NAVIGATION

TRENDING POSTS

1 Hotel | Hotel

Ekspansi Parkside Hotels & Resorts di Tanah Air

2 Highlight | Hotel | Millenium Hotel Sirih Jakarta

Sambut Tahun Baru 2017 Bersama Millennium Hotel Sirih Jakarta

3 Gaya Hidup | Tekno

Parenting di Era Digital

Review Dulu, Baru Tanda Tangan Kontrak Anda

Review Dulu, Baru Tanda Tangan Kontrak Anda

Kontrak bisnis yang melindungi akan membuat usaha Anda terhindar dari sengketa hukum.

Marketplus.co.id – Dalam dunia usaha, sering kali kita ditempatkan sebagai pihak yang menerima perjanjian. Biasanya, pihak yang menyodorkan perjanjian adalah pihak yang skala usahanya lebih besar dan sudah punya divisi legal atau in house lawyer sendiri, sehingga sudah terbiasa dengan dokumen kontrak.

 

Ditempatkan sebagai pihak yang “tinggal” tanda tangan, jangan berpikir bahwa Anda aman-aman saja dan tidak mempedulikan isi dalam kontrak tersebut. Namun perlu diingatkan bahwa dalam praktiknya, pihak yang membuat kontrak kebanyakan hanya mengedepankan kepentingannya untuk dicantumkan dalam kontrak, tanpa betul-betul peduli pada kepentingan lawan. Sehingga isi kontrak tersebut sudah pasti berat sebelah.

 

Oleh karena itu, sebagai pihak penerima harus berhati-hati membaca kontrak. Sayangnya, reaksi pihak penerima biasanya tidak tertarik untuk mendalami kontrak. Berbagai alasan diutarakan, bisa karena malas membaca kontrak, tidak paham isinya, pemikiran bahwa, “Percuma dibaca kontraknya toh tidak bisa diubah”, atau “Sudahlah tanda tangan saja karena kedudukan saya juga lebih lemah daripada dia”.  Semua itu salah besar!

 

Kedudukan para pihak adalah sama di dalam kontrak. Pasal 1320 KUH Perdata menyatakan, “syarat sahnya perjanjian: sepakat mereka yang mengikatkan diri.” Artinya jika kita tidak sepakat, maka perjanjian tidak sah. Dengan kata lain, kita berhak menyatakan kepentingan kita. Kontrak yang sudah ditanda tangani, berarti telah disepakati masing-masing pihak. Oleh sebab itu, pastikan dahulu kepentingan kita sudah terlindungi dalam kontrak.

 

 “Syarat sahnya perjanjian: sepakat mereka yang mengikatkan diri.” Pasal 1320 KUH Perdata

 

Banyak dari masyarakat yang masih mengandalkan diri sendiri untuk membaca kontrak yang diterima dengan alasan tidak memiliki in house lawyer. Namun, harus diketahui bahwa ada terminologi hukum yang memang sering kali terlewatkan oleh pihak awam yang mungkin dapat berbahaya bagi kepentingan pihak lain. Sebagai contoh, eksklusivitas perjanjian disamarkan dalam berbagai pasal sehingga tanpa disadari, kita menandatangani perjanjian yang membuat salah satu pihak tidak bisa bekerja sama lagi dengan pihak lain untuk hal serupa.

 

Berdasarkan pengalaman buatkontrak.com, para pelaku usaha kurang memahami isi dalam kontrak/perjanjian yang diterima. Terjadinya sengketa hukum dalam sebuah usaha diakibatkan karena kurang memahami isi dalam kontrak, maka dari itu para pelaku usaha perlu menyadari isi dalam kontrak yang diberikan. Jadi jika Anda diberi kontrak/perjanjian dari mitra bisnis Anda, dibaca pasal per pasalnya. Tanyakan kepada konsultan hukum yang berkualitas untuk membantu Anda menafisirkan isi kontrak yang diterima.

 

Mari lindungi bisnis Anda dengan kontrak bisnis yang sesuai dengan kebutuhan usaha. Kontrak bisnis yang melindungi akan membuat usaha Anda terhindar dari sengketa hukum. Lengkapi dan rapikan dokumen hukum Anda.

 

Editor: Andiana Moedasir

Top