NAVIGATION

TRENDING POSTS

1 Hotel | Hotel

Ekspansi Parkside Hotels & Resorts di Tanah Air

2 Highlight | Hotel | Millenium Hotel Sirih Jakarta

Sambut Tahun Baru 2017 Bersama Millennium Hotel Sirih Jakarta

3 Gaya Hidup | Tekno

Parenting di Era Digital

Danone Aqua Cetuskan Gerakan Revolusi Pangan Melalui Program #DaurUlangBotolmu

Danone Aqua Cetuskan Gerakan Revolusi Pangan Melalui Program #DaurUlangBotolmu

Danone Aqua berpartisipasi dalam Forum for Young Indonesians (FYI) dengan mengedukasi prinsip keberlanjutan dalam bisnis kepada para pemuda.

Marketplus.co.id – Sebagai perusahaan yang mencetuskan gerakan “Revolusi Pangan” (Alimentation Revolution), Danone meneruskan komitmen mereka dengan mengajak konsumen, mitra ritel, petani, pemasok barang dan yayasan nirlaba, untuk bersama-sama membuat desain, memproduksi, memasarkan dan mengkonsumsi makanan dengan cara yang baru untuk menjaga dan meningkatkan kesehatan masyarakat serta mempertahankan kesinambungan bumi.

“Revolusi Pangan” kami lakukan secara gencar dengan meningkatkan kesehatan masyarakat serta menjaga kesinambungan bumi melalui 5 poin ambisi yang harus dicapai, yaitu: melawan perubahan iklim, menjaga siklus air, mendukung pertanian yang berkelanjutan, meningkatkan ekonomi sirkular untuk kemasan dan mengurangi limbah makanan”, kata Karyanto Wibowo  – Direktur Sustainable Development, Danone Aqua

Bersama-sama, Danone Aqua mendorong gerakan Revolusi Pangan, mengajak masyarakat untuk menyadari bahwa pemilihan makanan dan minuman yang kita konsumsi, akan menentukan masa depan bumi yang akan kita tinggali. Sebagai salah satu wujud komitmen untuk meningkatkan kesadaran dan peran serta masyarakat khususnya generasi muda untuk menjaga kelestarian bumi, Danone Aqua berpartisipasi dalam kegiatan “Forum for Young Indonesians”

Melalui “Forum for Young Indonesians” (FYI), Danone Aqua memberikan inspirasi dan menyampaikan pesan kepada generasi muda, akan pentingnya menjaga kelestarian bumi untuk terciptanya ketahanan pangan bagi generasi mendatang yang aman dari bahan-bahan pencemar, mengurangi jejak lingkungan termasuk plastik serta meningkatkan dampak sosial yang positif terhadap masyarakat. FYI sendiri adalah acara yang bertujuan untuk mewujudkan sistem ketahanan pangan yang berkelanjutan dengan membuat platform dimana para anak muda dapat turut serta berkontribusi untuk membangun ketahanan pangan, selaras dengan tujuan dari Sustainable Development Goals (SDG) nomor 2 yaitu bebas dari kelaparan. Setidaknya di Indonesia saat ini 8,4 juta anak mengalami masalah tumbuh kembang dan menderita malnutrisi yang kronis. Dalam panel diskusi yang diadakan dalam FYI, Danone Aqua menyampaikan komitmen perusahaan yaitu “Membangun prinsip keberlanjutan dalam Bisnis” dan mengajak para Young Indonesians untuk bisa berpartisipasi dalam setiap mata rantai sistem pangan yang berkelanjutan.

Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Ibu Nila F. Moeloek (kiri) berserta Wailayati Ningsih – Senior Health & Nutrition Manager, Danone Aqua (kanan) bersama-sama membuang botol Aqua bekas pakai ke dalam tempat sampah yang membentuk replika botol Aqua di sela acara Forum for Young Indonesians (FYI) di Jakarta, Minggu 22 October 2017.

Tak hanya membagikan pesan positif dengan mengajak para anak muda melakukan perubahan, di acara Forum For Young Indonesians Danone Aqua mengajak para partisipan mengikuti kegiatan #DaurUlangBotolmu di booth AQUA selama kegiatan FYI berlangsung. Dalam booth ini Danone Aqua menyebarkan perilaku baik dengan tidak membuang botol sembarangan dan memberikan inspirasi bagaimana cara melakukan daur ulang dari botol AQUA.  Disini para Young Indonesians diperlihatkan informasi-informasi tentang inisiatif yang dilakukan oleh Danone Aqua untuk berkontribusi terhadap kelestarian bumi dan diperlihatkan melalui media visual berupa panel yang terdiri dari tiga bagian, yaitu:

  • Panel 1:Kebaikan kemasan AQUA yang telah menggunakan bahan baku kemasan PET sehingga menciptakan kualitas air dan kandungan yang tetap terjaga selama proses produksi, transportasi, distribusi, penyimpanan hingga dikonsumsi oleh konsumen.  Kemasan PET ini sudah 100% recyclable atau bisa didaur ulang.
  • Panel 2:Dampak dari kemasan yang dibuang sembarangan dan tidak dikelola dengan baik dapat mencemari daratan dan perairan yang bisa mengganggu sumber pangan manusia.
  • Panel 3:Upaya Danone AQUA untuk mengelola kemasan bekas dari berbagai wilayah. Melalui proses ini botol bekas AQUA dikirim ke Recycling Business Unit (RBU) yang kemudian dapat diproses menjadi bahan baku tekstil.

Pada booth #DaurUlangBotolmu di FYI, partisipan dapat melihat bukti nyata komitmen dari Danone Aqua yang menggandeng para pihak dalam mengubah mengelola limbah mereka. Setiap tahun Danone Aqua sudah mengumpulkan lebih dari 12000 Ton limbah botol plastik dan di tahun 2017 Danone Aqua bekerjasama dengan H&M Indonesia sebuah perusahaan fesyen ternama untuk mengolah limbah botol plastik untuk didaur ulang menjadi serat Polyester yang selanjutnya diubah menjadi produk fesyen.  Produk fesyen seperti kaus kaki dan sarung tangan tersebut akan menjadi koleksi winter dan rencananya akan mulai dipasarkan di outlet H&M di seluruh dunia mulai tahun depan.

Hal lainnya untuk mendukung gerakan tidak membuang botol secara sembarangan melalui #DaurUlangBotolmu juga dapat dilakukan oleh Young Indonesians dalam booth ini dengan mengikuti kompetisi foto di sosial media yang dapat diikuti oleh partisipan dengan cara terlebih dahulu mengikuti Instagram @Aqualestari dan @FYIndonesians, lalu para peserta dapat mengunggah foto dan berbagi keseruan mereka melalui caption yang kreatif. Tak hanya itu, keseruan lainnya yang bisa didapatkan yaitu inovasi terbaru yang sedang dikembangkan oleh Danone Aqua, Telkomsel dan MySmash dengan menukar botol bekas AQUA dengan pulsa atau kuota internet lewat aplikasi T-Cash

“Harapan kami melalui partisipasi di “Forum for Young Indonesians” dapat memperkuat komitmen bisnis Danone Aqua dalam mendorong “Revolusi Pangan”, sehingga tercipta ketahanan pangan yang berkelanjutan bagi generasi mendatang yang sesuai slogan terbaru kami “One Planet One Health””, tutup Karyanto.

Top