NAVIGATION

TRENDING POSTS

1 Hotel | Hotel

Ekspansi Parkside Hotels & Resorts di Tanah Air

2 Highlight | Hotel | Millenium Hotel Sirih Jakarta

Sambut Tahun Baru 2017 Bersama Millennium Hotel Sirih Jakarta

3 Gaya Hidup | Tekno

Parenting di Era Digital

Shinta Dhanuwardoyo: Perempuan dalam Ranah Digital

Shinta Dhanuwardoyo: Perempuan dalam Ranah Digital

Sukses itu adalah bagaimana kita bisa mengimbangi antara pekerjaan, keluarga, kehidupan sosial dan agama kita

 

Marketplus.co.id – Teknologi memberikan banyak manfaat bagi masyarakat, apalagi bagi mereka yang bisa melihat peluang dibalik perkembangan teknologi saat ini. Dunia teknologi sangat berkaitan erat dan didominasi oleh kaum laki-laki. Namun siapa sangka, banyak perempuan-perempuan hebat yang sukses dan bisa survive di industri tersebut, salah satunya Shinta Dhanuwardoyo.

Shinta Dhanuwardoyo atau yang lebih dikenal dengan nama Shinta Bubu merupakan perempuan kelahiran tahun 1970, tepatnya tanggal 18 Juni. Shinta merupakan seorang pengusaha dan pendiri bubu.com sebuah badan usaha yang bergerak dibidang digital marketing.

20 tahun bergerak di industri teknologi dan informasi, bisa dibilang Shinta merupakan salah satu perintis industri ini. Shinta pertama kali tertarik  dengan bidang digital saat kuliah di Universitas Portland tahun 1995 sebagai supervisor di lab computer.

“Saat itu, pertama kalinya saya bersentuhan dengan internet dan saya pikir ini bisa menjadi peluang besar di pasar Indonesia, saya tekun mempelajari dunia tersebut dan saya pelajari secara otodidak, bagaimana membuat website melalui internet dan menurut saya internet adalah media yang powerful,” ungkapnya

Sebelum akhirnya merintis usaha di dunia digital, Shinta sempat  bekerja  di  perusahaan konsultan  manajemen. Namun, nuraninya terus meyakini kalau jiwanya lebih tertarik  untuk  menggeluti  bidang  internet,  terutama  website.  Dari situlah, di tahun 1996 akhirnya Shinta mendirikan bubu.com.

Pencapaian karier yang sukses saat ini mengantarkan Shinta sebagai salah satu tokoh perempuan inspiratif yang selalu disebut-sebut dalam dunia bisnis ini. Berbagai penghargaan bergengsipun banyak diraih olehnya, seperti “99 Most Powerful Women” oleh Globe Asia selama 6 tahun berturut-turut, Inspiring Women Honor Roll oleh Majalah Forbes dan banyak lainnya.

Menurutnya sukses itu adalah bagaimana kita bisa mengimbangi antara pekerjaan, keluarga, kehidupan sosial dan agama kita.   “Dan yang penting kita menciptakan dan melakukan sesuatu yang berguna untuk masyarakat dan berdampak yang positif dari banyak sisi,” imbuhnya.

Saat ini Shinta tergabung di banyak forum, panel, komunitas, dan organisasi yaitu SVATA,   Silicon   Valley   Asia   Technology   Alliance,   sebuah organisasi  yang  menjadi  jembatan  antara  negara-negara  Asia  Tenggara  dan Silicon Valley.

Lalu, Shinta juga tergabung ke Angel EQ, jejaring para angel investor di Indonesia dan juga sering menggelar acara-acara di bidang teknologi & digital, seperti yang baru saja digelar, IDBYTE 2017 & Bubu Awards (Linkback ke id-byte.com) dan Atyourservice  (linkback ke atyourservice.id), kompetisi bagi para UKM, pemenangnya akan kami berikan pengelolaan digital marketing.

Pesan Shinta Untuk Perempuan

Baginya kebanyakan perempuan yang mendirikan sebuah perusahaan startups, pada akhirnya  malah memilih  untuk tidak memimpin  usahanya  sendiri. Hal itu disebabkan begitu sulitnya untuk membangun kepercayaan para investor untuk mau berinvestasi pada bisnis yang dipimpin oleh perempuan.

Cognitive bias, pertimbangannya  mungkin karena perempuan  dianggap tidak lihai di beberapa skill yang mayoritas sangat identik dengan skill lelaki. Maka sebagai perempuan kita harus bisa mematahkan bias-bias dan stereotipe macam itu. Caranya yang menunjukkan kemampuan dan keterampilan, sehingga orang tahu bahwa gender tidak jadi penghalang untuk kita bergelut di dunia bisnis.

Laki – laki dan perempuan menurutnya sama saja dan mempunyai peluang yang juga sama dalam bidang apapun. Menurut Shinta pencapaian terbesar bagi seorang wanita adalah menjadi seseorang yang bisa menunjukkan  kemampuannya  tanpa dipengaruhi identitas gendernya, just as a capable dan as good as any men out there.

 

 

Top