NAVIGATION

TRENDING POSTS

1 Hotel | Hotel

Ekspansi Parkside Hotels & Resorts di Tanah Air

2 Highlight | Hotel | Millenium Hotel Sirih Jakarta

Sambut Tahun Baru 2017 Bersama Millennium Hotel Sirih Jakarta

3 Gaya Hidup | Tekno

Parenting di Era Digital

Membangun Kekuatan Brand Melalui Social Media

Membangun Kekuatan Brand Melalui Social Media

Yuk, simak obrolan dengan Henry Manampiring pemilik akun Twitter @newsplatter, penulis buku yang sekaligus menjabat sebagai Client Partner Facebook.

Marketplus.co.id – Perkembangan teknologi mobile telah memainkan peran penting dalam mengubah cara berkomunikasi dan berinteraksi. Munculnya media sosial membuat kita tidak pernah bisa lepas dari perangkat mobile, baik itu melakukan pekerjaan sehari-hari atau sekedar update status.

“Buat Saya personal, media sosial itu just for ‘Fun” hanya untuk hiburan, kita bisa terhubung dengan banyak orang yang beragam, kita tahu berita apa yang sedang viral. But For Bussiness or Brand, gunakan media sosial itu sebagai alat riset” Ujar  Henry Manampiring saat ditemui di Kantornya.

Menurutnya, sebagai seorang yang berkecimpung di bidang marketing and advertising, munculnya media sosial membuat strategi komunikasi untuk menjangkau dan berbicara pada konsumen semakin beragam sekaligus memberi ruang kreatif yang lebih banyak. Perkembangan digital sangat mengubah pola perilaku konsumen, ini justru menjadi hal yang menarik dan sekaligus tantangan unik untuk para marketer dalam mengemas pesan suatu brand yang stand out dan berbeda dari kompetitornya.

Sosial Media sebagai Alat Riset

“Menurut saya, media sosial adalah sumber informasi yang efektif  untuk dijadikan alat riset.”

Saya ambil konteks untuk brand, sosial media itu sangat penting baik dari segi aktif maupun pasif. Jika berbicara secara aktif, pebisnis tidak bisa mengabaikan aktifitas secara brand di sosial media, karena pada kenyataannya makin banyak orang Indonesia yang menikmati sosial media. Kita tidak bisa lagi hanya mengandalkan strategi lama untuk bersaing memperebutkan perhatian orang untuk suatu brand yang ingin berbicara.  Secara pasif, kita bisa menggunakan media sosial untuk riset. Kita tahu selera konsumen diluar lagi bergeser kemana, produk apa yang cocok dan dibutuhkan konsumen. Itu semua bisa kita jadikan informasi untuk perkembangan bisnis kita.

Menurut Henry, Social media disebut sosial media bagi penggunanya, tetapi bagi suatu brand cara pakainya belum tentu “social media”, maksudnya gunakan social media sebagai reach media. Kenapa? Dari artikel yang saya baca Harvard Bussiness Review yang berjudul What the Value of Likes menemukan bahwa “orang-orang yang memfollow brand di social media ternyata tidak mengubah perilaku pembelian mereka” ungkapnya.

Hindari hanya berfokus membangun followers saja, karena itu tidak objektif untuk membantu meningkatkan penjualan.  Artinya gunakanlah social media itu sebagai tempat konsumen berada tidak ada bedanya dengan channel lain untuk menjangkau konsumen.

Kenali setiap digital platform, pilihlah platform yang memang efektif dan efisien untuk menjangkau konsumen karena setiap platform itu pasti berbeda karakter. Sadari bahwa perilaku orang mengkonsumsi media sosial itu berbeda-beda.

Common sense, perilaku brand. Baik itu beriklan di media social ataupun posting konten, hormatilah orang di luar sana. Maksudnya adalah berperilakulah yang baik dengan konsumen, respect dengan mereka hal yang sebenarnya cukup standar tapi dapat berimpact besar.

 

Top