NAVIGATION

TRENDING POSTS

1 Highlight | Hotel | Millenium Hotel Sirih Jakarta

Sambut Tahun Baru 2017 Bersama Millennium Hotel Sirih Jakarta

2 Gaya Hidup | Tekno

Parenting di Era Digital

3 Food &Beverage | Highlight | Products

Mulai 1 April 2017, Ichitan Bagikan Hadiah Rp300 Juta

Generasi Millennials Sebagai Ibu Pekerja

Generasi Millennials Sebagai Ibu Pekerja

Para millennials ini seakan tak pernah habis dibahas menjadi topik perbincangan karena memiliki karakteristik yang berbeda dari generasi-generasi sebelumnya.

Marketplus.co.id – Lingkungan para pekerja saat ini bisa dibilang multigenerasi. Mulai dari generasi baby boomers, generasi X, sampai ke generasi Y atau millenials. Nah, yang terakhir disebut adalah mereka yang lahir di rentang tahun 1980–2000. Di 2017, kurang lebih saat ini mereka berada pada usia 17–37 tahun.

Menyoal lingkungan kerja yang juga marak digeluti kaum wanita, maka mereka ini berada pada masa produktif, tidak hanya dalam karier namun juga dalam urusan membangun rumah tangga. Lantas bagaimana wanita-wanita millennials menjalankan perannya sebagai ibu sekaligus pekerja?

Menurut berbagai penelitian, generasi millennials memiliki karakteristik sebagai berikut dalam perannya sebagai ibu sekaligus pekerja.

Lebih Percaya User Generated Content

Karakteristik ini memperlihatkan perempuan milenial lebih mempercayai informasi yang dibuat perseorangan daripada dari perusahaan atau iklan. Sebagai Ibu, tentu ingin yang terbaik untuk si buah hati sehingga dalam memutuskan dalam penggunaan produk bagi anak akan mencari informasi atau bertanya tentang pengalaman orang-orang yang memakai suatu merek dibanding membeli karena iklan. Generasi ini juga tidak segan-segan memberikan pengalaman buruk mereka terhadap suatu merek.

Lebih Memilih Gawai Dibanding Televisi.

Televisi lebih dipilih untuk dijauhkan dari anak-anak mereka. Juga kurang mempercayai iklan yang ada di televisi. Sebaliknya, gawai lebih lekat kepada mereka karena dapat dengan cepat mencari informasi melalui forum-forum ibu atau ayah, serta googling informasi yang dibutuhkan agar tetap up-to-date.

Wajib Memiliki Media Sosial

Tidak sedikit informasi tentang parenting diperoleh dari media sosial, generasi Y yang menjadi ibu ini mendapatkan informasi dari akun-akun yang ia follow mengenai pola asuh terkini, menu MPASI, dan hal-hal yang terkait dengan si buah hati.

Kurang Suka Membaca secara Konvensional

Generasi ini kebanyakan lebih memilih membaca buku secara online melalui gawainya karena lebih praktis dan memudahkan, utamanya ketika sedang bersama si buah hati.

Lebih Melek Teknologi Dibanding generasi Sebelumnya

Mulai dari berkomunikasi, berbelanja, mendapatkan informasi, dan lain-lain. Generasi millennials ini menggunakan teknologi untuk menjalankan perannya sebagai orangtua (ibu) dan tetap memenuhi tuntutan pekerjaan. Hal ini dapat dilihat dengan penggunaan CCTV interaktif dalam gawainya, karena mereka dapat berkomunikasi dan mengawasi pengasuh anak di rumah dari kantor. Mereka juga cenderung berbelanja berbagai kebutuhan rumah tangga, anak, dan pribadi secara online karena dianggap lebih mudah dan cepat tanpa mengorbankan waktu bekerja.

Cenderung Tidak Loyal namun Bekerja Efektif

Mereka cenderung meminta gaji tinggi, jam kerja fleksibel, dan bekerja dari tempat lain. Dua hal terakhir yang disebut membantu mengatur peran mereka sebagai Ibu yang mengurus rumah tangga dan sebagai profesional yang berkarir di perusahaan tanpa perlu merasa ada yang dikorbankan. Perusahaan yang menyediakan lingkungan kerja tersebut membuat mereka bekerja dengan efektif dan merasakan keseimbangan hidup dan berdampak pada kepuasan mereka, alhasil berimbas pada kenaikan produktivitas perusahaan.

Mulai Banyak Melakukan Transaksi secara Cashless

Generasi yang tidak mau repot membawa uang. Peran ganda yang diperankan oleh generasi millenials baik sebagai ibu dan wanita karier membuat mereka menyukai kepraktisan dan kemudahan dalam melakukan segala hal. Berbelanja online, transaksi pembayaran pun melalui kartu kredit, atau internet banking, membeli makanan pun secara online. Bisa dilihat bahwa mereka lebih memilih menggunakan payment secara elektronik (cashless) karena mudah, praktis, dan cepat.

Pesatnya arus informasi dan kemajuan teknologi membawa dampak kepada wanita golongan millennials ini, hal tersebut membantu mereka menyeimbangkan peran sebagai ibu dan juga sebagai wanita karier.

Untuk para marketer, dengan memahami pola dan perilku mereka, ada banyak celah yang bisa diambil sebagai ceruk bisnis. Mari manfaatkan momentum dengan cerdas!

 

Editor: Andiana Moedasir

Top