NAVIGATION

TRENDING POSTS

1 Hotel | Hotel

Ekspansi Parkside Hotels & Resorts di Tanah Air

2 Highlight | Hotel | Millenium Hotel Sirih Jakarta

Sambut Tahun Baru 2017 Bersama Millennium Hotel Sirih Jakarta

3 Gaya Hidup | Tekno

Parenting di Era Digital

Eksotisme Kota Wali yang Sarat Histori

Eksotisme Kota Wali yang Sarat Histori

Cirebon dikenal dengan sebutan Kota Udang atau Kota Wali. Eksotisme kota ini mampu menghipnotis wisatawan asing dan domestik yang gemar terhadap budaya Nusantara.

Marketplus.co.id – Tak hanya terkenal dengan kuliner dan keanekaragaman budayanya, Cirebon juga memiliki peninggalan sejarah masa kasepuhan dan kolonial yang sangat menarik untuk digali. Batik Trusmi, Gua Sunyaragi, dan Keraton Kasepuhan, menjadi hal yang tidak dapat dipisahkan dari kota ini.

Keraton Kasepuhan

Makna di setiap sudut arsitektur Keraton Kasepuhan memiliki nilai sejarah yang kental. Mulai dari halaman depan yang dikelilingi tembok bata merah, hingga pendopo yang ada di dalamnya. Keraton Kasepuhan adalah kerajaan Islam tempat para pendiri cirebon bertahta. Di sinilah pusat pemerintahan Kasultanan Cirebon berdiri.

Keraton ini memiliki museum yang cukup lengkap dan berisi benda pusaka serta lukisan koleksi kerajaan. Salah satu koleksinya yaitu kereta Singa Barong yang merupakan kereta kencana Sunan Gunung Jati. Kereta tersebut saat ini tidak lagi dipergunakan dan hanya dikeluarkan pada tiap 1 Syawal untuk dimandikan.

Keraton Kasepuhan berisi dua komplek bangunan bersejarah yaitu Dalem Agung Pakungwati yang didirikan pada tahun 1430 oleh Pangeran Cakrabuana dan komplek keraton Pakungwati (sekarang disebut keraton Kasepuhan) yang didirikan oleh Pangeran Mas Zainul Arifin pada tahun 1529 M.

Taman Sari Gua Sunyaragi

Gua Sunyaragi adalah sebuah gua yang berlokasi di kelurahan Sunyaragi, Kesambi, Kota Cirebon . Bangunan mirip candi yang disebut Gua Sunyaragi, atau Taman Air Sunyaragi ini, berasal dari kata “sunya” yang artinya sunyi atau sepi dan “ragi” yang berarti raga.

Sesuai namanya, tujuan utama didirikan gua ini adalah sebagai tempat beristirahat dan meditasi para Sultan Cirebon beserta keluarganya. Gua Sunyaragi merupakan salah satu benda cagar budaya yang berada di Kota Cirebon dengan luas sekitar 15 hektar.  Konstruksi dan komposisi bangunan situs ini merupakan sebuah taman air. Karena itu Gua Sunyaragi disebut juga taman air gua Sunyaragi.

Kompleks tamansari Sunyaragi ini terbagi menjadi dua bagian yaitu pesanggrahan dan bangunan gua. Bagian pesanggrahan dilengkapi dengan serambi, ruang tidur, kamar mandi, kamar rias, ruang ibadah dan dikelilingi oleh taman lengkap dengan kolam. Bangunan gua-gua berbentuk gunung-gunungan, dilengkapi terowongan penghubung bawah tanah dan saluran air. Terdapat juga panggung budaya yang digunakan untuk pementasan kesenian Cirebon.

Batik Trusmi

Kampung Batik Trusmi adalah pusat industri batik di Cirebon yang terletak di Plered, sekitar empat kilometer di sebelah barat Kota Cirebon . Batik Cirebon sendiri termasuk golongan Batik Pesisir, namun juga sebagian batik Cirebon termasuk dalam kelompok batik keraton.

Hal ini dikarenakan Cirebon memiliki dua buah keraton yaitu Keratonan Kasepuhan dan Keraton Kanoman, yang konon berdasarkan sejarah dari dua keraton ini muncul beberapa desain batik Cirebonan Klasik yang hingga sekarang masih dikerjakan oleh sebagian masyarakat desa Trusmi di antaranya seperti Mega Mendung, Paksinaga Liman, Patran Keris, Patran Kangkung, Singa Payung, Singa Barong, Banjar Balong, Ayam Alas, Sawat Penganten, Katewono, Gunung Giwur, Simbar Menjangan, Simbar Kendo, dan lain-lain. (*/AGS)

Top