NAVIGATION

TRENDING POSTS

1 Hotel | Hotel

Ekspansi Parkside Hotels & Resorts di Tanah Air

2 Highlight | Hotel | Millenium Hotel Sirih Jakarta

Sambut Tahun Baru 2017 Bersama Millennium Hotel Sirih Jakarta

3 Gaya Hidup | Tekno

Parenting di Era Digital

Semua Orang Dapat Menjadi Tidak Jujur!

Semua Orang Dapat Menjadi Tidak Jujur!

Seberapa baiknya usaha pencegahan kecurangan organisasi, organisasi itu tidak akan pernah bisa mencegah semua kecurangan

Marketplus.co.id– Rezaee (2002) menyatakan bahwa dalam dua dekade terakhir, financial statement fraud telah meningkat secara substansial. Menurut Association of Certified Fraud Examiners (ACFE, Report to The Nation, 2016) frekuensi tindakan kecurangan yang terjadi, dalam penyalahgunaan aset (asset misappropriation) merupakan tindakan kecurangan yang memiliki frekuensi tertinggi, yakni sebesar 83 persen disusul oleh korupsi (corruption) 34 persen dan yang terakhir adalah kecurangan laporan keuangan (financial statement fraud) sebesar 10 persen.

Namun, financial statement fraud adalah jenis kecurangan (fraud) yang memiliki dampak kecurangan yang paling merugikan diantara jenis kecurangan lainnya dengan kerugian rata-rata sebesar Rp12.675 miliar. Financial statement fraud merupakan kelalaian atau tindakan yang disengaja dalam laporan keuangan sehingga berakibat pada salah saji material.

Menurut Wells (2011) dalam Sihombing (2014), Financial Statement Fraud mencakup beberapa modus, antara lain : 1)Pemalsuan, pengubahan, atau manipulasi catatan keuangan (financial record), dokumen pendukung atau transaksi bisnis.  2)Penghilangan yang disengaja atas peristiwa, transaksi, akun, atau informasi signifikan lainnya sebagai sumber dari penyajian laporan keuangan. 3)Penerapan yang salah dan disengaja terhadap prinsip akuntansi, kebijakan, dan prosedur yang digunakan untuk mengukur, mengakui, melaporkan dan mengungkapkan peristiwa ekonomi dan transaksi bisnis. 4)Penghilangan yang disengaja terhadap informasi yang seharusnya disajikan dan diungkapkan menyangkut prinsip dan kebijakan akuntansi yang digunakan dalam membuat laporan keuangan (Rezaee, 2002).

Berbagai kasus kecurangan organisasi, baik yang dilakukan oleh individu maupun dilakukan secara bersama-sama,hasilnya NIHIL. Mengapa? Bukankah pelaku diuntungkan dan korban dirugikan? Secara persamaan akuntansi dasar, pada saat kecurangan terjadi, aset organisasi berkurang dan aset individu bertambah, namun ketika kecurangan tersebut terungkap, aset organisasi akan semakin berkurang. Dalam berbagai skema kecurangan tidak ada pihak manapun yang menjadi pemenang dan tidak ada pihak manapun yang diuntungkan secara mutlak.

Organisasi yang menjadi korban kecurangan  mengalami penurunan nilai organisasi secara signifikan, mengeluarkan berbagai biaya untuk menuntut pelaku kecurangan, melakukan berbagai investigasi dan pengujian, serta menghabiskan ratusan jam untuk mempersiapkan pembelaan hukum. Pada akhirnya, kerugian yang ditanggung organisasi menjadi lebih besar bila dibandingkan dengan jumlah yang digelapkan.

Setiap organisasi dapat menciptakan lingkungan kerja dengan tingkat kecurangan yang rendah dan tingkat kecurangan yang tinggi, tetapi risiko kecurangan tersebut tidak bisa dihilangkan.

Jika risiko kecurangan tersebut tidak bisa dihilangkan, lalu bagaimana organisasi bisa mencegahnya dengan tingkat kecurangan yang rendah? Ada dua faktor utama untuk menciptakan tingkat kecurangan yang rendah yaitu, menciptakan lingkungan/budaya kejujuran dan keterbukaan, dan menutup kesempatan sekecil mungkin untuk kecurangan dengan menciptakan ekspektasi bahwa siapapun yang terlibat dalam kecurangan akan mendapatkan hukuman.

Pencegahan Kecurangan

Sampai saat ini kebanyakan organisasi tidak memiliki pendekatan secara proaktif dalam menangani kecurangan dan mengurangi terjadinya tindakan kecurangan. Hal ini hampir terjadi pada sebagian besar organisasi hanya karena tidak jelasnya tanggung jawab dan wewenang dalam pendeteksian, pencegahan, dan investigasi kecurangan.

Setiap organisasi akan mengalami suatu kasus kecurangan, yang mana besar kecilnya kecurangan antar organisasi berbeda satu dengan yang lainnya tergantung pada pelatihan dan pendidikan seperti apa yang diberikan dalam organisasi, pengaruh manajemen puncaknya, seberapa baik penilaian risiko organisasi dan pengendalian internalnya, program pendeteksian kecurangan secara proaktif yang diterapkan, dan bagaimana kecurangan yang telah terjadi dapat diinvestigasi dan ditindaklanjuti.

pegawai selain auditor (rekan kerja atau manajer) biasanya berada dalam posisi yang paling baik untuk mendeteksi kecurangan (Zimbelman et all, 2017).

Top