NAVIGATION

TRENDING POSTS

1 Highlight | Hotel | Millenium Hotel Sirih Jakarta

Sambut Tahun Baru 2017 Bersama Millennium Hotel Sirih Jakarta

2 Gaya Hidup | Tekno

Parenting di Era Digital

3 Food &Beverage | Highlight | Products

Mulai 1 April 2017, Ichitan Bagikan Hadiah Rp300 Juta

5 Kebohongan tentang Uang yang Kita Katakan pada Diri Sendiri (dan Kenapa Kita Perlu Berhenti Melakukannya)

5 Kebohongan tentang Uang yang Kita Katakan pada Diri Sendiri (dan Kenapa Kita Perlu Berhenti Melakukannya)

Berhentilah membiarkan orang lain mengatakan apa yang Anda perlukan, dan mulai membuat pilihan yang lebih pintar.

Marketplus.co.id – Untuk mendapatkan pencerahan tentang keuangan dan cara menjalani keuangan yang lebih berarti, saya mewawancarai Joe Duran, CEO dan co-founder United Capital, perusahaan manajemen kehidupan keuangan pertama dan terbesar di AS.

Joe adalah seorang pebisnis, investor, penulis terkenal dan pembicara yang dicari untuk memberikan pencerahan dan pengertian yang berguna untuk setiap orang yang menginginkan kehidupan yang lebih memuaskan.

Saat menuju ke akar masalah, Joe mengatakan bahwa kebenaran yang tidak terelakkan tentang kehidupan adalah “Hidup akan penuh dengan pengorbanan. Suka atau tidak, Anda tidak akan memiliki cukup waktu, energi atau uang untuk melakukan semua yang Anda inginkan.”

Berikut lima kebohongan tentang uang yang sering kita katakan pada diri kita sendiri, menurut Joe:

  1. Percaya bahwa lebih banyak uang akan menyelesaikan masalah Anda.

Joe mengatakan hal pertama yang perlu kita sadari adalah bahwa tidak ada angka ajaib. “Saat Anda mendapat sebuah angka ajaib, angka tersebut sudah bertambah.”

Joe menyarankan mengubah pengertian tentang uang dengan menggunakan analogi bahan bakar – menganggap uang tidak lebih sebagai alat untuk membantu Anda berpindah dari A ke B.

Joe menyadari bahwa individu yang sangat sukses, yang berpikir bahwa lebih banyak bahan bakar akan menyelesaikan masalah mereka biasanya sampai ke stasiun bahan bakar dan lupa identitas mereka. Sebagai contoh, banyak pebisnis yang menjual perusahaan mereka senilai jutaan dolar merasa menyesal karena tidak memprioritaskan hal-hal yang berarti untuk mereka, seperti menghabiskan waktu bersama keluarga.

Masalah sebenarnya adalah, “Kita tidak benar-benar memprioritaskan hari-hari, minggu-minggu atau tahun-tahun kita berdasarkan nilai kita, kita hanya berpikir bahwa jawabannya adalah untuk mengambil lebih banyak bahan bakar.” Jawabannya bukanlah demikian, melainkan untuk memastikan bahwa perbuatan kita sejalan dengan nilai kita, tidak peduli berapa banyak uang yang kita miliki di bank.

  1. Berpikir bahwa pendapat Anda tentang uang adalah kebenaran.

Setiap orang melihat pendapat dari orang tua kita sebagai fakta. Kemudian, seiring kita menjalani hidup, kita mengira bahwa pendapat kita sendiri adalah kebenaran.

Joe menjelaskan, “Kita memiliki dugaan dan persepsi yang bias yang membatasi kemampuan kita untuk membuat pilihan yang terbaik. Jika Anda tidak menyadari apakah dugaan dan persepsi tersebut, Anda tidak akan pernah membuat pilihan terbaik.”

“Karena hidup akan tetap dipenuhi dengan kompromi, hidup anda akan tergantung cara Anda membuat keputusan. Jadi jika Anda tidak tahu cara membuat keputusan sulit, dan jika Anda tidak mengerti bagai mana mispersepsi Anda akan memengaruhi keputusan tersebut, Anda tidak akan pernah sampai pada tempat yang baik dan membahagiakan.”

  1. Percaya pada pemikiran bahwa pilihan keuangan hanya antara “Ya” dan “Tidak”.

Kita cenderung melihat banyak keputusan di antara dua pilihan. Sebagai contoh ketika Anda menginginkan sebuah rumah, kebanyakan orang mengatakan “Ya, kita dapat melakukannya” kemudian menaruh diri mereka dalam kedulitan keuangan atau mereka mengatakan “Tidak, kita belum siap,” dan gagal untuk hidup seperti yang mereka inginkan.

Cara yang lebih baik dalam melihat kesempatan finansial adalah dengan menghargai bahwa, ”Hampir setiap keputusan keuangan penting memiliki banyak hasil dan solusi.”

Mulailah berpikir tentang berapa banyak waktu lebih yang dapat Anda manfaatkan untuk bekerja, barang berharga apa yang dapat Anda jual, lingkungan apa yang dapat Anda pertimbangkan, atau memikirkan rumah yang sedikit lebih kecil dengan perabotan yang lebih baik.

  1. Berpikir bahwa uang adalah sebab dari masalah hubungan Anda dengan orang lain.

Joe menggarisbawahi, “Lima puluh persen perceraian disebabkan oleh uang – bukan karena uangnya, melainkan karena kurangnya kesepakatan tentang untuk apa uang tersebut.”

Kebanyakan orang tidak dilatih untuk membicarakan uang atau tujuan keuangan mereka dengan pasangan sampai uang menjadi sumber masalah. Joe menyarankan untuk menanyakan dua pertanyaan ini pada pasangan Anda dan diri Anda sendiri: Apa yang Anda ingin uang Anda lakukan? Bagaimana kekeliruan anda akan membatasi Anda untuk melakukan hal yang benar-benar berarti untuk Anda?

  1. Berpikir bahwa logika dan kepintaran mendasari keputusan keuangan.

Joe mengatakan bahwa hampir setiap keputusan keuangan diambil berdasarkan emosi Anda. Dia menambahkan bahwa kita menggunakan emosi untuk membuat keputusan dan menggunakan logika untuk merasionalkan keputusan tersebut.

Bagaimana Anda menghadapi fakta bahwa kebanyakan keputusan keuangan cenderung dibuat berdasarkan emosi dariapada objektivitas?

Pertama, pikirkan kekeliruan Anda. Kedua, pastikan Anda benar-benar mengetahui motivasi Anda ketika membuat keputuan tertentu. Anda dapat menanyakan apakah keputusan ini akan mendekatkan Anda  atau malah menjauhkan Anda dari standar idealisme Anda.

Jika Anda tidak memikirkan diri Anda sendiri, Anda akan terus berada dalam perjalanan mencari bahan bakar sebanyak mungkin dan mobil yang sebesar mungkin tanpa berhenti dan bertanya pada diri Anda sendiri apa yang benar-benar Anda inginkan. Berhentilah membiarkan orang lain mengatakan apa yang Anda perlukan, dan mulai membuat pilihan yang lebih pintar.

 

 

Editor: Andiana Moedasir

Top