NAVIGATION

TRENDING POSTS

1 Highlight | Hotel | Millenium Hotel Sirih Jakarta

Sambut Tahun Baru 2017 Bersama Millennium Hotel Sirih Jakarta

2 Gaya Hidup | Tekno

Parenting di Era Digital

3 Food &Beverage | Highlight | Products

Mulai 1 April 2017, Ichitan Bagikan Hadiah Rp300 Juta

Kioson, Startup Pertama yang Melantai di BEI

Kioson, Startup Pertama yang Melantai di BEI

Agar semua bisa online, Kioson menjadi jembatan antara underserved market dengan teknologi digital.

Marketplus.co.id – Perusahaan e-commerce Online-to-Offline (O2O) PT Kioson Komersial Indonesia Tbk hari ini menyelenggarakan paparan publik (Public Expose), untuk mendukung rencana penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO). IPO dinilai sebagai pilihan terbaik untuk memperkuat fundamental perusahaan dalam jangka panjang, sehingga kinerja bisnis dapat tumbuh secara berkelanjutan. Kioson akan menjadi perusahaan rintisan (startup) pertama yang melantai di Bursa Efek Indonesia.

Dengan menawarkan layanan sebagai platform Online-to-Offline (O2O), Kioson mengambil peran sebagai jembatan antara underserved market dengan teknologi digital, sehingga bisa meningkatkan jumlah masyarakat yang belanja online.

Berdasarkan hasil survei indikator TIK 2015 dari Kementerian Informasi dan Komunikasi Republik Indonesia, dari total pengguna internet sebanyak 93,4 juta orang, baru sekitar 8,7 juta orang yang aktif sebagai online shopper. Selain itu, jumlah pengguna internet di kota-kota lapis kedua (rural area) baru mencapai 17,3%.

“Rencana IPO ini merupakan bagian dari strategi kami dalam melaksanakan misi menjadi jembatan antara underserved market dengan teknologi digital. Kami melihat bahwa pasar yang belum terlayani oleh dunia digital masih sangat luas. Selama ini, ada tiga hal utama yang menjadi penghambat melayani mereka, yaitu pembayaran, logistik, dan kepercayaan terhadap e-commerce. Kioson sebagai platform O2O menghadirkan solusi atas hambatan tersebut, sehingga sesuai tagline kami – Semua Bisa Online,” jelas Jasin HalimCo-Founder Kioson.

Dalam rencana IPO ini, Kioson menawarkan sebanyak-banyaknya 150 juta lembar saham atau sebanyak-banyaknya 23,07% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh setelah pelaksanaan Penawaran Umum Perdana Saham yang akan ditawarkan dengan harga Rp280,- sampai dengan Rp300,- per lembar saham. Dengan demikian, Kioson menargetkan untuk memperoleh dana dari hasil IPO sebanyak Rp42 miliar sampai dengan Rp 45 miliar.

Kioson secara bersamaan juga menerbitkan sebanyak-banyaknya 150 juta Waran Seri I yang menyertai saham baru Kioson atau sebanyak-banyaknya 30% dari total jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh untuk diberikan secara cuma-cuma sebagai insentif bagi para pemegang saham. Dalam rangka rencana IPO ini, Kioson mempercayakan PT Sinarmas Sekuritas sebagai underwriter.

Sekitar 75,76% dana hasil IPO akan digunakan Kioson untuk mengakuisisi PT Narindo Solusi Komunikasi (“Narindo”). Selebihnya, akan digunakan untuk modal kerja. “Akuisisi ini akan memperkuat struktur dan menambah portofolio Perseroan, yang pada akhirnya akan memberikan kontribusi positif kepada kinerja keuangan Perseroan,” ujar Jasin.

“Dengan performa perusahaan, kebutuhan masyarakat yang masih sangat besar dan belum sepenuhnya terpenuhi, serta manajemen yang berpengalaman puluhan tahun di industri retail, kami yakin IPO Kioson ini dapat menjadi pilihan investasi yang tepat bagi para investor,” tambahnya.

Strategi perusahaan juga sejalan dengan visi pemerintah Indonesia yang menargetkan untuk bisa menjadi negara dengan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara pada 2020.

“Dengan adanya layanan yang ditawarkan Kioson, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) selaku kios-kios mitra kami dapat berperan menjadi gerbang dalam mengenalkan dunia digital kepada underserved market. Dari sini, konsumen akan lebih mudah mengakses layanan e-commerce. Layanan kami akan membantu konsumen melakukan pembayaran dan mendapatkan layanan logistik. Dengan demikian, kita bisa membangun kepercayaan masyarakat terhadap e-commerce dan dunia digital, sehingga bisa menjadi pintu untuk menawarkan berbagai layanan digital lain,” jelas Jasin.

Hingga April 2017, Kioson telah memiliki lebih dari 15.000 mitra kios yang tersebar di 384 kota di Indonesia, dengan mayoritas berada di kota lapis kedua. Perseroan menargetkan peningkatan mitra kios mencapai 100 persen pada akhir 2017.

Beragam produk dan layanan tersedia di aplikasi Kioson fokus pada tiga kategori, yakni layanan digital dan Payment Point Online Bank (PPOB), layanan Keuangan, serta layanan e-commerce. Kioson juga bermitra dengan perusahaan terkemuka antara lain perusahaan gadget, perbankan, asuransi, dan e-commerce.

Secara kinerja, berdasarkan laporan keuangan per 30 April 2017, omset Kioson sudah mencapai Rp 25,9 miliar. Dengan total aset mencapai Rp 44,77 miliar atau naik sebesar 25,29% bila dibandingkan dengan aset per 31 Desember 2016.

 

Top