NAVIGATION

TRENDING POSTS

1 Hotel | Hotel

Ekspansi Parkside Hotels & Resorts di Tanah Air

2 Highlight | Hotel | Millenium Hotel Sirih Jakarta

Sambut Tahun Baru 2017 Bersama Millennium Hotel Sirih Jakarta

3 Gaya Hidup | Tekno

Parenting di Era Digital

Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan di Indonesia

Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan di Indonesia

Tokoh Muda Perempuan di Indonesia Bertukar Pikiran di Forum Visi Pemuda 2030

Marketplus.co.id – Berdasarkan survei Indonesia Business Coalition For Women Empowerment (IBCWE), 49.75% populasi di Indonesia adalah perempuan. 51% perempuan berpartisipasi dalam dunia kerja, namun hanya 5-10% posisi dari manajemen tertinggi dipegang oleh perempuan. Indonesia sendiri menempati posisi ke-88 dari 144 Negara untuk kesetaraan gender.

Dua tahun lalu, pada tanggal 25 September 2015, pemimpin dunia bertemu untuk mengesahkan Agenda Pembangunan Berkelanjutan 2030 yang terdiri dari 17 tujuan untuk menyeimbangkan tiga dimensi pembangunan berkelanjutan: lingkungan, sosial dan ekonomi. Tujuan no. 5, kesetaraan gender merupakaan prasyarat untuk Pembangunan Berkelanjutan dan untuk mengatasi tantangan lain, termasuk kemiskinan, kesenjangan, ketahanan pangan, kesehatan dan pendidikan.

Mengambil semangat Peringatan Sumpah Pemuda, Indonesia Bussiness Coalition for Women Empowerment (IBCWE) bersama UN Women, United Nations Development Programme (UNDP) dan Association Internationale des Etudiantes en Sciences Economiques at Commerciales 9AIESEC) mengadakan forum untuk bertukar visi antar generasi yakni “Visi Pemuda 2030” pada tanggal 20 Oktober 2017 lalu.

Topik kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan di Indonesia ini yang tampaknya diangkat dan menjadi pusat perhatian para tokoh muda perempuan di Indonesia dalam forum visi pemuda 2030 dengan tujuan mendorong kaum muda untuk ikut ambil bagian dalam pencapaian Tujuan pembangunan Berkelanjutan (SDG).

Visi pemuda 2030 merupakan refleksi kumpulan pemikiran generasi muda Indonesia yang berupaya menjawab beragam tantangan bangsa di masa depan.

Dalam sambutannya Shinta W. Kamdani selaku Ketua Dewan Pembina IBCWE mengatakan “ Kesetaraan termasuk juga kesetaraan gender merupakan spirit dari tujuan Pembangunan Berkelanjutan dan juga cita-cita pembentukan bangsa ini. Kami berkomitmen untuk mempromosikan kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan untuk mewujudkan cita-cita ini”.

Sejumlah tokoh muda perempuan memberikan pandangan mereka terkait Visi Pemuda 2030: Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan di Indonesia dengan tujuan mendorong kaum muda untuk ikut ambil bagian karena mereka menyadari betapa kaum muda akan memiliki peran penting dalam pencapaian kesetaraan gender. Forum ini dihadirkan narasumber dari tokoh muda yang sudah membuat perubahan seperti Dayu Dara (Gojek), Shinta Nurfauzia (Lemonilo), Nariswari K. Nurjaman, Ambassador for G(irls)20, Rochmad Siddhiqie, AIESEC dan pemimpin berpengaruh seperti Anne Patricia Sutanto (Pan Brothers), Diani Sadiawati (BAPPENAS), Donna M. Priadi (General Eletric Indonesia) dan Romy Cahyadi (UnLtd Indonesia).

Sementara Kepala Perwakilan PBB di Indonesia, Anita Nirody menekankan “ Kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan krusial dalam pencapaian Agenda Pembangunan Berkelanjutan 2030. Tujuan pembangunan berkelanjutan hanya bisa tercapai jika kita memastikan bahwa perempuan dan anak perempuan dapat meraih potensi seutuhnya. Terlepas dari berbagai kemajuan yang dicapai oleh perempuan, ketidaksetaraan masih terjadi. Saat ini, belum ada negarra di dunia yang menutup kesenjangan gender.

Secara khusus forum membahas kesetaraan gender dan mencari solusi bersama atas tantangan dan hambatan yang menghalangi perempuan dan anak perempuan dalam meraih potensi mereka seutuhnya.

 

 

 

Top