NAVIGATION

TRENDING POSTS

1 Highlight | Hotel | Millenium Hotel Sirih Jakarta

Sambut Tahun Baru 2017 Bersama Millennium Hotel Sirih Jakarta

2 Gaya Hidup | Tekno

Parenting di Era Digital

3 Food &Beverage | Highlight | Products

Mulai 1 April 2017, Ichitan Bagikan Hadiah Rp300 Juta

Schneider Electric Indonesia dan Universitas Prasetiya Mulya Sepakati Kerja Sama di Bidang Energi, Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat

Schneider Electric Indonesia dan Universitas Prasetiya Mulya Sepakati Kerja Sama di Bidang Energi, Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat

Berbagai tren di dunia energi kian menuntut pengelolaan energi yang lebih cerdas. Hal ini mendorong Schneider Electric dan Universitas Prasetiya Mulya untuk bekerjasama mengembangkan ragam inovasi, konsep dan solusi bagi manajemen dan konservasi energi.

Marketplus.co.id – Schneider Electric, perusahaan global di bidang pengelolaan energi dan otomatisasi bekerjasama dengan Universitas Prasetiya Mulya, telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) untuk mendirikan Pusat Pelatihan Manajemen dan Konservasi Energi yang akan mendorong pengetahuan dan keterampilan mahasiswa program S1 Entrepreneurial Energy Engineering Universitas Prasetiya Mulya dalam hal solusi manajemen dan konservasi energi.

Melalui kolaborasi ini, Schneider Electric akan memfasilitasi pengadaan sarana dan prasarana fasilitas pendukung pendidikan serta melakukan pertukaran pengetahuan dengan para tenaga pengajar di Universitas Prasetiya Mulya.

Saat ini fenomena urbanisasi, digitalisasi, dan industrialisasi sebagai sebuah mega trend di seluruh belahan dunia telah mengakibatkan perubahan yang siginifikan pada dunia energi, sehingga pengelolaan energi secara cerdas dan bijaksana menjadi suatu hal yang mutlak kita galakan bersama. Pemanfaatan energi terbarukan disertai penghematan energi akan mengurangi penggunaan bahan bakar fosil, yang artinya mengurangi emisi karbon dioksida dan memperkecil perubahan iklim.

Atas alasan tersebut, Universitas Prasetiya Mulya melalui S1 Entrepreneurial Energy Engineering menjalin kerjasama dengan Schneider Electric Indonesia dalam mendirikan dan mengelola “Pusat Pelatihan Manajemen dan Konservasi Energi” demi mendukung aktivitas pendidikan, riset dan pengembangan solusi manajemen dan konservasi energi di lingkungan akademik melalui kolaborasi antara para tenaga ahli dari kedua belah pihak.

Melalui Program S1 Entrepreneurial Energy Engineering Prasetiya Mulya, diharapkan para mahasiswa dapat memberikan jawaban atas permasalahan energi dan lingkungan dengan mempelajari berbagai teknik energi biomasa, panas bumi, tenaga matahari, tenaga air dan tenaga angin dengan melakukan simulasi, desain reaktor dan pembuatan prototipe.

Acara penandatanganan MoU ini dihadiri oleh Prof. Dr. Yudi Samyudia selaku Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Dr. Ida Juda Widjojo selaku Wakil Rektor IV Bidang Kerjasama Eksternal sebagai wakil dari Universitas Prasetiya Mulya. Sementara dari Schneider Electric Indonesia diwakili oleh Xavier Denoly selaku Country President Schneider Electric Indonesia.

Schneider Electric Indonesia merupakan perusahaan global yang mengembangkan teknologi dan solusi untuk mengelola dan mengkonversi energi dengan cara yang aman, andal, efisien dan berkelanjutan. Dr. Ida Juda Widjojo mengutarakan, “Visi dan misi Schneider Electric Indonesia sejalan dengan S1 Entrepreneurial Energy Engineering Universitas Prasetiya Mulya untuk mempertahankan inovasi dan diferensiasi, terutama bidang konversi energi dengan komitmen yang kuat terhadap pembangunan berkelanjutan.”

Hal senada dituturkan oleh Xavier Denoly, “Kerjasama ini merupakan salah satu bukti dari komitmen mendasar Schneider Electric untuk ikut berkontribusi positif dalam memajukan pendidikan dalam negeri sehingga mampu mendukung Indonesia menjadi penyelenggara riset manajemen energi kelas dunia yang kompetitif dan berkualitas. Kami harap kerjasama dengan Universitas Prasetiya Mulya ini dapat semakin mendorong kemajuan Indonesia di bidang pengelolaan dan efisiensi energi melalui peran serta generasi mendatang, yaitu sektor akademik.”

Top