NAVIGATION

TRENDING POSTS

1 Highlight | Hotel | Millenium Hotel Sirih Jakarta

Sambut Tahun Baru 2017 Bersama Millennium Hotel Sirih Jakarta

2 Gaya Hidup | Tekno

Parenting di Era Digital

3 Food &Beverage | Highlight | Products

Mulai 1 April 2017, Ichitan Bagikan Hadiah Rp300 Juta

KARIER TEKNOLOGI INFORMASI ADALAH KUNCI UNTUK PERTUMBUHAN INDONESIA

KARIER TEKNOLOGI INFORMASI ADALAH KUNCI UNTUK PERTUMBUHAN INDONESIA

Dr. Sixsmith menekankan bahwa kualitas pendidikan UTS mempersiapkan untuk perspektif global dan mencatat bahwa karir IT seringkali melampaui wilayah tempat tinggal.

Marketplus.co.id – Dengan Indonesia sudah siap menjadi ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara, orang-orang dengan kemampuan IT dan interpersonal yang kuat akan sangat diminati, kata akademisi senior Dr. Alan Sixsmith dari University of Technology Sydney (UTS).

Berdasarkan laporan terbaru oleh McKinsey diperkirakan bahwa penggunaan teknologi digital baru dapat menambah lebih dari US$150 miliar (sekitar 10 persen dari PDB) untuk ekonomi tahunan Indonesia dalam 10 tahun ke depan, melalui sektor publik dan pemerintah serta warga negara yang tertarik dalam memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia.

Menurut laporan tersebut, Indonesia memiliki akses internet yang terjangkau dibandingkan dengan negara lainnya di dunia (termasuk India), meskipun kualitas internet (kecepatan dan bandwidth) masih rendah. Dengan penetrasi internet yang terpusat di daerah berpenduduk padat seperti Jakarta dan Yogyakarta, infrastruktur masih berkembang dengan ketersediaan 4G yang terbatas hanya 23 persen jangkauannya. Perluasan infrastruktur melalui menara 4G / LTE di luar Jawa diperlukan untuk memungkinkan inisiatif kota cerdas yang dilakukan di seluruh Indonesia dan dalam industri e-niaga.

Seiring dengan adanya urgensi untuk transformasi digital dalam perusahaan yang meningkat, kebutuhan untuk profesional IT yang terampil akan berkembang dengan pesat. “Infrastruktur IT yang kuat dan teknologi digital bisa mendorong pertumbuhan ekonomi dan produktivitas, menghubungkan lebih banyak orang ke dalam ekonomi Indonesia, dan mendorong inovasi serta membuka akses kepasar baru,” kata Dr. Alan Sixsmith, akademisi IT dari UTS di Sydney, Australia. “Dengan permintaan global untuk spesialis IT yang meningkat, mereka yang memiliki keterampilan mendalam dalam mengembangkan dan mengelola IT akan tetap berada di barisan depan,” tambahnya.

“Mendapatkan modal manusia yang tepat untuk mewujudkan peluang di masa depan akan menjadi tantangan, karena banyak perusahaan dan start-up di Indonesia memerlukan keterampilan IT yang kuat, namun para karyawan ini harus siap dengan ‘soft skill’ dan keterampilan sosial yang kuat untuk membangun tim yang efektif,” katanya.

UTS berada di garis depan untuk pendidikan IT dan mempersiapkan mahasiswa untuk karir masa depan, dengan program berbasis praktik dan keterlibatan dalam industri, mahasiswa dapat mengembangkan keterampilan yang dibutuhkan untuk bekerja di bidang IT dan mempersiapkan diri untuk meraih karir global.

Contoh yang menonjol dari pemimpin masa depan adalah mahasiswa Indonesia, Edbert Prathama dari Tangerang Selatan dan Limyandi Vicotrico dari Pontianak yang keduanya belajar di UTS. Edbert dan Limyandi, keduanya telah meraih kemenangan untuk Dean’s Merit and Outstanding Graduate prizes karena teratas dalam kelas mereka di semester pertama dan terakhir di UTS:INSEARCH, di mana mereka menyelesaikan Diploma IT nya.

“Saya ingin menjadi seorang pemimpin IT masa depan di Indonesia, menjalankan bisnis saya sendiri untuk mengembangkan aplikasi mobile dan mengembangkan portofolio kerja saya serta menambah klien. Saya ingin menggunakan IT untuk menjalani gaya hidup ‘lokasi mandiri’ dan mengembangkan aplikasi dari mana saja. Saya ingin mempromosikan gaya hidup ini sebagai manfaat daribelajar IT kepada mahasiswa Indonesia lainnya yang ingin belajar di UTS:INSEARCH,” kata Edbert.

“Sejak lama mahasiswa Indonesia telah menjadi bagian dari komunitas pemimpin muda kami di University of Technology Sydney. Salah satu poin utama yang menarik bagi mereka adalah kolaborasi kami yang kuat dengan perusahaan dan industri karena ini dapat meningkatkan peluang yang menarik dan karir yang bermanfaat,” kata Stefani Sugiarto, Koordinator Regional untuk UTS:INSEARCH.

Jalur kuliah UTS:INSEARCH menawarkan program beasiswa yang menarik bagi mahasiswa Indonesia – Beasiswa Future Leaders Scholarship yang baru memberikan beasiswa sebesar A$ 3.000 untuk biaya kuliah semester kedua mereka di UTS:INSEARCH. Beasiswa ini juga memberikan jaminan masuk ke UTS:INSEARCH Leadership Program, senilai A$ 2.000, sehingga penerima dapat melakukan pengembangan profesional dan pengalaman kerja untuk memperluas cakrawala kepemimpinan dan karir mereka.

Mahasiswa dari Indonesia dapat memilih untuk masuk ke UTS dengan mendaftar di jalur UTS:INSEARCH di Sydney, di mana mereka mengembangkan pengetahuan, keterampilan dan pengalaman yang diperlukan untuk membantu mereka sukses dalam studi universitas mereka dan seterusnya.

Dr. Sixsmith menekankan bahwa kualitas pendidikan UTS mempersiapkan untuk perspektif global dan mencatat bahwa karir IT seringkali melampaui wilayah tempat tinggal. “Lulusan UTS memiliki kualitas pendidikan yang tinggi, penerapan praktis dari studi mereka melalui magang dan pengalaman kerja, serta keterampilan interpersonal yang kuat yang berarti pilihan karir mereka di Asia Tenggara, Australia atau tempat lainnya di dunia akan jauh di depan banyak orang.” katanya.

Dr. Sixsmith saat ini sedang berkunjung ke Indonesia serta sedang menyelenggarakan serangkaian lokakarya sekolah bersamaUTS:INSEARCH di Denpasar, Jakarta, Palembang dan Surabaya untuk menekankan karir yang tersedia di bidang IT.

 

Keterangan foto:

Dari kiri ke kanan: Fiona Davidson (International Marketing Manager), Stefani Sugiarto (Regional Coordinator, UTS:INSEARCH), Dr Alan Sixsmith (Director of Teaching and Learning, University Technology of Sydney), Kate Dennis (Corporate Communication Manager, UTS:INSEARCH)

Top