NAVIGATION

TRENDING POSTS

1 Hotel | Hotel

Ekspansi Parkside Hotels & Resorts di Tanah Air

2 Highlight | Hotel | Millenium Hotel Sirih Jakarta

Sambut Tahun Baru 2017 Bersama Millennium Hotel Sirih Jakarta

3 Gaya Hidup | Tekno

Parenting di Era Digital

Mendidik Publik Dan Membudayakan Riset dengan Science Communication

Mendidik Publik Dan Membudayakan Riset dengan Science Communication

Energi nuklir menjadi satu-satunya sumber listrik yang tidak memancarkan gas rumah-kaca sehingga secara efektif bisa mengganti bahan-bakar fosil.

Marketplus.co.id – Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia menggelar seminar bertajuk “Science Communication: Membangun Masyarakat Indonesia Berbasis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.”

Seminar science communication ini digelar untuk mendidik publik dan membudayakan riset di masyarakat guna membentuk bangsa yang peduli dengan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Direktur Jenderal Sumber Daya IPTEK dan DIKTI, Ali Ghufron Mukti mengatakan, “Dengan sumber daya manusia yang dikelilingi oleh sumber daya alam yang sangat berpotensi, kita harus menjadi bangsa yang berlandaskan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan begitu, kita tidak akan mudah tertipu oleh hal-hal yang tidak masuk akal”.

Ia juga menambahkan, ada temuan ilmu pengetahuan dan teknologi seperti pemanfaatan nuklir yang kerap dipandang sebelah mata. Banyak masyarakat yang masih memberikan berbagai pandangan miring tentang nuklir sebagai suatu bentuk ketakutan atas sesuatu yang tidak diketahui. Padahal, nuklir memiliki potensi yang sangat besar untuk menyelamatkan Indonesia dari krisis energi.

Dalam pembahasannya, Prof. Dr. Djarot S. Wisnubroto selaku Kepala Bidang Pengembangan Teknologi Daur Bahan Nuklir dan Rekayasa di Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) menyampaikan, energi nuklir menjadi satu-satunya sumber listrik yang tidak memancarkan gas rumah-kaca sehingga secara efektif bisa mengganti bahan-bakar fosil.

“Selain itu, energi nuklir juga bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan manusia atas peran pentingnya dalam memasok listrik dunia. Bahkan saat ini, tercatat ada 439 Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) yang beroperasi di 32 negara,” ungkap Djarot.

Di Indonesia sendiri, pengembangan teknologi nuklir telah diupayakan di Indonesia oleh Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) dengan hasil yang telah membantu meningkatkan kehidupan rakyat Indonesia di berbagai bidang termasuk Bidang Peternakan, Bidang Pertanian, Bidang Pertambangan, dan Bidang Kedokteran.

Top