NAVIGATION

Kinerja Kemenpar 2017 dan Program Prioritas 2018

Kinerja Kemenpar 2017 dan Program Prioritas 2018

“Tahun ini target 265 juta pergerakan wisnus optimistis akan terlampaui”

Marketplus.co.id – Capaian angka sementara jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman)  pada  periode Januari hingga Oktober 2017 secara kumulatif sebesar 11.617.828 wisman atau tumbuh 24% dibandingkan periode yang sama tahun 2016 sebanyak 9.403.614 wisman. Diproyeksikan hingga akhir Desember 2017, jumlah kunjungan wisman mencapai 14 juta wisman.

Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Pariwisata (Menpar), Arief Yahya saat acara Jumpa Pers Akhir Tahun 2017 di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, kantor Kementerian Pariwisata Jakarta (21/12).

Lebih jauh Arief Yahya memaparkan, posisi pariwisata Indonesia pada Januari-Oktober 2017 tumbuh 24% telah menempatkan diri dalam 20 besar sebagai negara-negara dengan pertumbuhan tertinggi, sedangkan Malaysia hanya 0,87% pada Januari-Mei 2017, Singapura 3,83% pada Januari-Juli 2017, Thailand 6,69% pada Januari-Oktober 2017, sedangkan Vietnam mengungguli kita tumbuh 25,2% pada Januari-November 2017.

“Pertumbuhan pariwisata Indonesia sebesar 24%, jauh di atas pertumbuhan pariwisata regional ASEAN 7% dan pariwisata dunia 6,4%, ini menguatkan keyakinan kita  untuk meraih target pada 2018 sebesar 17 juta wisman,” ungkap  Arief Yahya.

Berkaitan dengan pergerakkan wisatawan nusantara, Menpar menuturrkan, perkiraan realisasi pergerakan wisnus yang pada Oktober 2017 sebanyak 25.077.000 wisnus dengan pengeluaran mencapai Rp 22,92 triliun, sedangkan  secara kumulatif  Januari–Oktober 2017 sebanyak 252.569.465 pergerakan wisnus dengan pengeluaran sebesar Rp 230,91 triliun. Capaian wisnus pada Januari-Oktober 2017 ini lebih tinggi 14% dibandingkan target yang ditetapkan sebesar 221,5 juta wisnus.

Sedangkan investasi sektor pariwisata pada kurun waktu Januari-September 2017 terealisasi sebesar US$ 1,396.40 juta atau tumbuh 27.68% dibandingkan pada periode yang sama tahun lalu. Menpar mengatakan, investasi menjadi salah satu program prioritas yang dijalankan pemerintah sehingga  Presiden Jokowi selalu mengingatkan agar investasi yang masuk ke Indonesia dapat merangkul semua sektor, termasuk pariwisata. Target investasi pariwisata tahun ini sebesar US$ 1,7 miliar, tahun 2018 meningkat menjadi  US$ 2 miliar,  dan tahun 2019  target investasi juga ditujukan untuk pengembangan 10 destinasi pariwisata prioritas yang membutuhkan total investasi US$ 20 miliar  terdiri atas; investasi untuk  infrastruktur publik sebesar  US$ 10 miliar dan investasi untuk infrastruktur privat sebesar US$ 10 miliar.

Pertumbuhan pariwisata Indonesia Januari – Oktober 2017 sebesar 24%, menempatkan Indonesia di posisi 20 besar negara dengan pertumbuhan pariwisata tercepat yang dicapai dalam kurun waktu tiga tahun. Hal ini memberikan pendapatan bisnis yang besar, serta menciptakan lapangan kerja. Pertumbuhan ekonomi ini juga diikuti dengan perubahan gaya hidup yang semakin go digital – komunikasi lebih bersifat personal, mobile, dan interaktif. Sekitar 70%  dari pencarian dan sharing data menggunakan cara digital. Media digital bahkan dinilai empat kali lebih efektif dalam menyampaikan pesan daripada media konvesional.

Revolusi digital tidak bisa dihindari. Secara alamiah akan mengubah dunia dan menciptakan model bisnis baru. Adapun tiga revolusi dalam bidang bisnis yang terpengaruh oleh perubahan gaya hidup digital antara lain komunikasi, transportasi, dan pariwisata.

Para pelaku industri yang menggunakan cara konvensional akan sulit bersaing dengan mereka yang menggunakan platform digital. Pelaku industri digital ini melakukan sharing economy, mengoptimalkan kapasitas, menjual yang kosong dengan harga murah, dan mencari return dari cross selling. Semua dilakukan secara digital. Dalam bisnis digital muncul pemain-pemain baru seperti Google, Facebook, dan Whatsapp yang menguasai industri telekomunikasi. Gojek, Uber, dan LCC yang menjadi pemain utama di industri tranportasi. Sementara itu dalam pariwisata, travel agent konvensional akan sulit bersaing  dengan online travel agent seperti tripadvisor, traveloka, dan travelio.

“Industri pariwisata, cepat atau lambat akan menghadapi perubahan yang revolusioner dan untuk bersaing pariwisata harus mengikuti perubahan gaya hidup konsumen,” tegas Arief Yahya.

VIWI 2018 Siapkan Paket Wisata Untuk Dijual Secara Digital Menpar Arief Yahya mengatakan, untuk mencapai target 17 juta kunjungan wisman pada 2018 telah dipersiapkan Visit Wonderful Indonesia (VIWI) 2018 dengan melibatkan seluruh stakeholder pariwisata yang terhimpun dalam kekuatan pentahelix (Akademisi, Industri pariwisata, Komunitas, Pemerintah, dan Media) dengan semangat Indonesia Incorporated.

VIWI 2018 merupakan program penguatan unsur 3A (Aktraksi, Amenitas, dan Aksesibilitas) yang diwujudkan dalam kegiatan selama satu tahun penuh. Untuk VIWI 2018 telah disiapkan beberapa produk wisata di antaranya yaitu paket hot deal, Calendar of Event (Color of Indonesia), dan destinasi digital yang akan dijual secara digital. Paket-paket wisata ini akan dijual melalui indonesia.travel.com serta bookingina.com.

Paket Calendar of Event (Color of Indonesia) merupakan paket bundling dengan komponen tiket event.  Untuk atraksi telah disiapkan 100 event daerah yang merupakan event utama, premiere, core event yang menjadi ikon kegiatan pariwisata Indonesia 2018 dan telah diseleksi oleh tim kurator. Dari 100 event tersebut terbagi menurut kontennya terdiri atas; 13 sport competitions, 43 culture celebration, 21 art and entertainment, 4 business and trade, 2 educational and scientific, dan 6 political and state. “Dari 100 event ini kita memiliki event unggulan sebagai multi event yaitu; Asian Games di Jakarta dan Palembang pada Agustus 2018 dan Annual Meeting IMF-WB pada Oktober 2018 di Bali,” kata Arief Yahya.

Top