NAVIGATION

TRENDING POSTS

1 Highlight | Hotel | Millenium Hotel Sirih Jakarta

Sambut Tahun Baru 2017 Bersama Millennium Hotel Sirih Jakarta

2 Gaya Hidup | Tekno

Parenting di Era Digital

3 Articles | Event | Flash News | Uncategorized

Personal Branding and Leadership Workshop di #RoadToEFest2014

Tiga Tantangan Utama Industri Finansial Saat Ini

Tiga Tantangan Utama Industri Finansial Saat Ini

(ki – ka) Lusi Liesdiani Senior Vice President Digital Channel PT Asuransi Astra, Teguh Ariwibowo CEO dan Co-founder pinjam.co.id, Noviady Wahyudi Head of Customer Experience Bank CIMB Niaga.

Minimnya interaksi pelanggan, pesatnya teknologi, dan kaum milenial.

Marketplus.co.id –Perubahan teknologi dan perilaku pelanggan yang drastis membuat para pemain di industri layanan finansial harus mengubah cara berbisnis mereka secara signifikan. Banyak yang merasa perlu untuk segera masuk ke dunia digital. Namun, banyak juga yang mengalami dilema. Apakah terus memanfaatkan pendekatan konvensional dalam memberikan layanan yang terbaik bagi pelanggan, atau mulai menggunakan platform digital sebagai salah satu layanan yang terdepan.

Lusi Liesdiani, Senior Vice President Digital Channel PT Asuransi Astra mengatakan bahwa layanan industri finanasial saat ini mengalami berbagai tantangan. Antara lain, kurangnya interaksi pelanggan, perkembangan teknologi, ditambah dengan signifikansinya kaum millennial yang memiliki perilaku ingin serba mudah dan cepat dengan hanya menggunakan perangkat digital.

Berdasarkan tantangan tersebut, sejumlah peluang juga dapat diciptakan, salah satunya ialah dengan memberikan akses melalui tekonolgi digital dalam melayani konsumen. “Kami menerapkan ini dalam asuransi melalui aplikasi Garda Mobile,” ujar Lusi dalam diskusi MarkPlus Center for Financial Services, di Philip Kotler Theatre Class, MarkPlus Campus, Jakarta, Jumat, 31 Maret 2017.

Menurut Lusi,  Garda Mobile tidak hanya melayani kebutuhan pelanggan, tapi juga dapat digunakan secara internal untuk meningkatkan produktivitas SDM, sekaligus memberikan pelayanan yang lebih inovatif melalui survei pelanggan.

Paparan senada juga disampaikan oleh Teguh Ariwibowo CEO dan Co-founder pinjam.co.id, salah satu perusahaan teknologi yang menyediakan jasa layanan keuangan.

“Banyak orang di Indonesia yang belum mendapatkan akses ke bantuan finansial. Jadi kami menyediakan layanan untuk membantu masyarakat Indonesia dengan memberikan akses lebih mudah dan responsible melalui integrasi sistem offline dan offline.”

Teguh turut menjelaskan sasaran dari layanan finansial nya ialah financial inclusion, dengan menerapkan layanan mobile yang cepat didukung oleh digitalisasi, tetapi juga tidak melupakan pentingnya kerja sama dengan platform konvensional, seperti yang sudah dilakukan pinjam.co.id  dengan kantor – kantor pos di Indonesia.

Pendekatan konvensional memang tak bisa dilepaskan dari industri finansial yang sangat melekat dengan pelayanan secara tradisional.

Noviady Wahyudi, Head of Customer Experience Bank CIMB Niaga menjelaskan bahwa 90% transaksi perbankan dilakukan ‘branchless’, hal ini menyebabkan bank untuk dapat memanfaatkan penggunaan teknologi dalam layanannya. “Tapi, bukan berarti kami meninggalkan layanan tradisional,” katanya.

Menurut Noviadi, sebanyak 76% transaksi dilakukan melalui platform digital. Namun, 68% nasabah masih kembali ke kantor cabang ketika melakukan transaksi yang lebih rumit. Sehingga kedua platform itu masih dibutuhkan.

Editor: Sica Harum

Top