NAVIGATION

TRENDING POSTS

1 Hotel | Hotel

Ekspansi Parkside Hotels & Resorts di Tanah Air

2 Highlight | Hotel | Millenium Hotel Sirih Jakarta

Sambut Tahun Baru 2017 Bersama Millennium Hotel Sirih Jakarta

3 Gaya Hidup | Tekno

Parenting di Era Digital

Don’t put all your eggs in one basket

Don’t put all your eggs in one basket

Jangan menaruh semua telur Anda dalam satu keranjang yang sama

Marketplus.co.id – Pengertian dari kutipan di atas apabila diartikan secara harafiah adalah “jangan menaruh semua telur Anda dalam satu keranjang yang sama”. Namun, apabila dikaitkan dengan investasi, dapat diartikan bahwa dalam berinvestasi perlu melakukan diversifikasi.

Diversifikasi sangat baik dilakukan dan diterapkan para investor untuk mengoptimalkan keuntungan dan meminimalkan risiko pasar. Selain itu juga, diversifikasi merupakan kunci untuk menjaga kestabilan investasi karena segala sesuatu dapat terjadi terhadap investasi Anda.

Menempatkan keseluruhan uang Anda pada satu jenis investasi sangatlah berisiko karena apabila terjadi sesuatu yang buruk terhadap investasi tersebut, maka nilai dana Anda akan habis atau terdepresiasi karena pergerakan pasar.

Dalam menentukan strategi diversifikasi, Anda perlu mengevaluasi terlebih dahulu hal-hal berikut:

  1. Kenali Profil Risiko Anda

Sebelum menentukan strategi diversifikasi, Anda terlebih dahulu perlu menentukan profil risiko Anda. Profil risiko menganalisa ketahanan Anda saat terjadi risiko yang mengakibatkan penurunan pada nilai aset Anda. Profil risiko yang konservatif tentunya akan menghasilkan strategi diversifikasi aset yang konservatif seperti deposito maupun obligasi bertenor pendek. Sementara, profil risiko agresif akan merekomendasikan lebih banyak alokasi ke aset seperti saham dan sebagian ke investasi alternatif.

  1. Horison Investasi Anda

Berdasarkan jangka waktu, Anda dapat membagi investasi dalam jangka waktu pendek, menengah, dan panjang. Ada banyak instrumen investasi yang dapat diakumulasi untuk memenuhi kriteria yang Anda inginkan. Contoh investasi jangka pendek, Anda dapat menempatkan investasi seperti deposito atau savings. Untuk jangka menengah, Anda dapat berinvestasi pada obligasi atau surat hutang pemerintah jangka pendek seperti ORI atau Sukuk Ritel. Kemudian untuk jangka panjang, Anda dapat melakukan investasi pada properti, emas, reksa dana saham, dan surat hutang pemerintah atau korporasi dengan tenor panjang.

  1. Tujuan Investasi Anda

Apabila dihubungkan dengan tujuan investasinya, investasi dapat membantu Anda untuk merencanakan keuangan di masa depan seperti investasi untuk dana pendidikan anak, persiapan warisan, dan dana pensiun. Untuk hal seperti ini, Anda dapat menempatkan investasi di produk seperti reksa dana saham, asuransi atau unit link. Dengan asuransi diharapkan dapat memenuhi tujuan investasi anda ke depannya.

  1. Risk vs Return

Apabila dilihat menurut imbal hasilnya, Anda dapat melakukan alokasi ke dalam investasi berbentuk reksa dana saham ataupun saham satuan. Pada prinsip investasi “high risk high return”, maka untuk mendapatkan potensi return yang lebih tinggi, Anda perlu berinvestasi kepada instrumen investasi dengan risiko yang lebih tinggi. Risiko pasar yang lebih tinggi dapat dimitigasi melalui horison investasi. Hal ini dikarenakan pasar bergerak sesuai siklus sehingga fluktuasi jangka pendek akan hilang dalam jangka panjang.

Sudahkah Anda merencanakan investasi untuk saat ini dan masa depan? Dengan tips ini, diharapkan dapat dijadikan pertimbangan bagi Anda sebelum memutuskan investasi yang baik dan tepat. “Invest wisely, live wealthy”.

Top