NAVIGATION

TRENDING POSTS

1 Hotel | Hotel

Ekspansi Parkside Hotels & Resorts di Tanah Air

2 Highlight | Hotel | Millenium Hotel Sirih Jakarta

Sambut Tahun Baru 2017 Bersama Millennium Hotel Sirih Jakarta

3 Gaya Hidup | Tekno

Parenting di Era Digital

Mengenal Safe Haven Asset

Mengenal Safe Haven Asset

Apa itu safe haven asset?

Marketplus.co.id – Anda mungkin sering mendengar istilah safe haven, namun belum banyak dari kita yang benar-benar mengerti arti dari safe haven itu sendiri. Secara harafiah, safe haven artinya tempat perlindungan atau pelarian yang aman. Misalkan dalam suatu keadaan bencana atau peperangan, warga akan mengungsi ke tempat yang aman dari bencana atau tidak terkena dampak dari peperangan. Tempat yang aman tersebut biasa disebut “safe haven”.

Dalam dunia investasi pun mengenal istilah safe haven asset. Safe haven asset dapat didefinisikan sebagai jenis investasi yang harganya diperkirakan akan tetap stabil ataupun meningkat saat terjadi gejolak pasar. Gejolak pasar dapat diakibatkan oleh kondisi fundamental ekonomi yang tiba-tiba memburuk, meningkatnya risiko geopolitik, ataupun terjadinya bencana alam. Oleh karena itu, investor biasanya akan keluar dari posisi yang berisiko dan masuk ke aset yang lebih aman terhadap pergerakan pasar yang sering kali tidak dapat diprediksi.

Selama beberapa tahun terakhir, emas dinilai sebagai tujuan investasi yang aman terutama saat terjadi gejolak di pasar mata uang atau currency. Posisi emas sebagai logam mulia diminati di seluruh dunia, dengan pasokan yang terbatas dan memiliki nilai intrinsik yang tinggi. Dalam portfolio investasi, emas juga merupakan jenis aset lindung nilai atau hedging terhadap inflasi. Selain emas, Swiss Franc juga dianggap sebagai safe haven karena kebijiakan ekonomi Swiss yang sangat berhati-hati, dengan fundamental ekonomi yang sangat kuat dan posisi utang yang dinilai berada di level yang aman.

Dengan alasan yang sama, Yen Jepang juga dianggap sebagai safe haven dengan pertimbangan ekonomi yang sangat kuat dengan tingkat inflasi yang sangat rendah mendekati 0% sehingga nilai mata uang Jepang dinilai cukup stabil.

Berikutnya, obligasi pemerintah US Treasury identik dengan aset aman terutama saat terjadi gejolak pada perekonomian. Hal ini dikarenakan obligasi US Treasury diterbitkan oleh Pemerintah AS yang tidak pernah gagal (default) dalam membayar utangnya. Karena alasan ini pulalah, maka imbal hasil obligasi US Treasury menjadi tolok ukur dari obligasi negara-negara lain. Sehingga, jika terjadi kenaikan imbal hasil dari obligasi US Treasury, maka akan cenderung mendorong kenaikan imbal hasil obligasi yang diterbitkan oleh negara lain, dan sebaliknya.

Definisi safe haven pun tak terbatas pada jenis aset tradisional diatas. Jika dalam kondisi ekonomi atau pasar yang  memburuk, terdapat satu jenis aset yang tidak mengalami penurunan dibandingkan dengan semua kelas aset lain, maka saat itu aset tersebut dapat dikategorikan sebagai jenis safe haven.

Sebagai contoh, dengan berkembangnya teknologi, jenis investasi alternatif seperti crypto currency, sejak tahun lalu mulai dipertimbangkan sebagai jenis aset safe haven, terutama karena kenaikan nilai crypto currency ini justru di saat meningkatnya popularitas kaum populis atau anti globalisasi, ketegangan di Korea Utara dan penarikan stimulus moneter bank sentral dunia.

Meskipun disebut safe haven, aset tersebut tidak sepenuhnya aman dari risiko. Misalnya obligasi pemerintah masih terekspos risiko pasar, meskipun potensi risiko tidak sebesar aset berisiko lainnya seperti saham. Jadi, dengan mengetahui aset safe haven yang ada di pasar, investor dapat melakukan diversifikasi kelas aset untuk mengoptimalkan imbal hasil baik pada saat keadaan ekonomi yang positif ataupun pada saat ekonomi sedang memburuk.

Top