NAVIGATION

TRENDING POSTS

1 Highlight | Hotel | Millenium Hotel Sirih Jakarta

Sambut Tahun Baru 2017 Bersama Millennium Hotel Sirih Jakarta

2 Gaya Hidup | Tekno

Parenting di Era Digital

3 Food &Beverage | Highlight | Products

Mulai 1 April 2017, Ichitan Bagikan Hadiah Rp300 Juta

Kontrak Kerja: Kepentingan Dua Sisi

Kontrak Kerja: Kepentingan Dua Sisi

Sebuah geliat usaha perlu didasarkan pada kesepakatan awal. Kontrak kerja bisa dianggap sebagai ‘jabat tangan’ antara pemberi pekerjaan maupun yang menerima pekerjaan. Tanpanya, jalannya kerja sama akan menjadi sangat risky.

Marketplus.co.id – Anda punya pekerja yang membantu jalannya usaha Anda? Apapun sebutannya, mereka adalah karyawan Anda. Hubungan Anda dengan mereka adalah hubungan pemberi kerja dan pekerja yang harus dinyatakan dalam kontrak kerja.

Mengikat Dua Pihak

Sifat dari kontrak kerja berlaku dua arah. Tak hanya menyajikan hal-hal yang bisa ‘ditagih’ oleh pemberi kerja, melainkan juga hak-hak yang harus diterima para pekerja. Jadi, katan ini harus bersifat menguntungkan kedua belah pihak.

Bagi pemberi kerja, kontrak merupakan jaminan. Tentu siapa pun tak akan mau tersangkut sengketa di tengah jalan dengan pekerjanya sendiri? Ya, apalagi dalam sebuah kerja sama maka ada rahasia yang menyangkut usaha akan diketahui oleh pekerja. Bagaimana bisa tenang dan terjamin rahasia penting usaha akan selalu aman jika tidak diatur dalam perjanjian, bukan?

Itu dari sisi pemberi kerja. Bagaimana dengan pekerja? Sama saja. Pekerja pun harus sadar dengan hak-hak yang dimiliki. Ingat, ketika disodori perjanjian kerja jangan langsung ditandatangani. Pelajari terlebih dahulu dan waspada terhadap hal yang tidak disetujui. Lebih dari itu, pemberi kerja harus memastikan perjanjian kerja tidak melanggar Undang-Undang Ketenagakerjaan nomor 13 tahun 2003 dan Peraturan Menteri Tenaga Kerja.

Jika Melanggar

Bagaimana jika penerima kerja yang melanggar? Sebagai contoh, jika pekerja terkena kasus pidana diluar dari perusahaan maka pemberi kerja memiliki kemampuan untuk melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap pekerja yang setelah 6 (enam) bulan tidak dapat melakukan pekerjaan sebagaimana mestinya karena dalam proses perkara pidana.

Dua Jenis Kontrak Kerja

Menurut UU Tenaga Kerja, ada dua jenis kontrak kerja, yakni kontrak satu waktu tertentu (karyawan kontrak) dan satu waktu tidak tertentu (karyawan tetap). Pemberi kerja harus memutuskan, sifat pekerjaan yang diberikan apakah sementara atau terus menerus. Jangan juga terbalik balik, ingat, calon karyawan tetap tidak sama kontraknya dengan yang diberlakukan kepada karyawan kontrak.

Terhadap karyawan kontrak sendiri, ada ketentuan UU perihal perpanjangan dan pembaruan status. Mengenai waktu kerja, upah, fasilitas, dan PHK semuanya diatur dalam kontrak kerja, sehingga menjadi terang dan tegas, apa saja hak dan kewajiban masing-masing pemberi kerja dan pekerjanya.

Hal lain yang sama pentingnya adalah anggapan bahwa usaha kecil tak memerlukan kontrak kerja. Ini salah besar. Usaha kecil dan besar keduanya memerlukan dasar perjanjian yang mengikat. Kontrak kerja justru menjadi pegangan bagi pemberi kerja untuk menuntut apa yang tertulis dalam kontrak dari pekerjanya dan mengamankan perusahaan dari tuntutan berlebihan dari pekerjanya agar aman.

Mari lindungi bisnis Anda dengan kehadiran perjanjian maupun kontrak. Peranan perjanjian dalam bisnis Anda akan meminimalisasi sengketa hukum. Anda bisa mengakses jasa kami secara online melalui http://www.buatkontrak.com. Praktis, mudah, murah. Terpenting #MelindungiBisnisAnda

 

 

Editor: Shelvy Dwi Citra

Top