NAVIGATION

TRENDING POSTS

1 Highlight | Hotel | Millenium Hotel Sirih Jakarta

Sambut Tahun Baru 2017 Bersama Millennium Hotel Sirih Jakarta

2 Gaya Hidup | Tekno

Parenting di Era Digital

3 Food &Beverage | Highlight | Products

Mulai 1 April 2017, Ichitan Bagikan Hadiah Rp300 Juta

Operator P2B Lending Crowdo Indonesia Mendapatkan Regulasi Resmi

Operator P2B Lending Crowdo Indonesia Mendapatkan Regulasi Resmi

Crowdo, operator fintech regional, sekarang sepenuhnya terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan Indonesia (OJK) untuk menyediakan layanan Peer to Business Lending (P2B).

Marketplus.co.id –  Pada tanggal 16 Juni lalu, Crowdo Indonesia (crowdo.co.id), di bawah bendera PT Mediator Komunitas Indonesia, telah terdaftar secara resmi (“S-2842 / NB.111 / 2017”) sebagai “Penyelenggara Layanan Pinjam Meminjam Berbasis Teknologi Informasi” untuk menawarkan Peer to Business Lending (P2B) di Indonesia.

Pemberian registrasi resmi oleh OJK membuat Crowdo menjadi salah satu dari sedikit operator dan satu-satunya yang telah berhasil mendapatkan lisensi di beberapa negara dan memberikan dorongan besar terhadap kepercayaan bagi bisnisnya di Indonesia dan telah menjadi salah satu operator dengan pertumbuhan tercepat di industri ini serta dianggap sebagai pasar P2B terbesar di Asia Tenggara.

Operator P2B Indonesia

Sebagai operator P2B yang telah berdiri sejak setahun yang lalu di Indonesia, Crowdo telah berhasil menunjukkan dedikasinya dan kemampuannya dengan mendanai lebih dari 3.000 proyek sampai saat ini. Crowdo memandangnya sebagai pendaftaran dengan OJK sebagai tanda penting kepercayaan yang diperolehnya dari Regulator, dan menunjukkan komitmennya untuk melindungi konsumen dan mematuhi persyaratan hukum di Indonesia sekaligus mempromosikan inklusi finansial di negara ini.

Crowdo adalah operator fintech regional yang menawarkan P2B Lending di Indonesia. Telah membiayai lebih dari 3.000 proyek dengan basis keanggotaan 34.000 anggota secara global, Crowdo adalah operator P2B terbesar di Indonesia berdasarkan keanggotaan dan sudah menjadi salah satu yang paling cepat berkembang. Crowdo menawarkan rangkaian solusi P2B yang luas mulai dari pinjaman usaha mikro beragunan hingga pinjaman modal kerja yang lebih besar.

Peneliti Eksekutif Senior OJK Hendrikus Passagi mengatakan, “Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi atau fintech peer to peer (P2P) lending merupakan salah satu bagian dari kelompok crowdfunding atau pendanaan gotong royong. Sebagaimana diketahui, gotong-royong adalah budaya yang telah mengakar dalam kehidupan para leluhur dan mencerminkan karakter bangsa Indonesia.

“Kegiatan Pinjam-Meminjam secara konvensional antar masyarakat sudah berlangsung sejak dahulu dan kemungkinan besar belum sempat tercatat secara formal dalam sistem perekonomian nasional. Kehadiran inovasi teknologi informasi tentu akan semakin memberi energi bagi pertumbuhan dan kecepatan aktifitas pinjam-meminjam ini, termasuk akan semakin memberi kenyamanan bertransaksi secara online.”

Crowdo Indonesia Melindungi Kepercayaann Konsumen

Sementara itu, Cally Alexandra, General Manager Crowdo Indonesia, mengatakan, “Dengan terdaftarnya Crowdo di OJK, akan memperkuat posisi Crowdo di Indonesia dan menunjukkan bahwa kami benar-benar menjaga dan melindungi kepercayaan konsumen dengan mengikuti peraturan yang ditetapkan oleh OJK. Kami berharap agar hal ini dapat membantu Crowdo memperluas layanannya kepada masyarakat UKM di Indonesia dan menciptakan ekosistem fintech yang sehat.”

Hendrikus menambahkan, sejumlah pihak, termasuk pelaku UMKM selama ini banyak yang mengalami kesulitan dalam memperoleh pendanaan secara cepat melalui Perbankan, Pasar Modal, atau Perusahaan Pembiayaan, Koperasi, atau Lembaga Keuangan Mikro (LKM) karena hambatan kolateral, jaminan, kewajiban menyediakan uang muka atau keterbatasan dana yang tersedia.

Sebagai model pendanaan generasi milenial, kehadiran Fintech Lending akan menjadi alternatif pendanaan yang sangat tepat bagi para pihak yang selama ini belum dapat terlayani dengan baik oleh industri keuangan  konvensional.

OJK berharap dengan memperoleh status terdaftar, fintech Crowdo dapat menggunakan kesempatan baik ini untuk lebih aktif memperkenalkan model bisnis layanan mereka kepada berbagai lapisan masyarakat di seluruh wilayah Republik Indonesia, dan mempercepat penetrasi bisnis mereka secara signifikan. Kepercayaan yang diberikan oleh OJK kiranya dapat memperkuat positioning Crowdo baik di Indonesia maupun di tingkat global.

 

Top