NAVIGATION

TRENDING POSTS

1 Hotel | Hotel

Ekspansi Parkside Hotels & Resorts di Tanah Air

2 Highlight | Hotel | Millenium Hotel Sirih Jakarta

Sambut Tahun Baru 2017 Bersama Millennium Hotel Sirih Jakarta

3 Gaya Hidup | Tekno

Parenting di Era Digital

Pailit dan Bangkrut: Serupa Tapi Tak Sama

Pailit dan Bangkrut: Serupa Tapi Tak Sama

Mimpi buruk bagi perusahaan manapun adalah gulung tikar alias tutup usaha. Istilah apa yang tepat untuk menggambarkannya: bangkrut atau pailit? Pelajari perbedaannya.

Marketplus.co.id – Berita mengejutkan datang dari perusahaan jamu legendaris, PT Nyonya Meneer. Pasalnya, dilansir dari detik.com, perusahaan yang telah berdiri sejak tahun 1919 itu dinyatakan pailit oleh Pengadilan Negeri Semarang.  Alasannya adalah karena PT Nyonya Meneer tidak mampu membayar utang. Jumlah utang perusahaan
tersebut diperkirakan mencapai 270 miliar rupiah. Jumlah tersebut di antaranya utang kepada 37 kreditur sebesar 250 miliar rupiah dan utang pajak sebesar 20 miliar rupiah.

Berita tersebut dengan cepat menyebar ke masyarakat. Akan tetapi, beberapa orang menyamakan pengertian pailit dan bangkrut. Padahal dua kata tersebut mempunyai makna yang berbeda. Meskipun kata ‘pailit’ dan ‘bangkrut’ sama-sama identik dengan berhentinya kegiatan suatu perusahaan. Pada tulisan ini akan dijelaskan perbedaan pailit dan bangkrut dari dua tinjauan, yaitu tinjauan pengertian dan penyebab.

Mengerti Definisi

Ditinjau dari pengertian, menurut Undang-Undang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang, UU No. 37 Tahun 2004. Lembaran Negara No. 131 Tahun 2004. Tambahan Lembaran Negara No. 4443. Pasal 1 nomor 1 Undang- Undang Nomor 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang, kepailitan adalah sita umum atas semua kekayaan Debitor Pailit yang pengurusannya dilakukan oleh Kurator di bawah pengawasan Hakim Pengawas sebagaimana diatur dalam undang-undang tersebut.

Sedangkan kata ‘bangkrut’ tidak dikenal dalam undang-undang negara kita. Sehingga tidak adanya kepastian mengenai definisi bangkrut itu sendiri.

Memahami Sebabnya

Sedangkan ditinjau dari penyebab, pailit dan bangkrut juga memiliki perbedaan yang cukup mencolok. Menurut Pasal 2 ayat (1), suatu perusahaan dapat dinyatakan pailit dengan putusan pengadilan jika debitor mempunyai dua  atau lebih kreditor dan tidak membayar lunas sedikitnya satu utang yang telah jatuh waktu dan dapat ditagih.

Sementara Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 18/PUU-VI/2008 halaman 27 menyatakan bahwa perusahaan bangkrut bukan karena kesalahan buruh dan banyaknya kebangkrutan di Indonesia disebabkan oleh dua faktor, yaitu faktor eksternal di luar kewenangan pengusaha dan mismanagement.

Contoh dari faktor eksternal di luar kewenangan pengusaha adalah kebijakan IMF menutup sejumlah bank di Indonesia yang juga mempunyai dampak pada pengusaha maupun buruh. Sedangkan contoh dari mismanagement adalah pada tahun 1998 IMF memaksa menutup beberapa bank di Indonesia yang mengakibatkan beberapa bank bangkrut. Sehingga banyak perusahaan di Indonesia juga bangkrut. Itumerupakan salah satu kebijakan IMF yang tidak dipikirkan dengan matang.

Sehingga berdasarkan uraian di atas, dapat kita simpulkan bahwa apa yang dialami oleh PT Nyonya Meneer dapat dikatakan sebagai pailit, bukan bangkrut. Alasannya adalah PT Nyonya Meneer memiliki utang kepada 37 kreditur dan belum dibayarkan.

 

Oleh: LK2 FHUI

Tim buatkontrak.com

Top