala Bisnis UMKM Kuliner di GO-FOOD Festival

Tingkatkan Skala Bisnis UMKM Kuliner di GO-FOOD Festival

Tiap merchant melakukan penjualan offline dan online 50 – 100 order per hari, dengan jumlah pengunjung mencapai 4,000 orang tiap harinya.

Marketplus.co.id – Layanan pesan-antar makanan dalam aplikasi GO-JEK, GO-FOOD mendukung usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) kuliner untuk meningkatkan skala bisnisnya melalui GO-FOOD Festival. Layanan yang hadir mulai April 2015 ini telah bekerja sama dengan 125 ribu merchant di berbagai kota di Indonesia.

Menurut Nadiem Makarim, Founder dan CEO GO-JEK, perkembangan GO-FOOD menjadi salah satu layanan antar makanan terbesar di dunia berkat pengusaha UMKM kuliner yang bermitra dengan GO-JEK.

“Kini saatnya GO-FOOD membantu UMKM kuliner untuk bisa meningkatkan skala bisnis dan mendapatkan dampak ekonomi yang lebih baik lagi. Karena itu, kami menghadirkan GO-FOOD Festival,” ujar Nadiem dalam keterangan persnya di Jakarta (10/1).

Nadiem juga menambahkan, saat ini lebih dari 80 persen merchant partner GO-FOOD merupakan pengusaha kuliner yang masuk kategori pengusaha kecil dan menengah. Dengan bergabung di GO-FOOD Festival para pengusaha kuliner UMKM tidak perlu menyiapkan dana besar dan mencari pegawai di awal, sehingga mereka dapat terus belajar untuk kembangkan dan ekspansi usahanya lebih baik lagi.

GO-FOOD Festival akan berlangsung hingga 19 Januari 2018 mendatang di area pelataran Mal Pasaraya, Jakarta Selatan. Ajang ini melibatkan 30 top merchant GO-FOOD yang ada di kawasan Jabodetabek.

Chief Commercial Expansion GO-JEK, Catherine Hindra Sutjahyo juga menuturkan, GO-FOOD Festival menggunakan konsep food court atau pujsera (pusat jajanan seba ada) di mana para pengusaha UMKM dapat menawarkan produk kulinernya. “Yang berbeda dengan konsep food court pada umumnya, para pengusaha tidak perlu menyiapkan dana besar di muka untuk biaya sewa booth dan jasa pelayan. Kami juga akan menyiapkan seluruh kebutuhan peralatan masak yang biasanya juga cukup mahal bagi para pebisnis mikro,” ujar Catherine.

Dalam dua minggu pelaksanaan, setiap merchant di GO-FOOD Festival bisa mencatatkan penjualan baik offline dan online sebesar 50 – 100 order per hari, dengan jumlah pengunjung bisa mencapai 4,000 orang tiap harinya.

Pembukaan GO-FOOD Festival juga dihadiri oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Salahuddin Uno. Dalam sambutannya Sandiaga Uno mengapresiasi komitmen GO-JEK membantu UMKM. “Salah satu prioritas utama pemerintah provinsi DKI Jakarta adalah untuk mengembangkan usaha mikro. Dan salah satu bisnis mikro yang paling berkembang di DKI Jakarta adalah kuliner. Oleh karenanya, kami akan selalu mendukung upaya-upaya yang dilakukan berbagai pihak, termasuk swasta, dalam mendukung pengembangan UMKM. Dan kami melihat ada berbagai peluang pengembangan UMKM dengan adanya GO-FOOD Festival,” tutur Sandi.

Top