NAVIGATION

TRENDING POSTS

1 Hotel | Hotel

Ekspansi Parkside Hotels & Resorts di Tanah Air

2 Highlight | Hotel | Millenium Hotel Sirih Jakarta

Sambut Tahun Baru 2017 Bersama Millennium Hotel Sirih Jakarta

3 Gaya Hidup | Tekno

Parenting di Era Digital

Apa Sih B2C dan C2C Itu? Kenali Dulu, Yuk!

Apa Sih B2C dan C2C Itu? Kenali Dulu, Yuk!

[Ilustrasi: aubankaitis.com]

Menjajaki dunia e-commerce artinya jeli melihat jenis dan model bisnisnya. Apa itu model B2C dan C2C? Pelajari bareng di sini, yuk!

Marketplus.co.id – E-commerce jadi pilihan yang digandrungi. Jenis bisnis ini “menghangat” di sekitar masyarakat Indonesia. Pada dasarnya, sistem perdagangan di dunia maya dengan teknologi modern yang terjadi di masyarakat terbagi dua, yaitu B2C dan C2C. Tetapi, ternyata belum banyak pelaku bisnis memahami apa itu B2C dan C2C tersebut. Padahal, keduanya sudah sering dijalani dan terdapat perbedaan signifikan.

Pada 2020, pendapatan dari e-commerce di Indonesia diproyeksikan mencapai nilai US$130 miliar. Waw! Fantastis bukan? Angka ini bahkan dikatakan jadi yang tertinggi di antara negara Asia lainnya. Tak ayal, Indonesia memiliki peluang besar untuk terus meningkatkan pertumbuhan e-commerce dan persaingannya dengan negara lain.

Makin hari apa yang ditawarkan e-commerce makin beragam. Tidak hanya produk dan jasa yang makin beragam serta kualitas layanan yang berkembang makin pesat, model bisnis pun makin variatif bergantung kondisi, minat, dan arah yang ingin dituju dari si pelaku bisnis.

Berikut ini adalah penjelasan sederhana mengenai B2C dan C2C yang semakin marak di dunia pemasaran berbasis teknologi internet.

 

Apa itu B2C?

Awalnya, model bisnis e-commerce terbilang cukup sederhana: Business to consumer (B2C). Pada model ini toko online dengan domain (alamat website) melakukan pelayanan atau penjualan barang atau jasa kepada konsumen perorangan. Dengan kata lain, bisnis yang dilakukan berhubungan langsung dengan konsumen, bukan perusahaan atau bisnis lain. Contohnya, Anda punya bisnis sembako. Ketika menjual sembako secara ritel kepada konsumen perorangan, Anda sedang menjalankan B2C.

Apa itu C2C?

Kini, masyarakat dimudahkan dengan model bisnis lain yang tidak membuat mereka repot dengan pembuatan domain toko online: Consumer to consumer (C2C). Katakan seseorang ingin menjual mobil miliknya. Ia cukup mengiklankan mobilnya di sebuah platform online khusus jual-beli mobil, misalnya. Dengan demikian, ia tidak perlu repot membuat toko online sendiri. Karena kemudahan ini, model C2C jadi yang paling menjamur saat ini.

Inovasi B2C dan C2C Jalan Terus

Seiring inovasi terus terjadi dalam bisnis, khususnya online, beberapa platform e-commerce terus berinovasi meningkatkan kualitas layanannya. Sebut saja Lazada, platform e-commerce yang pada 2013 lalu menduduki posisi Top 40 website terbaik di Indonesia. Kenyataan ini didukung dengan peluang yang dilihat Lazada bahwa memiliki sebuah interface website yang memudahkan pengunjung melakukan kegiatannya sebagai pembeli merupakan hal yang penting. Bahkan kini, platform e-commerce tersebut terus meningkatkan mutu layanannya sehingga memudahkan siapa pun yang ingin memulai bisnisnya dalam satu platform layanan dari hulu ke hilir. Unik bukan?

Top