NAVIGATION

TRENDING POSTS

1 Hotel | Hotel

Ekspansi Parkside Hotels & Resorts di Tanah Air

2 Highlight | Hotel | Millenium Hotel Sirih Jakarta

Sambut Tahun Baru 2017 Bersama Millennium Hotel Sirih Jakarta

3 Gaya Hidup | Tekno

Parenting di Era Digital

RedDoorz Rencanakan Ekspansi ke 16 Kota di Indonesia Pada Tahun 2018

RedDoorz Rencanakan Ekspansi ke 16 Kota di Indonesia Pada Tahun 2018

RedDoorz, platform pemesanan online hotel budget mengumumkan perluasan layanan ke sembilan kota lain di Indonesia dalam 12 bulan mendatang.

Marketplus.co.id – Sebelum melakukan ekspansi ke kota-kota lain, RedDoorz juga akan terus memperluas kehadirannya di tujuh kota yang telah beroperasi saat ini. Kota-kota yang baru meliputi Aceh, Balikpapan, Batam, Lombok, Makassar, Manado, Medan, Palembang dan Solo. Hingga saat ini, RedDoorz telah melayani lebih dari setengah juta konsumen di Indonesia dan berencana untuk menginvestasikan lebih dari US$10 juta dalam dua belas bulan ke depan.

Terkait hal tersebut, Amit Saberwal, Founder & CEO, RedDoorz mengungkapkan, “Kami sangat antusias untuk melihat bagaimana pertumbuhan RedDoorz akan semakin meluas di Indonesia. Sampai dengan saat ini, RedDoorz telah berkembang dengan lebih dari 3.000 kamar – semuanya tersedia melalui platform kami; juga sangat membanggakan dapat melihat reaksi positif dari konsumen dengan lebih dari 65% pemesanan ulang melalui RedDoorz. Tiga kota dengan performa terbaik bagi RedDoorz adalah Bandung, Jakarta dan Yogyakarta.”

Pada 15 November 2017, Founder & CEO RedDoorz, Amit Saberwal (kanan) bersama dengan Chief Operating Officer RedDoorz, Rishabh Singhi (kiri), mengumumkan ekspansi RedDoorz ke 16 kota di Indonesia pada akhir tahun 2018.

Amit menambahkan, “Lebih lanjut, fasilitas RedCash, program loyalitas kami, sangat populer bagi tamu. Target kami adalah melakukan ekspansi ke 16 kota di Indonesia pada tahun 2018 dengan menyasar konsumen dewasa muda yang sadar akan teknologi. Dengan 90% dari pelanggan kami memesan melalui aplikasi RedDoorz di mana mereka dapat menukarkan RedCash yang mereka miliki.”

Didukung oleh tim lokal yang kuat di lapangan, dengan latar belakang yang beragam dan pemahaman yang mendalam mengenai industri pariwisata dan perhotelan di dalam negeri, pada saat ini RedDoorz menjalankan unit operasional secara penuh di kota-kota di Indonesia, mulai dari layanan pelanggan, operasional dan penjualan produk, hingga membangun merek, keuangan dan pemasaran. RedDoorz juga telah mengembangkan teknologi patennya sendiri dengan menggunakan analisa data yang bisa memperkirakan secara akurat mengenai permintaan di berbagai area untuk memiliki lebih banyak hotel atau properti untuk semakin meningkatkan jumlah wisatawan.

“Kami percaya tim yang tepat, berbagai investor yang tepat dan peluang pasar yang tepat telah memainkan peranan kunci bagi kesuksesan kami di Indonesia. Tim kami di Indonesia merupakan perpaduan yang hebat dari para talenta Indonesia yang memiliki pengalaman yang luas dan berkembang di dalam dinamika startup di tanah air. Saat ini kami memiliki 120 karyawan dan kami memiliki rencana untuk mengembangkan jumlah ini menjadi dua kali lipat dalam 12 bulan ke depan dan meraih keuntungan di Indonesia pada kuartal ketiga 2018,” tegas Amit Saberwal mengenai rekrutmen di Indonesia.

Pada Mei 2016, sebuah penelitian tentang “e-conomy SEA” dari Google dan Temasek Holdings menemukan bahwa Indonesia menempati peringkat atas sebagai pasar internet dengan perkembangan tercepat di dunia – yang menyatakan besarnya potensi bagi pasar perjalanan online. Penelitan tersebut juga memperkirakan bagaimana pasar regional bagi perjalanan online termasuk hotel, pesawat dan transportasi darat akan meningkat hingga mendekati US$90 miliar pada tahun 2025, dibandingkan dengan US$21,6miliar pada tahun 2015, dengan Indonesia diprediksi akan menyumbangkan sepertiga dari pertumbuhan tersebut.  Menurut konsultan perjalanan Web in Travel, diperkirakan 90% dari perjalanan bisnis di Indonesia masih dilakukan secara offline pada tahun 2013. Sekarang, inovasi online mulai menggerakkan situasi pasif ini.

“Pasar Indonesia terbukti menjadi awal yang hebat bagi RedDoorz. Kami telah bekerja sama secara erat dengan hotel budget kelas menengah, properti pribadi, dan penginapan untuk berinovasi, berkolaborasi dan berfokus untuk menciptakan pengalaman unik yang menarik para tamu dari seluruh Indonesia dan secara aktif menggapai lebih dari 100 juta konsumen digital. Melalui platform kami, hotel dapat menyasar pasar khusus yang dapat memastikan keberlanjutan tingkat okupansi yang baik,” terang Rishabh Singhi, Chief Operating Officer, RedDoorz.

Rishabh menambahkan, “Kami juga telah melakukan berbagai peningkatan dalam kualitas staf hotel yang terdaftar di platform kami melalui pelatihan dan teknologi tentang bagaimana bekerja secara optimal menggunakan platform RedDoorz dan gestur yang baik dalam layanan pelanggan. Dengan melakukan hal ini, kami dapat mengembangkan talenta lokal dan memberikan ‘standar RedDoorz’ bagi tamu kami di berbagai kota.”

Saat ini RedDoorz beroperasi di tujuh kota di Indonesia: Bali, Bandung, Bogor, Jakarta, Semarang, Surabaya dan Yogyakarta – dengan lebih dari 450 properti yang dapat dipilih oleh konsumen. Konsumen dapat segera merasakan pengalaman baru dalam menikmati WiFi yang lebih baik dan lebih cepat di seluruh properti RedDoorz. Tamu juga dapat memilih untuk membeli layanan tambahan pada saat mereka menginap. Aplikasi RedDoorz juga ke depannya akan memiliki pengembangan fitur baru yang menarik untuk pengalaman pengguna yang lebih baik.

Salah satu dari lebih dari 450 properti RedDoorz di Indonesia

RedDoorz berkantor pusat di Singapura dan beroperasi di Indonesia, India dan akan segera menyusul di Filipina. RedDoorz mendapatkan investasi yang berkelanjutan dalam beberapa tahap dari International Finance Corporation (Lembaga investasi yang merupakan bagian dari Grup Bank Dunia), Asia Investment Fund dari Sushquehanna International Group dan Jungle Ventures. Awal tahun ini, RedDoorz telah mendapatkan tambahan US$1 juta dalam pinjaman ventura dari InnoVen Capital, firma pinjaman ventura milik Temasek Holdings dan United Overseas Bank.

 

Top