NAVIGATION

TRENDING POSTS

1 Highlight | Hotel | Millenium Hotel Sirih Jakarta

Sambut Tahun Baru 2017 Bersama Millennium Hotel Sirih Jakarta

2 Gaya Hidup | Tekno

Parenting di Era Digital

3 Food &Beverage | Highlight | Products

Mulai 1 April 2017, Ichitan Bagikan Hadiah Rp300 Juta

Berkenalan Sebelum Memutuskan Berinvestasi di Saham

Berkenalan Sebelum Memutuskan Berinvestasi di Saham

Memilih investasi jangka panjang tidaklah mudah. Namun setelah membaca strategi pada artikel ini, semoga kamu menjadi paham dan bisa menentukan pilihan.

Marketplus.co.id – Pernahkah kamu merasa bahwa uang di tabungan tidak pernah berkembang? Apakah kamu bingung mencari investasi lain yang dapat memberikan imbal hasil yang lebih baik? Tapi terlalu takut untuk berinvestasi di saham?

Bayangkan kamu sedang mendaki gunung. Sebelumnya, kamu tentu harus mengetahui seluk beluk gunung tersebut, jalan yang dapat diambil, tantangan yang mungkin dihadapi, cuaca dan faktor-faktor lainnya. Sama seperti mendaki gunung, berinvestasi di saham tentu memiliki risiko.

Namun kenapa orang-orang masih sangat bersemangat mendaki gunung meskipun tahu risiko-risiko yang akan dihadapi? Alasannya tak lain karena kepuasan yang dirasakan ketika sampai di puncak. Hal yang sama berlaku untuk investasi. Dengan risiko-risiko yang berpotensi terjadi, dengan komitmen investasi yang kuat, yakinlah investasi kamu akan memberikan imbal hasil yang memuaskan.

Nah, untuk kamu yang baru mulai melirik saham, berikut beberapa tip berinvestasi di saham untuk kamu.

“Tak Kenal maka Tak Sayang”

Jika kamu berencana untuk berinvestasi di saham, jangan serta merta dengan semangat membeli saham-saham hanya berdasarkan rekomendasi teman, kerabat atau broker kamu. Lakukanlah riset tentang investasi di bursa saham, kenali proses, risiko dan faktor lain yang dapat berpengaruh pada investasimu.

Tips: Kamu bisa membaca buku tentang investasi di saham, buku-buku seperti itu dapat ditemukan dengan mudah di internet ataupun toko-toko buku.

“ Ketahui Barang yang Kamu Beli”

Di bursa saham, terdapat ratusan pilihan saham dari berbagai sektor yang diperjualbelikan. Sebagian dari mereka adalah saham-saham perusahaan yang sudah familiar terdengar, namun sebagian besar adalah perusahaan-perusahaan yang menawarkan saham ke publik semata-mata untuk memperoleh tambahan modal usaha. Dengan mengetahui hal ini, ketahuilah latar belakang perusahaan yang sahamnya akan kamu beli. Sebagian besar orang salah persepsi terhadap hal ini. Mengapa? Karena perusahaan-perusahaan sangatlah kompleks.

Tips: Cobalah untuk menggali lebih dalam tentang perusahaan tersebut dengan menanyakan beberapa pertanyaan ini: “Bagaimana mereka mendapatkan uang?”, “Dari manakah sumber pendapatannya?”, “Apakah aliran kas perusahaan tersebut positif?”. Dengan mengalisis beberapa pertanyaan tersebut, kamu akan mendapat pengertian yang lebih dalam tentang suatu perusahaan.

“Ketahui Risiko yang Bakal Dihadapi”

Bak mendaki gunung, tentu ada risiko seperti cuaca buruk, longsor dan lainnya yang dapat menghambat perjalananmu. Berinvestasi di shaam juga demikian, akan ada risiko-risko yang menyebabkan investasimu berkurang nilainya atau melemah seperti krisis ataupun faktor-faktor luar yang dapat mempengaruhi pergerakan pasar.

Tips: “Jangan menaruh semua telur yang kamu miliki dalam satu keranjang”. Pepatah ini sering kita dengar, yang berarti lakukanlah diversifikasi. Jangan terlalu fokus pada satu saham saja karena jika terjadi goncangan pada suatu saham atau sektor tertentu, kamu tidak bisa berbuat apa-apa. Lakukanlah diversifikasi ke beberapa saham di berbagai sektor.

“Komitmen Jangka Panjang”

Dengan berinvestasi di saham, kamu tidak dapat mengharapkan hasil yang instan. Pertumbuhan portofolio kamu akan sejalan dengan pergerakan ekonomi dan juga bursa. Sesuai dengan prinsip investasi, pertahankan saham yang kamu miliki untuk jangka panjang, sehingga kamu dapat mengabaikan pergerakan jangka pendek saham tersebut.

Tips: Ketahuilah bahwa pergerakan saham tidaklah selalu naik. Fluktuasi pasar adalah hal yang lazim terjadi. Jangan panik jika terjadi penurunan, dan apabila kamu yakin betul dengan pilihan saham kamu, manfaatkan kesempatan pada saat harga saham sedang turun untuk membeli lagi sehingga kamu mendapatkan harga di level yang lebih murah, yang tentu akanmenghasilkan imbal hasil yang lebih tinggi di masa depan.

Jika kamu masih kurang yakin dapat melakukan semuanya sendiri, di pasar juga tersedia instrumen investasi reksadana saham, di mana kamu tinggal memilih produk dari manajer investasi yang kamu anggap bagus dan mereka akan mengurus semuanya untukmu. Meskipun kamu memilih reksadana, sangat disarankan untuk menerapkan beberapa tips di atas untuk menentukan portofolio investasimu.

Selamat berinvestasi!

 

Editor: Andiana Moedasir

Top