NAVIGATION

TRENDING POSTS

1 Hotel | Hotel

Ekspansi Parkside Hotels & Resorts di Tanah Air

2 Highlight | Hotel | Millenium Hotel Sirih Jakarta

Sambut Tahun Baru 2017 Bersama Millennium Hotel Sirih Jakarta

3 Gaya Hidup | Tekno

Parenting di Era Digital

Perencanaan Sistem Transportasi Intermodal

Perencanaan Sistem Transportasi Intermodal

Apa itu perencanaan sistem transportasi intermodal?

Marketplus.co.id – Perencanaan sistem transportasi intermodal adalah sebuah proses yang melibatkan jaringan, interaksi, dan pergerakan antar beberapa moda transportasi untuk memberikan nilai tambah berupa perpindahan manusia dan barang secara efekfif dan efisien.

Perencanaan transportasi intermodal fokus pada penyediaan jaringan fasilitas transportasi seperti: bandar udara, terminal bus, lokasi transfer barang, jaringan jalan raya dan jalan tol, kendaraan, peralatan pendukung teknologi informasi, dan juga fasilitas serta dokumentasi perpindahan barang dan manusia. Sedangkan penyedia dari bermacam fasilitas tersebut bisa dari pemerintah, kepemilikan sendiri dari organisasi, menyewa fasilitas, atau bekerja sama dengan pihak lain.

Sebagai contoh, jaringan infrastruktur disediakan oleh pemerintah, peralatan teknologi informasi adalah milik sendiri, gudang tempat menyimpan barang menyewa dari penyedia jasa gudang, kendaraan darat (misal: truk) dan kontainer meminjam dari penyedia jasa kendaraan.

Jaringan intermodal yang baik dapat memanfaatkan jaringan transportasi dan teknologi informasi yang ada (tidak perlu menggunakan semua moda transportasi) sehingga dapat memfasilitasi perpindahan barang dan manusia dari satu lokasi ke lokasi lain dengan tingkat pelayanan dan biaya yang optimum.

Adapun tahapan perencanaan sistem transportasi intermodal terdiri dari:

  1. Membuat rencana jangka pendek dan perkiraan kebutuhan jangka panjang. Sesuaikan dengan perkembangan kebijakan dan pembangunan infrastruktur suatu negara.
  2. Membuat rencana intermodal: jaringan, rute, dan fasilitas.

Jaringan transportasi adalah fasilitas yang dibangun pemerintah sehingga kita sebagai perusahaan tidak dapat memengaruhi kondisi ini. Namun perusahaan dapat menyiasati rute transportasi sehingga hasilnya efisien.

  1. Penyediaan fasilitas: milik sendiri atau kontrak kerjasama.

Pertimbangkan keuntungan dan kerugian menggunakan moda transportasi sendiri atau menyewa dari pihak lain, peraturan yang berlaku, dan risiko perawatan serta biaya fasilitas.

  1. Menyediakan moda transportasi ramah lingkungan, fasilitas pergerakan manusia dan perpindahan barang yang aman, dan hemat energi.
  2. Membuat ukuran kinerja keberhasilan sistem intermodal.

Lakukan benchmark terhadap perusahaan lain di industri sejenis supaya patokan keberhasilan merupakan capaian yang terbaik dibandingkan pesaing. Sehingga kita bisa menjadi pemenang dalam ranah ini.

  1. Membuat rencana anggaran dan kebutuhan sumber daya manusia.

Perhatikan perubahan pasar, peraturan pemerintah, persaingan dari negara lain, sampai dengan beberapa tahun ke depan. Ingat! Menginterpolasikan data masa lalu tidaklah cukup untuk membuat rencana ini.

Agar rencana di atas bisa berjalan baik dan hasilnya optimal, perencanaan tersebut harus diiringi dengan menyoroti hal-hal di bawah ini yang merupakan bagian dari manajemen risiko transportasi intermodal yaitu:

  • Biaya investasi awal tinggi, namun baik untuk jangka panjang.
  • Pengawasan yang semakin kompleks membutuhkan ketepatan data dan disiplin para pekerja.
  • Penggunaan beberapa sarana transportasi yang tidak maksimum. Hal ini dapat meningkatkan biaya.
  • Peraturan pemerintah dan pajak yang beragam antar negara, sehingga dibutuhkan pengetahuan/buku panduan mengenai peraturan-peraturan terbaru di suatu negara. Peraturan-peraturan baru ini harus diinformasikan kepada rekan di negara lain untuk memfasilitasi pengiriman barang yang baik bagi konsumen.
  • Untuk mencapai lokasi terpencil harus bekerja sama dengan penyedia jasa transportasi lokal yang belum diketahui benar reputasinya, atau dapat meningkatkan biaya kirim karena penyedia jasa tersebut merasa menjadi satu-satunya pilihan kerjasama, atau sulit terjangkau teknologi informasi akibat dari infrastruktur jaringan komunikasi yang kurang.
  • Informasi yang tidak valid di dalam sistem yang kompleks, sehingga menghambat proses pengambilan keputusan.
  • Konflik kepentingan antara pengirim barang dengan pihak penyewa jasa transportasi. Hal ini dapat diminimalisir dengan kontrak kerjasama yang jelas di awal perencanaan dan koordinasi selama masa kerjasama.

Sistem transportasi intermodal yang berhasil adalah sistem yang dapat memaksimalkan layanan dan kinerja pengiriman dan penyimpanan barang sementara, sekaligus mempersiapkan tindakan pencegahan dan perbaikan terhadap risiko, dan mewujudkan sistem transportasi ramah lingkungan dengan biaya yang optimum.

Top