NAVIGATION

TRENDING POSTS

1 Highlight | Hotel | Millenium Hotel Sirih Jakarta

Sambut Tahun Baru 2017 Bersama Millennium Hotel Sirih Jakarta

2 Gaya Hidup | Tekno

Parenting di Era Digital

3 Food &Beverage | Highlight | Products

Mulai 1 April 2017, Ichitan Bagikan Hadiah Rp300 Juta

Iklan Video di Era Mobile

Iklan Video di Era Mobile

Jika pemasar dengan anggaran tetap ingin benar-benar terhubung dengan audiens dan mendorong pertumbuhan, mereka harus mengimbangi kecepatan lanskap baru yang kompleks ini dan mengoptimalkan konten untuk mobile.

Marketplus.co.id – Hal terpenting yang harus diingat tentang iklan video di era mobile adalah: smartphone bukanlah TV. TV bukanlah sebuah radio visual dan radio bukanlah sebuah surat kabar yang bisa didengar, mobile harus dikenali seperti fungsinya: sebagai sebuah sarana baru yang membutuhkan konten baru berdasarkan pengalaman native untuk platform seperti kecepatan, pilihan dan relevansi.

Persaingan Televisi dan Mobile

Era keemasan iklan TV berkembang ketika para ahli kreatif meyakini kemungkinan keberadaan media baru, yaitu setiap rumah tangga memiliki layar untuk pertama kalinya.

Saat ini, televisi masih merupakan sebuah media yang luar biasa sebuah karya kreatif hebat dihasilkan. Namun sekarang, TV bersaing secara langsung dengan mobile, sebuah media yang didefinisikan oleh fakta bahwa setiap rumah tangga, setiap orang memiliki layar yang selalu bersama dengan mereka setiap saat.

Di smartphone, orang-orang memiliki kontrol penuh dari apa yang mereka lihat, di mana dan kapan mereka mau melihatnya. Mereka pun mencoba melakukan hal itu setiap saat. Ketika TV tidak lagi bisa menarik perhatian mereka, mereka mengambil smartphone mereka. Dengan meletakkan smartphone di tangan mereka, mereka men-scrolling Feeds dan berpindah ke aplikasi dan situs-situs lainnya.

Iklan Video di Facebook

Di Indonesia saja, Facebook memiliki lebih dari 96 juta pengguna di Indonesia yang mendiskusikan berbagai ide dan berbagi berita di Facebook. Berdasarkan Penelitian Omni-channel Indonesia, TNS (Disusun oleh Facebook, Juni 2016), 71% orang Indonesia juga menggunakan mobile untuk riset, sedangkan 48% orang Indonesia melakukan pembelian melalui smartphone.

Jika diamati, 537 orang yang melakukan aktivitas di Facebook mengatakan bahwa mereka menonton pemutaran perdana acara TV yang populer. Selama setiap jeda iklan, penggunaan Facebook mereka meningkat.

Kami juga mengamati aktivitas Facebook dari orang-orang yang menjawab survei tersebut dan mengatakan bahwa mereka tidak menonton acara tersebut. Tidak ada perbedaan yang jelas dalam aktivitas selama jeda iklan.

Orang-orang yang men-scroll melalui News Feed mobile 41% lebih cepat daripada mereka yang melakukannya di News Feed desktop. Ketika iklan video diputar secara otomatis di Facebook (70% terjadi karena pengaturan pengguna, jaringan dan tingkah laku), orang-orang menonton video rata-rata selama 16,7 detik. Sebuah cerita yang biasa untuk iklan video, ditonton di News Feed rata-rata selama 5,7 detik.

Waktu Melihat Iklan Video

Karena orang-orang dapat menonton apapun kapan saja, mereka hanya akan menonton iklan video yang menarik perhatian mereka, sesuai dengan waktu mereka dan yang memiliki relevansi secara langsung. Sebagai konsekuensinya, meskipun akumulasi waktu melihat iklan meningkat, waktu sesi individual menurun. Orang-orang tidak menonton iklan dengan lama seperti dulu, pada media apapun.

Mobile telah melatih orang untuk tetap fokus, memilih apa yang relevan, mengkonsumsi apa yang penting dan terus berkembang.

Terlepas dari upaya terus menerus dan keahlian mendalam, tidak ada platform mobile yang telah membuktikan bahwa platform tersebut dapat mempertahankan sebuah spot selama 30 detik di TV, saat spot tersebut tersedia. Spot-spot TV dirancang untuk penonton yang sulit menjaga perhatiannya di mobile dan mereka yang tidak dapat menonton semua hal. YouTube baru saja menghilangkan iklan 30 detik yang tidak dapat dilewatkan.

 

Top