NAVIGATION

TRENDING POSTS

1 Hotel | Hotel

Ekspansi Parkside Hotels & Resorts di Tanah Air

2 Highlight | Hotel | Millenium Hotel Sirih Jakarta

Sambut Tahun Baru 2017 Bersama Millennium Hotel Sirih Jakarta

3 Gaya Hidup | Tekno

Parenting di Era Digital

Pertama Kalinya, Dua Triathlete Indonesia Mengikuti IRONMAN World Championship 2017

Pertama Kalinya, Dua Triathlete Indonesia Mengikuti IRONMAN World Championship 2017

Triathlete pria dan wanita Indonesia tuntaskan misinya IRONMAN World Championship.

Marketplus.co.id Kejuaraan dunia IRONMAN yang selalu berlangsung di Kona ini digagas pada tahun 1977 sebagai salah satu tantangan bagi para atlet yang sukses di lomba-lomba ketahanan berenang, berlari, dan biathlon.

Ini adalah sebuah sejarah baru bagi olahraga triathlon di Tanah Air, untuk pertama kalinya dua triathlete Indonesia Andy Wibowo dan Inge Prasetyo – mengikuti IRONMAN World Championship yang berlangsung di Kailua-Kona, Hawaii pada Sabtu, 14 Oktober 2017 lalu.

Saat berlomba di kejuaraan ini, kedua wakil Indonesia ini harus berenang sejauh 3,8 kilometer, dilanjutkan bersepeda sejauh 180 kilometer, dan kemudian berlari sejauh 42,195 kilometer untuk melintas garis finish.

Inge, seorang sport enthusiast dengan prestasi luar biasa, menyelesaikan lomba dengan catatan waktu 13:18:17.

“Jika melihat catatan waktu untuk full distance di IRONMAN, apa yang saya capai di Kona memang lebih buruk dari pencapaian saya di IRONMAN Taiwan 2016 – yang membuat saya lolos ke kejuaraan dunia. Tetapi ini catatan waktu terbaik saya di IRONMAN World Championship,” ujar Inge, yang mempersiapkan diri di Phuket, Thailand, untuk menghadapi salah satu kejuaraan olahraga ketahanan paling bergensi di dunia ini.

Namun dari segi misi atau target, lanjut Inge, dirinya mengaku telah mewujudkannya. Di Kona, misi utama Inge adalah membawa bendera “Merah Putih” melintasi garis finish. “Dan misi itu telah saya tuntaskan. Bahkan seandainya saya harus berjalan atau merangkak untuk mewujudkannya, saya akan melakukannya,” tegas Inge.

Sementara Andy, mantan perenang tim Olimpiade Indonesia, berhasil finish dengan catatan waktu 09:49:38.

Bagi Andy, pencapaiannya di Kona masih belum memenuhi target pribadi yang dipatoknya. Meskipun begitu, pria yang berdomisili di Pulau Dewata ini mengaku cukup puas dengan catatan waktu yang diukirnya di IRONMAN World Championship 2017. Apalagi, lanjutnya, lomba ini adalah keikusertaannya yang pertama kali di kategori full distance di IRONMAN dan kejuaraan dunia untuk kategori yang sama.

“Pencapaian di Kona beberapa waktu lalu adalah usaha terbaik yang bisa saya berikan saat ini,” ucap Andy.

Kedua triathlete ini mengaku mendapat pelajaran dari IRONMAN World Championship. Bagi Inge, salah satu pelajaran yang paling penting yang didapatkannya adalah “anything can happen during the race”. Sesiap apapun seorang atlet, paparnya, banyak hal di luar kendali yang saja muncul saat lomba. “Sedikit salah langkah, taruhannya DNF (did not finish) atau bahkan lebih buruk dari itu,” ujar Inge. “Selain itu, saya juga diajari lebih sabar dan menghilangkan ego.”

Andy menambahkan, kondisi alam perlu menjadi pertimbangan untuk mendapatkan strategi bertanding yang tepat. Ditambahkan, umur juga tidak menjadi masalah dalam olahraga ketahanan ini. Andy mengaku melihat banyak peserta di IRONMAN World Championship yang sudah berusia 60-70-an tahun yang masih bisa finish dengan waktu yang cepat. “Jadi umur bukan batasan untuk siapa saja yang mau berusaha dan bekerja keras.” Ungkapnya.

Top