NAVIGATION

TRENDING POSTS

1 Highlight | Hotel | Millenium Hotel Sirih Jakarta

Sambut Tahun Baru 2017 Bersama Millennium Hotel Sirih Jakarta

2 Gaya Hidup | Tekno

Parenting di Era Digital

3 Food &Beverage | Highlight | Products

Mulai 1 April 2017, Ichitan Bagikan Hadiah Rp300 Juta

Masih Terlalu Muda untuk Berbisnis? Itu Cuma Alasan

Masih Terlalu Muda untuk Berbisnis? Itu Cuma Alasan

[Ilustrasi: http://roughapple.com]

Usia 20, 25, 30 tahun di dalam koridor bisnis hanyalah bilangan angka. Sukses tak melulu milik mereka yang angkanya besar. Tak percaya? Jika merasa takut berbisnis karena masih “hijau”, kisah sukses pengusaha muda ini dijamin sanggup mendongkrak keberanian Anda. Simak!

Marketplus.co.id – Bukan usia yang menjadi penentu seseorang layak meraih sukses atau tidak. Siapa sangka, banyak pengusaha Indonesia yang justru meraih sukses di usia terbilang muda. Jadi sebenarnya, tak ada alasan dengan mengatakan bahwa Anda terlalu muda untuk berbisnis. Kesuksesan mereka bukannya tanpa kerja keras. Jatuh-bangun menjadi hal yang pasti dihadapi. Namun, berani memulai bisnis dan semangat untuk (selalu) bangkit kembali jadi kisah yang menginspirasi. Siapa saja?

Theresia Deka Putri

Kerja keras di saat usianya masih sangat muda membuahkan hasil sangat manis. Peluang pasar ia lihat dari menjajakan kopi dan teh keluar-masuk warung kopi dan pasar saat menjadi tim marketing sebuah perusahaan di Jawa Timur beberapa tahun silam. Kini ia memimpin perusahaan kopi luwak beromzet miliaran rupiah, CV Karya Semesta. Bahkan ketiga komoditasnya, Kopi Luwak Lanang, Lanang Landep, dan Gajah Hitam, berhasil menembus pasar Taiwan, Cina, Korea, Malaysia, Jepang, hingga Polandia. Ia juga memiliki sebidang perkebunan kopi sendiri. Perusahaannya bisa menghasilkan hingga 1,6 ton kopi Luwak Lanang tiap tahun, dan angka ini belum termasuk produk lainnya yang bila digabungkan bisa mencapai puluhan ton. Ia terus memperluas bisnisnya dengan memproduksi teh berlabel Gambung Tea. Berkat kesuksesan ini, sejumlah penghargaan diraihnya, termasuk dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah.

Sandi Ardianto

Terinspirasi dari nama kedua anaknya, Zidane untuk Dane dan Zinedine untuk Dine, Sandi Ardianto membuka bisnis sepatu dengan merek Dane and Dine. Tak serta-merta meraih kesuksesan, banyak tantangan yang harus dilalui Sandi. Berkat semangat untuk sukses, kerja keras, dan kreativitas tinggi, Sandi pun kini berkiprah sebagai pengusaha lokal yang tidak hanya berfokus pada sepatu, tapi juga merambah tas ransel. Merek dagangnya, Dane and Dine, kini sudah dipasarkan ke seluruh Indonesia melalui pasar online seperti Lazada atau melalui website-nya sendiri.

Deddy Indrawan

Tuntutan kondisi ekonomi membuat Deddy merintis bisnisnya sendiri secara online: Jaxine Collection. Seiring berjalan waktu dan berkembangnya usaha seprei ini, Deddy pun mulai bergabung dengan beberapa marketplace ternama di Indonesia, salah satunya Lazada. Hal ini membuat merek Jaxine Colletion makin dikenal luas dan permintaan produk melambung tinggi, bahhkan membuat Deddy keteteran untuk memenuhi permintaan pasar. Seiring suksesnya bisnis yang dijalankannya, Deddy bahkan meraih beberapa penghargaan, salah satunya Juara Pertama Kompetisi Lazada Assortment Rally pada Juni 2014.

Semoga semangat anak muda hebat ini bisa menginspirasi dan merobohkan rasa takut Anda, ya! Tak akan ada lagi pembenaran bahwa Anda masih terlalu muda untuk berbisnis. Mulailah!

Top