NAVIGATION

TRENDING POSTS

1 Hotel | Hotel

Ekspansi Parkside Hotels & Resorts di Tanah Air

2 Highlight | Hotel | Millenium Hotel Sirih Jakarta

Sambut Tahun Baru 2017 Bersama Millennium Hotel Sirih Jakarta

3 Gaya Hidup | Tekno

Parenting di Era Digital

Pusat Anti-Aging dan Icon Medical Tourism di Indonesia

Pusat Anti-Aging dan Icon Medical Tourism di Indonesia

Kolaborasi ini bisa membuat Indonesia sejajar dengan negara maju lainnya dalam hal pelayanan kesehatan.

Marketplus.co.id – Ilmu kedokteran di bidang anti-aging di Tanah Air mengalami perkembangan yang sangat signifikan. Bahkan yang lebih membanggakan lagi, dokter anti-aging asal Indonesia, Deby Vinski telah diakui dunia internasional dengan menjadikannya sebagai Presiden Badan Akreditasi Anti-Aging Dunia (World Council of Preventive Medicine atau WOCPM).

Vinski Tower, sebagai salah satu klinik yang melakukan pelayanan Advanced Stem Cell Partikel Nano Rejuvenation and Degenerative Disease, terus melakukan inovasi dengan menambah added value-nya. Baru-baru ini Dr. Deby Vinski, MScAA, PhD, memperkenalkan Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Pharm, PhD di Vinski Tower  untuk mewujudkan Indonesia sebagai pusat anti-aging dunia dan juga sebagai Icon Medical Tourism.

Profesor yang sejak Januari 2017 diangkat sebagai dekan di Biomedical Sciences, The National Health University of California ini, bergabung bersama dengan Deby Vinski untuk menyatukan tekad bersama sebagai anak bangsa dengan mengaplikasikan keahliannya di bidang kedokteran.

Dalam kapasitasnya sebagai seorang pakar dalam ilmu kedokteran yang telah diakui dunia, Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Pharm, PhD, dipercayakan duduk sebagai Advisor & Consultant of Stemc Cell Therapy di Vinski Tower Pusat Anti-agingDunia.

Deby menuturkan, kehadiran Taruna Ikrar di Vinski Tower adalah bagian dari usaha pihaknya dalam mewujudkan Indonesia sebagai pusat anti-aging dunia dan juga sebagai Icon Medical Tourism.

“Prof. Taruna Ikrar, menjadi salah satu periset yang karyanya diajukan oleh University of California untuk mengisi peluang nominasi Penghargaan Nobel tahun 2016 dalam bidang kedokteran,” ungkap perempuan kelahiran Makassar, 9 November 1967 yang diberi predikat sebagai ‘Ratu Anti-aging’.

Deby juga menambahkan, Taruna Ikrar adalah seorang ilmuwan berkebangsaan Indonesia dalam Bidang Farmasi Jantung & Saraf yang menetap di Amerika. Saat ini menjabat sebagai spesialis dibagian departemen anatomi dan neurobiology di University of California di Irvine. Sejak Januari 2017 diangkat sebagai Professor dan dekan di Biomedical Sciences, The National Health University of California Amerika Serikat.

Selain itu, Prof. Taruna Ikrar juga menjadi salah satu periset yang karyanya diajukan oleh University of California untuk mengisi peluang nominasi Penghargaan Nobel tahun 2016 dalam bidang kedokteran. Pemegang paten metode pemetaan otak manusia ini juga memiliki 63  penemuan penting lainnya. Bahkan baru-baru ini, Taruna Ikrar meraih penghargaan dalam Festival Prestasi Indonesia dari Unit kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP PIP), di Jakarta Convention Center.

Sementara itu, Prof. Taruna Ikrar juga mengatakan, “Dengan kolaborasi ini, saya harap bisa membantu kemajuan dunia kedokteran di Indonesia. Saya tahu kemampuan dan prestasi Deby di bidang anti aging, semoga ini juga bisa membuat negara ini sejajar dengan negara maju lainnya dalam hal pelayanan kesehatan.”

Dr. Natasha Cinta Vinski juga merasa optimis visi menjadikan Indonesia sebagai tujuan medical tourism bisa tercapai, dan Vinski Tower bisa mengambil peran menuju hal tersebut dengan kolaborasi kedua pakar dunia ini. “Suatu kebanggaan bagi saya bisa bergabung dengan Vinski Tower, saya berharap dapat membantu masyarakat Indonesia,” ujar Natasha Cinta Vinski.

 

 

Editor: Andiana Moedasir

Top