NAVIGATION

TRENDING POSTS

1 Hotel | Hotel

Ekspansi Parkside Hotels & Resorts di Tanah Air

2 Highlight | Hotel | Millenium Hotel Sirih Jakarta

Sambut Tahun Baru 2017 Bersama Millennium Hotel Sirih Jakarta

3 Gaya Hidup | Tekno

Parenting di Era Digital

Rahasia Agar Anak Tidak Jenuh Saat Penerbangan Jarak Jauh

Rahasia Agar Anak Tidak Jenuh Saat Penerbangan Jarak Jauh

Image: www.abcnews.go.com

Apakah Kita Sudah Sampai?” Pertanyaan Penanda Kebosanan dari Penumpang di Bawah Usia 12 Tahun setelah 49 menit di Pesawat

Marketplus.co.idDalam sebuah penerbangan jarak jauh, di menit ke 49 dan 47 detik, anak- anak di bawah usia 12 tahun akan mulai bertanya kepada orang tuanya, “Apakah kita sudah sampai?”. Ini merupakan hasil riset dari Emirates bekerjasama dengan Dr. Sandi Mann, seorang psikolog dan spesialis kebosanan dari Universitas Central Lancashire. Data diperoleh melalui survey yang melibatkan lebih dari 2.000 orang tua yang memiliki anak-anak di bawah usia 12 tahun.

Dr Mann membagi ke dalam 4 kategori yakni Active (A), Passive (P), Creative (C), dan Sensory (S). Hasil pembagian kategori ini akan membantu para orang tua untuk menghasilkan aktivitas untuk menghilangkan kejenuhan sebelum dimulai.

Berdasarkan informasi yang kami terima, hasil dari penelitan ini memperlihatkan bahwa,

  • 64% orang tua khawatir akan perihal bagaimana menghibur anak-anak mereka
  • 43% memiliki kekhawatiran bahwa anak-anak mereka akan mengganggu penumpang lain.
  • 41% orang tua mengakui bahwa mereka memberikan anak-anak mereka cemilan, permen, cokelat atau pun keripik demi perilaku baik dari anak-anak selama penerbangan.
  • Temuan lainnya mengatakan bahwa 33% dari orang tua mengaku bahwa mereka menggunakan perangkat elektronik yakni memasang ponsel atau tablet dengan menghadirkan permainan dan aplikasi favorit, serial tv, atau pun film favorit buah hati untuk mengalihkan perhatian anak-anak agar tetap tenang selama perjalanan.
  • Temuan terakhir mengatakan bahwa 16% dari orang tua membiarkan para anak mereka berlarian sebelum boarding.

 

“Orang tua dari anak-anak yang berusia 3-4 tahun akan mulai menyadari bahwa di saat-saat seperti ini mereka sangat aktif secara fisik. mulai belajar tentang kemandirian dan mereka mulai membutuhkan hal-hal yang lebih canggih untuk menghibur mereka dibandingkan ketika umur mereka lebih muda. Misalnya, ‘pengasuh elektronik’ seperti tablet dan ponsel, belum tentu cocok untuk semua kalangan usia.” ujar Dr Sandi Mann, psikolog dan spesialis kebosanan dari Universitas Central Lancashire.

Tak hanya itu, orang tua dari anak yang memiliki usia lebih muda akan menemukan bahwa mereka memberikan perhatian yang kurang jika dibandingkan dengan apa yang mereka berikan ke anak yang berusia lebih tua. Menghilangkan interaksi dengan ‘pengasuh elektronik’ ini akan mencegah anak-anak dari rasa jenuh yang mengganggu.” tambahnya

Hasil penelitian juga menyebutkan bukan hanya memberikan ‘pengasuh elektronik’ saja, sekitar 7% dari responden mengakui bahwa mereka mencoba menggunakan masker mata untuk merasa lebih santai hanya untuk menghindari gangguan yang kiranya akan terjadi di sekitar mereka.

Selama melakukan aktivitas di penerbangan, film kesukaan anak-anak hanya bisa menahan mereka selama 40 menit (untuk kelompok usia 0 – 2 tahun) hingga 105 menit (untuk kelompok usia 11 – 12 tahun).

Sedangkan untuk ‘pengasuh elektronik’ hanya bisa menahan mereka dari kejenuhan selama 30 menit (untuk kelompok usia paling muda) hingga 90 menit (untuk kelompok usia yang lebih tua). Sementara itu, untuk aktivitas kreatif seperti menggambar, buku mewarnai dan stiker adalah kegiatan yang paling menjadi favorit bagi anak-anak di kelompok usia lebih muda sedangkan kuis dan teka-teki menjadi pilihan di kelompok anak usia maksimal 9 tahun.

“Anak-anak di usia yang lebih muda sebenarnya tidak membutuhkan mainan yang canggih di dalam sebuah penerbangan. Mereka akan lebih terhibur dengan hal-hal sekitar – termasuk para penumpang lain dan orang tua mereka. Sebagai contoh, aktivitas berjalan di sepanjang lorong pesawat akan menjadi latihan yang bagus bagi kelompok usia 1 hingga 3 tahun dan untuk kelompok usia 0 – 1 tahun akan bagus untuk mereka merasakan pengalaman di lingkungan yang berbeda. Aktivitas menyanyi bersama anak dan juga permainan cilukba juga akan menghibur mereka,” tambah Dr Sandi Mann.

Lebih lanjut lagi, Dr Sandi Mann menambahkan bahwa untuk kelompok usia yang lebih tua bisa diberikan aktivitas dengan material sederhana seperti buku gambar dan krayon, buku puzzle dan juga komik. Tak hanya itu, orang tua juga harus memastikan agar anak-anak mereka bisa beristirahat sesekali dari aktifitasnya, misalnya dengan berjalan di sepanjang lorong pesawat dan cobalah untuk membatasi pemandangan pasif (statis) seperti ketika di rumah. Para orang tua juga tidak perlu khawatir bahwa anak mereka akan merasa jenuh dengan mainan mereka meski hanya berupa perangkat sederhana. Para anak akan menemukan cara kreatif untuk terus aktif dengan berbagai aktivitas yang melibatkan otak mereka.

Dr Sandi Mann telah membuat panduan yang disarankan bagaimana untuk menyusun perjalanan yang menyenangkan selama di pesawat untuk setiap rentang usia. Kegiatan dikategorikan sebagai Active (A), Passive (P), Interactive (I), Creative (C) atau Sensory (S).

Dengan ide mengkombinasikan dan menghentikan aktivitas pada saat yang tepat, sehingga bisa mengurangi tingkat kebosanan dan kegelisahan pada anak-anak selama penerbangan. Berikut beberapa contoh yang bisa dijadikan panduan:

  • P: menonton film, mendengarkan
  • A: Berjalan di lorong pesawat, bermain
  • C: Menggambar,
  • S: Penyegaran seperti makan,
  • I: Membacakan buku cerita, mengobrol

 

Top