NAVIGATION

TRENDING POSTS

1 Highlight | Hotel | Millenium Hotel Sirih Jakarta

Sambut Tahun Baru 2017 Bersama Millennium Hotel Sirih Jakarta

2 Gaya Hidup | Tekno

Parenting di Era Digital

3 Food &Beverage | Highlight | Products

Mulai 1 April 2017, Ichitan Bagikan Hadiah Rp300 Juta

Menumbuhkan Kreativitas dan Inovasi Melalui Budaya Bertanya

Menumbuhkan Kreativitas dan Inovasi Melalui Budaya Bertanya

Kalau Anda terus mendapat komplain dari pelanggan bertubi-tubi, cobalah melakukan riset sederhana ala Nadiem Makarim. Bertanyalah.

Marketplus.co.id – Kita pasti pernah mendengar peribahasa, malu bertanya sesat di jalan. Nasihat ini benar adanya. Sedang tersesat di jalan tapi tidak update informasi. Padahal ada jalan keluar yang mudah sekali dilakukan saat tak tau arah, yaitu bertanya pada orang yang lebih tahu. Itulah sebabnya budaya bertanya sangatlah penting. 

Apalagi teknologi zaman sekarang sudah sangat maju, tinggal tanya Mbah Google, dalam hitung detik, apapun yang Anda ingin ketahui segera didapat.

Kalau ditelusuri, ternyata  bertanya tidak hanya mencegah kita ‘tersesat di jalan’. Budaya bertanya punya banyak manfaat lainnya. Paling tidak, berdasarkan apa yang penulis selama ini pelajari dan alami. Salah satu keajaiban bertanya adalah bahwa banyak hal-hal luar biasa ditemukan, diciptakan, atau dilahirkan dari proses bertanya.

Budaya Bertanya dan Inovasi

Mengapa apel jatuh dari pohon selalu ke bawah? Pertanyaan sederhana ini menuntun Sir Isaac Newton melahirkan hukum gravitasi.

Mengapa kalau orang nyebur ke kolam penuh air, airnya bisa tumpah? Pertanyaan ini Archimedes ajukan ketika mandi. Dan kita tahu bahwa pada akhirnya hukum Archimedes ditemukan melalui pertanyaan tersebut. Eureka!

Contoh yang lebih kekinian, Gojek misalnya. Ternyata inovasi Gojek lahir dari  pertanyaan sederhana seorang Nadiem Makarim yang amat fenomenal. Bagaimana cara mengoptimalkan waktu tidak produktif ojek pangkalan. Rupanya Nadiem melakukan riset kecil-kecilan kepada para tukang ojek pangkalan.

Sebagai pengguna setia ojek, Nadiem bertanya kepada ojek yang jadi langganannya tentang waktu efektif ngojek dibandingkan waktu nunggu pelanggan. Nadiem berkesimpulan bahwa banyak waktu tukang ojek yang tidak produktif karena mangkal, menunggu giliran pengojek lain, pasif, dan kurang inisiatif mencari pelanggan.

Sampai akhirnya Nadiem menemukan solusi inovatif bagi para tukang ojek melalui pertanyaan, yakni bagaimana cara menghubungkan antara ojek dengan calon customer-nya. Terciptalah aplikasi Gojek yang kini telah mempekerjakan ribuan ojek online. Hebat bukan?

Budaya Bertanya dan Kreativitas

Sebagaimana kekuatannya dalam menciptakan penemuan hebat, bertanya juga ampuh dalam mengatasi persoalan hidup sehari-hari di tempat kerja. Kalau Anda punya masalah dan ingin keluar dari permasalahan tersebut, dari pada berkeluh kesah, mengumpat, curhat tiada berujung, apalagi menyalahkan sana-sini, atau bahkan melakukan tindakan korektif yang itu-itu saja dan pasti tidak menyelesaikan masalah, lebih baik berhenti sejenak!

Cobalah berpikir kreatif dengan membuat pertanyaan yang merangsang otak untuk mencari solusi.  Karena dari sanalah ide inovasi muncul.

Jangan mencari jawaban, tapi temukanlah pertanyaan yang tepat, pasti jawaban akan muncul dengan sendirinya. ~Anthony Robbins

Motivator dunia, Anthony Robbins pernah berkata “Jangan mencari jawaban, tapi temukanlah pertanyaan yang tepat, pasti jawaban akan muncul dengan sendirinya.” Jika kinerja buruk, cobalah tanya diri sendiri mengapa kinerja Anda tersungkur? 

Lalu challenge diri dengan bertanya, bagaimana caranya saya punya kinerja yang unggul? Lebih spesifik lebih bagus. Apa yang bisa saya lakukan supaya capaian kinerja 120% dalam 3 bulan ke depan? Mengapa ini penting bagi saya dan organisasi?

Kalau Anda terus mendapat komplain dari pelanggan bertubi-tubi, cobalah melakukan riset sederhana ala Nadiem Makarim untuk mengetahui lebih jauh akar permasalahan dan solusi yang  bisa diambil. Apa yang pelanggan khawatirkan? Apa yang pelanggan takutkan? Apa yang menyebabkan pelanggan marah? Apa yang menyebabkan pelanggan kabur dan tidak kembali?

Lalu challenge diri Anda, apa yang bisa saya lakukan agar pelanggan bahagia? Apa cara yang bisa saya lakukan supaya pelanggan merasakan manfaat dari produk/jasa yang ditawarkan? Inisiatif apa yang bisa saya lakukan supaya kepuasan pelanggan mencapai level 97%?

Saya yakin Anda pasti menemukan jawabannya, asalkan tidak langsung membunuh ide-ide yang muncul dengan sikap pesimis atau dengan diri sendiri yang memang tidak mau berubah.

Satu hal terpenting, semua ide inovasi tersebut harus ditindaklanjuti dengan aksi nyata. Ingat, inovasi itu gabungan proses berpikir dan tindakan. Tanpa aksi dan tindakan nyata, ide inovasi tidak akan jadi apa-apa.

 

Achmad Fahrozi, M.M.HR Consultant, Organization Development Services PPM Manajemen

 

Editor: Andiana Moedasir

Top