NAVIGATION

TRENDING POSTS

1 Highlight | Hotel | Millenium Hotel Sirih Jakarta

Sambut Tahun Baru 2017 Bersama Millennium Hotel Sirih Jakarta

2 Gaya Hidup | Tekno

Parenting di Era Digital

3 Food &Beverage | Highlight | Products

Mulai 1 April 2017, Ichitan Bagikan Hadiah Rp300 Juta

Berinvestasi dalam US Dollar

Berinvestasi dalam US Dollar

Investasi dalam bentuk mata uang asing masih layak untuk dilirik selain properti dan logam mulia.

Marketplus.co.id – US Dollar atau disebut Dolar Amerika, merupakan salah satu jenis aset aman atau ­safe-haven dalam dunia investasi. Sejak bertahun-tahun yang lalu, orang tua kita pun terbiasa untuk membeli dan menabung US Dollar saat menyisihkan sebagian dari pendapatan mereka. Hal ini sebenarnya cukup bijaksana, mengingat penguatan US Dollar sekitar 16% terhadap mata uang utama lainnya dalam satu dekade terakhir, atau sekitar 48% jika dihitung terhadap Rupiah.

Akan tetapi dalam dunia investasi, menabung dalam USD, walaupun terhitung relatif aman, belum tentu memberikan tingkat pengembalian yang optimal. Sehingga, tidak ada salahnya jika kita pun belajar berinvestasi dalam mata uang US Dollar.

Sama seperti mata uang Rupiah, US Dollar pun memiliki beberapa jenis kelas aset investasi. Yang paling mendasar dan tentu saja berisiko rendah, adalah tabungan dan deposito, namun return yang ditawarkan pun rendah mengingat masih rendahnya bunga bank sentral Amerika, the Fed.

Berikutnya, adalah jenis kelas aset obligasi. Di Indonesia, obligasi jenis US Dollar diterbitkan oleh 2 jenis, Pemerintah dan Korporasi. Sebelum memutuskan jenis obligasi, investor patut memperhitungkan unsur likuiditas dan penilaian pajak pribadi. Obligasi pemerintah atau kerap disebut sebagai INDON diterbitkan dalam berbagai tenor mulai dari lima hingga tiga puluh tahun. Sementara itu, obligasi korporasi umumnya memberikan imbal hasil yang lebih tinggi daripada obligasi pemerintah, karena risiko default yang lebih besar daripada obligasi pemerintah.

Seiring dengan peningkatan risiko dan horison investasi yang jangka panjang, maka investor dapat mempertimbangkan jenis kelas aset reksa dana saham US Dollar. Saat ini, di Indonesia sendiri, investasi terhadap aset-aset luar negeri dalam USD tersedia dalam bentuk reksa dana saham syariah, dan dikelola oleh Manajer Investasi yang berkantor di Indonesia.

Jenis saham luar negeri yang dipilih pun, ada yang mayoritas berinvestasi di Amerika Serikat, dan sebagian di Eropa. Ada pula jenis reksa dana yang berinvestasi terhadap negara-negara di Asia Pacific. Dalam memutuskan jenis aset saham, investor perlu terlebih dahulu menimbang faktor risiko mata uang, prospek pertumbuhan ekonomi, dan pertumbuhan laba korporasi dari negara-negara terkait.

Dengan adanya beberapa alternatif investasi dalam USD ini, tentu saja akan membantu mengoptimalkan kinerja portfolio US Dollar Anda. Selama Anda memahami risiko dan potensi setiap aset, maka tidak ada salahnya melakukan diversifikasi keuangan Anda untuk menyeimbangkan antara risk and return.

Selamat berinvestasi!

 

Editor: Andiana Moedasir

Top