NAVIGATION

TRENDING POSTS

1 Hotel | Hotel

Ekspansi Parkside Hotels & Resorts di Tanah Air

2 Highlight | Hotel | Millenium Hotel Sirih Jakarta

Sambut Tahun Baru 2017 Bersama Millennium Hotel Sirih Jakarta

3 Gaya Hidup | Tekno

Parenting di Era Digital

Memastikan Tumbuh Kembang Anak Wujud Cinta Kasih Orangtua

Memastikan Tumbuh Kembang Anak Wujud Cinta Kasih Orangtua

Aktivitas fisik tidak hanya memberikan manfaat kesehatan, tetapi juga mampu merangsang ketrampilan motorik, perkembangan kognitif, dan kemampuan mengelola emosi.

Marketplus.co.id – Orang tua di Indonesia disarankan tidak hanya menggunakan berat badan sebagai indikator kesehatan dan tumbuh kembang anak. Hal tersebut disampaikan oleh dokter spesialis anak sekaligus konsultan tumbuh kembang, DR. dr. Ahmad Suryawan, SpA(K).

“Tinggi badan anak juga patut diketahui secara rutin, karena dari berbagai penelitian membuktikan adanya korelasi positif antara tinggi badan dan perkembangan otak” ujarnya. Ia juga menambahkan, kondisi anak yang mempunyai tinggi badan di bawah rata-rata anak di usianya, atau lebih dikenal dengan instilah stunting, di Indonesia masih tinggi, sekitar 35% (RISKESDAS 2013).

Kondisi ini disebabkan oleh berbagai kondisi, antara lain kondisi nutrisi sejak anak di dalam kandungan, tingginya infeksi akibat rendahnya higienitas, dan kurangnya aktivitas fisik anak.

“Sehingga, jangan disangka bahwa penentu tinggi badan anak itu hanya faktor genetika atau keturunan saja, tetapi orang tua dapat mengoptimalkan tinggi badan anak dengan asupan nutrisi dan stimulasi aktivitas gerak yang sesuai untuk anak”.

Terkait aspek stimulasi gerak yang sesuai bagi anak dalam usia tumbuh kembang, dokter spesialis kedokteran olahraga dr. Michael Triangto, SpKO mengungkapkan bahwa aktivitas fisik sangat penting. “Aktivitas fisik tidak hanya memberikan manfaat kesehatan, tetapi juga mampu merangsang ketrampilan motorik, perkembangan kognitif, dan kemampuan mengelola emosi,” ujarnya.

Dr. Michael menegaskan yang terpenting dalam aktivitas fisik anak pada usia ini adalah gerakan-gerakan yang tidak saja mampu menstimulasi pertumbuhan otot, tetapi juga aman dilakukan.

“Misalnya, dalam ‘Gerak 123’ terdapat gerakan melompat dan berlari di tempat yang selain untuk kekuatan otot dan tulang juga untuk latihan otak dan koordinasi fisik,“ ujarnya. Bahkan, bila dilakukan bersama orang tua, ‘Gerak 123’ dapat lebih menguatkan hubungan emosional antara anak dan orang tua,“ pungkas Dr. Michael.

Selain itu, Psikolog keluarga, Roslina Verauli, M.Psi., Psi., memaparkan bahwa salah satu bentuk cinta kasih orang tua adalah memastikan buah hatinya tumbuh kembang secara optimal.

“Banyak hal yang dilakukan orang tua untuk hal itu, antara lain dengan memberikan asupan nutrisi yang tepat dan menstimulasi anak-anak dengan gerak fisik yang sesuai usia dan kebutuhan,” ungkapnya.

Frisian Flag Indonesia dengan brand value nya ‘Building Strong Family’ atau dapat diartikan sebagai membangun keluarga sehat dan kuat meluncurkan ‘Gerak 123’. Susu Pertumbuhan Frisian Flag Jelajah dan Karya, dan ‘Gerak 123’ adalah dua dari tiga elemen penting yang diyakini merupakan fondasi tumbuh kembang anak; cinta kasih, nutrisi dan stimulasi gerak yang disesuaikan usia dan kebutuhannya.

Menurut Marketing Director Frisian Flag Indonesia, Felicia Julian, Frisian Flag Indonesia percaya bahwa paling tidak diperlukan tiga elemen penting untuk seorang anak dapat tumbuh pintar, kuat dan tinggi, yakni  kasih sayang orang tua, asupan nutrisi yang tepat, dan stimulasi gerak yang sesuai usia & kebutuhan. “Karenanya, Frisian Flag yang didukung oleh produk Frisian Flag Jelajah & Karya dan ‘Gerak 123’ yang merupakan dua dari tiga elemen penting tersebut,” imbuh Felicia.

Ia juga menambahkan, Frisian Flag Indonesia juga melakukan ‘Pencarian Anak 123’ untuk mensosialisasikan ‘Gerak 123’ kepada masyarakat luas. “Kami berharap ‘Gerak 123’ melahirkan lebih banyak generasi Indonesia yang pintar, kuat dan tinggi,” tutupnya.

Top