NAVIGATION

TRENDING POSTS

1 Highlight | Hotel | Millenium Hotel Sirih Jakarta

Sambut Tahun Baru 2017 Bersama Millennium Hotel Sirih Jakarta

2 Gaya Hidup | Tekno

Parenting di Era Digital

3 Food &Beverage | Highlight | Products

Mulai 1 April 2017, Ichitan Bagikan Hadiah Rp300 Juta

Simposium Makanan dan Seni Memasak di Universitas Oxford, Inggris

Simposium Makanan dan Seni Memasak di Universitas Oxford, Inggris

Omar Niode Foundation meraih penghargaan “Best in the World – Gourmand World Cookbook Awards 2015” dalam kategori Asian Cuisine from Asian Books untuk buku terbitannya berjudul “Trailing the Taste of Gorontalo.”

Marketplus.co.id – Oxford Symposium on Food & Cookery (OSFC) / Simposium Makanan dan Seni Memasak digagas pada tahun 1979 oleh sejarawan makanan terkemuka (dan mantan diplomat Inggris) Alan Davidson, serta Profesor Theodore Zeldin, seorang sejarawan sosial ternama.

 

Acara tahunan bergengsi ini merupakan ajang pertemuan para penulis, sejarawan, sosiolog, antropolog, ilmuwan, dosen, chef, dan peminat lainnya yang tertarik akan studi makanan bernuansa sejarah.

 

Setiap tahun OSFC yang diselenggarakan selama 3 hari di akhir pekan, dihadiri oleh setidaknya 250 orang dari seluruh dunia. Tema tahun ini, yang dibahas dalam 30 sesi, adalah Makanan dan Bentang Alam (Food and Landscape). Tahun mendatang acara akan bertajuk biji-bijian, sedangkan di tiga tahun terakhir meliputi Jeroan, Makanan dan Komunikasi, serta Makanan dan Pasar.

 

Dari tahun ke tahun banyak hal baru yang dibahas di OSFC. Istilah gastronomi molekuler kabarnya mulai dicanangkan di sini beberapa tahun yang lalu. Pada OSFC 2017 tanggal 7 – 9 Juli, yang juga dihadiri perwakilan Omar Niode Foundation dari Indonesia, muncul istilah aeroir, ketika Nicola Twilley seorang blogger di Edible Geography memaparkan bahwa udara, yang umumnya tercemar, di berbagai kota metropolitan seperti Beijing, London, Los Angeles, dan Paris yang ditangkap melalui meringues (adonan kocokan putih telur dan gula) mempunyai rasa berbeda.

 

Bagaimana perubahan iklim mempengaruhi pertanian dan keragaman makanan yang dihasilkan juga menjadi bahan diskusi di OSFC 2017.

 

simposium makanan

 

Acara makan siang maupun malam, meskipun tidak selalu mewah, disiapkan dengan sangat rinci seperti memberi kesempatan memetik langsung dedaunan di atas meja makan serta mendengarkan cerita dibalik setiap masakan yang dihidangkan. Profesor Ben Houge dari Berklee College of Music di Boston mengajak peserta menikmati sinkronisasi teknologi musik terkini dengan santap siang ala petani yang disiapkan oleh Chef Tim Kelsey dengan bahan-bahan yang diperoleh di Borough Market, pasar bersejarah di London yang telah ada sejak 1000 tahun lalu.

 

Complements of the Soil menyajikan serangkaian rasa makanan dari perbatasan Armenia dan Turki, dilanjutkan dengan film bagaimana kelompok perempuan dari kedua negara tersebut menjembatani pertikaian yang ada melalui kegiatan memasak bersama.

 

Barbara Wheaton seorang penulis, ahli sejarah makanan  dari Cambridge, Massachusetts mengajak peserta berkontribusi untuk The Sifter, sebuah database yang nantinya berisi setiap resep, ramuan dan teknik yang terdapat di semua buku masak yang diterbitkan di dunia. Dalam 55 tahun terakhir Barbara sendiri telah mengumpulkan lebih dari 130,000 resep dan tulisan untuk The Sifter. Usianya kini 85 tahun.

 

Hadir di OFSC 2017 antara lain Ken Albala, penulis 24 buah buku dari Amerika Serikat yang pada buku terbarunya At the Table, tentang kebiasaan makan di berbagai negara, terdapat sebuah bagian tentang daerah Gorontalo di Indonesia, ditulis oleh Amanda Katili dari Omar Niode Foundation.

 

Sebuah peristiwa yang membanggakan di Simposium Makanan dan Seni Memasak 2017 adalah apresiasi tinggi dari para peserta kepada Sri Owen, penulis 10 buah buku masak untuk usahanya yang tak mengenal lelah dalam memperkenalkan masakan Indonesia di mancanegara. Sri yang lahir di Indonesia 82 tahun lalu dan kini bermukim di London telah menjadi peserta sejak OSFC pertama kali diselenggarakan pada tahun 1979.

 

Photo credit: Omar Niode Foundation

Top