NAVIGATION

TRENDING POSTS

1 Hotel | Hotel

Ekspansi Parkside Hotels & Resorts di Tanah Air

2 Highlight | Hotel | Millenium Hotel Sirih Jakarta

Sambut Tahun Baru 2017 Bersama Millennium Hotel Sirih Jakarta

3 Gaya Hidup | Tekno

Parenting di Era Digital

Terapi Nutrisi Ketika Diare Menyerang

Terapi Nutrisi Ketika Diare Menyerang

image: bidanku.com

Sebagai orang tua kita harus mengerti dan memahami pemberian cairan dan nutrisi pada saat anak mengalami diare

Marketplus.co.id – Sebagai pemicu utama malnutrisi pada anak terlebih bayi dan balita, diare menjadi salah satu penyebab terganggunya proses pertumbuhan yang berdampak pada kebugaran dan produktivitas di usia dewasa. Oleh karena itu penting untuk orang tua dan pengasuh mengerti pentingnya penanganan diare dengan mengkombinasi pemberian cairan dan nutrisi.

Emilia Achmadi – Nutritionist menyatakan “Diare berdampak besar terutama pada bayi dan balita, diare menjadi salah satu kondisi kesehatan yang harus dengan segara ditangani dengan cepat dan tepat. Memasukkan kembali cairan dan elektrolit adalah bentuk pertolongan pertama yang bisa dilakukan. Larutan elektrolit dapat ditemukan secara komersial yang sering dikenal dengan istilah oralit.”

CDC – Centers for Disease Control and Prevention mengangkat diskusi seputar intoleransi laktosa, ketidakmampuan mencerna laktosa yang ditemukan dalam produk susu.

Rekomendasi untuk tetap memberikan makanan kepada bayi dan balita disamping cairan elektrolit pada saat diare didukung oleh data penelitian. Akan tetapi masih menjadi topik diskusi, dalam hal bentuk makanan yang diberikan, terutama pada bayi dan anak yang masih menerima asupan gizi sebagian besar melalui susu. Munculnya kondisi kekurangan enzim laktase sering menjadi salah satu faktor yang dihubungkan dengan diare.

Apa itu enzim laktase?

Laktase adalah salah satu enzim yang ditemukan di dalam pencernaan yang berfungsi untuk mencerna laktosa yang terkandung dalam susu. Pada saat laktase tidak diproduksi atau diproduksi dalam jumlah yang tidak memadai, laktosa yang tidak tercerna dengan sempurna dapat menjadi pemicu diare pada manusia, terutama pada bayi dan balita, yang menjadikan susu sebagai sumber nutrisi utama.

Susu bebas laktosa memiliki nilai gizi yang sama seperti susu lainnya, termasuk kandungan energi, protein, vitamin D dan mineral seperti kalsium dan potasium. Dalam banyak kasus, pemberian susu bebas laktosa menjadi alternatif bagi ibu yang memiliki anak bayi dan balita yang mengalami masalah diare yang dapat didiskusikan bersama dokter anak apabila ada tanda-tanda masalah pencernaan laktosa.

Terlepas dengan fakta tersebut di atas, melanjutkan ASI dan pemberian susu menjadi langkah yang baik dan dalam sebuah penelitian terbukti mengurangi frekuensi buang air.

Untuk anak balita yang sudah mulai mengkonsumsi makanan padat, Academy of Nutrition and Dietetics mengeluarkan panduan sederhana apa yang perlu tetap diberikan dan apa yang perlu dihindari selama diare masih berlangsung:

diare

 

Berikut ini adalah langkah-langkah yang perlu diambil apabila anak atau anggota keluarga Anda menderita diare:

  1. Teruskan pemberian ASI bila anak masih mendapat ASI
  2. Berikan cairan sebisanya anak Elektrolit sesuai anjuran dokter
  3. Jangan berikan jus buah maupun soda
  4. Teruskan konsumsi Susu bebas laktosa dapat membantu, sekali lagi ikuti saran dokter anak anda.
  5. Anak yang sudah dapat mengkonsumsi pakanan padat, ikuti anjuran di
  6. Untuk masalah diare yang tidak berkepanjangan, kondisi normal dapat dicapai dalam waktu 24 jam

 

Top