NAVIGATION

TRENDING POSTS

1 Highlight | Hotel | Millenium Hotel Sirih Jakarta

Sambut Tahun Baru 2017 Bersama Millennium Hotel Sirih Jakarta

2 Gaya Hidup | Tekno

Parenting di Era Digital

3 Food &Beverage | Highlight | Products

Mulai 1 April 2017, Ichitan Bagikan Hadiah Rp300 Juta

Sharing Knowledge dan Transaksi Bisnis di FGDexpo 2017

Sharing Knowledge dan Transaksi Bisnis di FGDexpo 2017

Mengusung tema "Connectivity", FGDexpo 2017 akan menjadi rantai nilai yang mengaitkan antara manufaktur, teknologi grafika, penyedia produk-produk dan jasa grafika, lintas media, dan penyedia jasa keuangan.

Marketplus.co.id – Memasuki hari ke-3, pameran FGDexpo 2017 yang berlangsung di area Hall A dan Hall B Jakarta Convention Center (JCC) terlihat tetap meriah dengan banyaknya aktivitas transaksi. Selain produk terkini di setiap booth peserta, fasilitas FGD Main Stage dan FGDcampus juga menyita perhatian para pengunjung di hari ketiga.

FGDexpo 2017 mengusung tema “Connectivity” yang merepresentasikan sebuah rantai konektivitas antara value creation, opportunities, dan solution yang ada di dunia grafika dan desain. Tema ini sesuai dengan tren dunia bisnis global yang menuntut konektivitas antar bidang usaha yang diterjemahkan ke dalam lima elemen penting industri grafika meliputi Creative, Printing, Packaging, Publishing, dan Promotion.

Danton Sihombing, Chairman FGDforum menyebutkan bahwa Industri Grafika di Indonesia terus tumbuh dan memiliki prospek yang menjanjikan di masa mendatang.  “Industri ini adalah industri strategis, dalam pengertian tidak hanya dalam konteks penjualan produk dari produsen, tetapi juga isu dari penyerapan tenaga kerja” ungkapnya. Ia juga optimis bahwa penyelenggaraan FGDexpo 2017 ini juga akan mendorong pencapaian industri grafika Indonesia.

keyakinan tersebut juga dipengaruhi oleh transaksi apik di industri cetak global pada 2017 yang nilainya mencapai USD9 miliar, berdasar data dari IDC (International Data Corporation). Diprediksi sampai tahun 2020, nilainya akan meningkat hingga USD47,2 miliar. Sementara menurut data dari BPS (Badan Pusat Statistik), industri grafika di Indonesia juga mengalami kenaikan, dimana industri penerbitan tumbuh  14,9%, industri packaging naik 13,2%, dan periklanan 12,1%.

Semenetara itu, Andreas Bastedo, Ketua FGDexpo 2017 menjelaskan adanya perubahan dari pangsa pasar industri grafika, “Pangsa pasarnya bukan mengecil, namun terbelah-belah menjadi kecil, jika dilihat secara industri, secara nilai besar dari tahun ketahun tetap naik, perbedaannya jika dulu satu brand punya satu produk, sekarang ini satu brand punya berpuluh-puluh produk yang membuat banyak terjadi shortrun di industri, maka kemudian mesin-mesinnya menyesuaikan. Sekarang eranya perusahaan start-up printing yang konsentrasinya di area tempat (perusahaan itu) dibutuhkan,” paparnya.

Hal tersebut yang menurutnya membuat mesin-mesin kecil, dengan teknologi terkini, dan memiliki efisiensi tinggi, memegang peranan saat ini. Andreas juga menjelaskan bahwa teknologi printing terkini tersebut juga hadir di FGDexpo 2017.

Optimisme yang sama juga datang dari peserta FGDexpo 2017, “Kami optimis target untuk nilai transaksi keseluruhan setidaknya sama seperti FGDexpo dua tahun lalu. Selama dua hari ini kira-kira ada (transaksi) sekitar Rp6 miliar dengan jumlah 22 unit dari berbagai tipe mesin printer, dengan jenis terbanyak tipe UV,” papar Djepri Djahyar, National Sales Manager PT Digital Prima Imaging, salah satu peserta pameran FGDexpo 2017.

Pada hari ketiga penyelenggaraan FGDexpo 2017, sejumlah acara menarik yang bisa diikuti oleh pengunjung telah berlangsung, antara lain Creative Business Cup Indonesia, Rhino, Gathering Majalah Print Graphic yang mengundang Komunitas Digital Printing Indonesia (DPI), workshop Balinese Style Art dan Fablab Masterclass.

Selain di panggung utama dan kelas, beberapa booth peserta juga menggelar product knowledge sharing atau workshop untuk para pengunjungnya. Paper Replika, salah satunya yang mengadakan workshop papercraft untuk belajar membuat replika secara gratis selama pameran berlangsung.

Risma Setyanti, salah seorang siswi sekolah grafis di Jakarta, tertarik datang ke FGDexpo 2017 karena acara workshop di FGDcampus yang berhubungan dengan industri grafika sesuai bidangnya. “Sharing knowledge mengenai Mutu dan SNI (Standar Nasional Indonesia) Cetak memberikan informasi mendalam, jadi saya lebih mengetahui standar pabrikan dan yang dibutuhkan oleh pengguna,” ujarnya.

FGDexpo 2017 menempati area pameran indoor seluas 12.000 meter persegi di Hall A dan B Jakarta Convention Center. FGDexpo 2017 menargetkan 23.000 buyers, baik perorangan maupun perusahaan. FGDexpo terbuka untuk umum dengan harga tiket masuk Rp50.000. Untuk informasi lebih detil, silakan membuka laman web www.fgdexpo.com.

Top