NAVIGATION

TRENDING POSTS

1 Hotel | Hotel

Ekspansi Parkside Hotels & Resorts di Tanah Air

2 Highlight | Hotel | Millenium Hotel Sirih Jakarta

Sambut Tahun Baru 2017 Bersama Millennium Hotel Sirih Jakarta

3 Gaya Hidup | Tekno

Parenting di Era Digital

Tiga Strategi Facebook Perangi Berita Palsu

Tiga Strategi Facebook Perangi Berita Palsu

Ilustrasi Facebook {www.pexels.com}

Perusahaan teknologi, media dan para pengajar memiliki tanggung jawab untuk mengatasinya.

Marketplus.co.id – Facebook memahami jika para penggunanya ingin memperoleh informasi yang akurat. Hal itu dikemukakan Vice President (VP) News Feed Facebook, Adam Mosseri, melalui siaran pers yang diterima Marketplus.co.id, Senin, 10 April 2017.

“Kami juga begitu,” katanya.

Berita palsu menurut Adam merugikan komunitas Facebook. Selain itu, berita palsu tersebut menurutnya justru membuat dunia semakin kekurangan informasi

“Dan mengurangi kepercayaan yang ada,” ujarnya.

Adam mengatakan jika berita palsu bukanlah masalah baru. Menurutnya perusahaan teknologi, perusahaan media, newsroom dan juga para pengajar memiliki tanggung jawab untuk mengambil bagian dalam mengatasi masalah tersebut.

Di Facebook, Adam mengungkapkan kerja sama untuk memerangi penyebaran berita palsu dilakukan di dalam tiga area:

  1. Menghambat insentif ekonomi, karena kebanyakan berita palsu memiliki motivasi finansial;
  2. Membuat produk-produk baru untuk menghentikan penyebaran berita palsu.
  3. Membantu pengguna agar bisa mengambil keputusan berdasarkan informasi yang cukup ketika mengenali berita palsu.

Menghambat insentif ekonomi

Ketika berbicara mengenai berita palsu, salah satu pendekatan yang paling efektif adalah menghilangkan insentif ekonomi bagi para penyebar informasi yang salah.

Facebook menurut Adam menemukan jika banyak berita palsu yang memiliki motif finansial. Para penyebar berita palsu menghasilkan uang dengan menyamar sebagai organisasi media yang terkenal dan memuat berita hoax yang dapat mengundang orang-orang mengunjungi situs mereka, dimana kebanyakan isi situs mereka adalah iklan.

Beberapa langkah yang dilakukan Facebook menurut Adam antara lain:

  • Meningkatkan kemampuan untuk mengidentifikasi berita palsu, melalui komunitas Facebook dan organisasi pihak ketiga untuk mengecek fakta, sehingga kami dapat membatasi penyebaran yang akhirnya membuat hal tersebut menjadi tidak menghasilkan.
  • Mempersulit orang-orang yang memposting berita palsu untuk membeli iklan di platform Facebook melalui penegakan kebijakan yang ketat.
  • Menerapkan mesin pembelajaran untuk membantu tim Facebook yang bertugas untuk memberikan respons kepada pengguna dalam mendeteksi dan menegakkan kebijakan terhadap akun spam yang tidak otentik.
  • Memperbaharui alat deteksi untuk akun palsu di Facebook, yang membuat penyebaran berita spam semakin sulit.

Membangun produk-produk baru

Facebook menurut Adam membangun, menguji, dan mengulang kembali uji coba produk baru untuk mengidentifikasi dan mengurangi penyebaran berita palsu. Namun Adam mengingatkan jika Facebook tidak dapat menjadi juri untuk menilai kebenaran dari internal Facebook sendiri.

“Rasanya itu bukanlah area kami dan hal tersebut bukanlah peran kami,” katanya.

Namun sebaliknya, Facebook menurut Adam berusaha menciptakan cara yang lebih baik untuk mendengarkan masukan dari komunitas dan bekerjasama dengan pihak ketiga untuk mengidentifikasi berita palsu.

“Sekaligus mengurangi penyebaran berita palsu di platform kami,” ujarnya.

Beberapa langkah tersebut menurut Adam juga termasuk:

  • Adanya perbaikan dalam menentukan peringkat: Facebook selalu mencari cara untuk meningkatkan kemampuan News Feed dengan mendengarkan apa yang disarankan oleh komunitas. Facebook menurut Adam menemukan beberapa fakta jika saat membaca sebuah artikel namun orang-orang cenderung membagikan lebih sedikit, hal ini menunjukkan bahwa cerita tersebut telah menyesatkan orang dalam beberapa hal. Facebook terus menguji coba tanda-tanda tersebut dan hal lainnya dalam menentukan peringkat dalam rangka mengurangi prelevansi dari konten berita palsu.
  • Proses pelaporan yang lebih mudah: Facebook selalu mengandalkan komunitas untuk menentukan berita yang bermanfaat atau tidak. Facebook juga terus menguji coba hal tersebut untuk mempermudah pelaporan berita palsu jika Anda menemukannya di Facebook, yang dapat Anda lakukan adalah mengklik bagian pojok kanan dari postingan tersebut. Berita yang ditandai sebagai berita palsu oleh komunitas kami, akan muncul lebih sedikit di News Feed Anda.
  • Bekerjasama dengan Mitra-Mitra: Facebook percaya dengan memberikan konteks yang lebih banyak dapat membantu orang-orang meyakinkan dirinya sendiri mengenai apa yang dapat dipercaya dan apa yang dapat dibagikan. Facebook telah memulai sebuah program untuk bekerja sama dengan organisasi pihak ketiga untuk mengecek fakta. Facebook juga akan menggunakan laporan-laporan dari komunitas, beserta tanda-tanda lainnya, untuk mengirimkan berita-berita tersebut kepada organisasi-organisasi terkait. Jika organisasi pengecek berita mengidentifikasi sebuah berita sebagai berita palsu, maka berita tersebut akan ditandai sebagai berita yang sedang diperdebatkan dan akan ada sebuah tautan ke artikel korespondensi yang menjelaskan alasannya. Berita yang diperdebatkan akan muncul lebih sedikit di News Feed.

Membantu orang-orang membuat keputusan yang lebih informatif

Walaupun Facebook berkomitmen melakukan segala hal untuk mengurangi penyebaran berita bohong seminimal mungkin, Facebook menurut Adam juga perlu memastikan mengambil langkah-langkah untuk mengatasi masalah ini ketika orang-orang menemukan hoax.

Oleh karena itu, Adam mengatakan Facebook mengeksplorasi berbagai cara untuk memberikan kepada public sebuah konteks mengenai artikel sehingga mereka memiliki keputusan yang lebih informatif mengenai apa yag mereka baca, percaya dan bagikan serta cara untuk memberikan orang-orang akses kepada perspektif yang lebih mengenai topik yang mereka baca.

Facebook menurut Adam berfokus pada hal-hal di bawah ini:

  • Facebook Journalism Project: Facebook berkomitmen untuk berkolaborasi dengan organisasi baru untuk mengembangkan produk bersama-sama, menyediakan perangkat dan layanan untuk wartawan dan membantu mereka mendapatkan informasi yang lebih baik sehingga mereka bisa membuat pilihan cerdas mengenai apa yang mereka baca.

Facebook mengumpulkan pakar utama dan organisasi yang melakukan hal penting di area ini seperti Walter Cronkite School of Journalism dan Mass Communication di Arizona State University, dan Facebook juga telah mendengarkan dan mempelajari untuk membantu memutuskan riset terbaru apa yang harus dilakukan dan proyek yang harus dibiayai.

Bekerja sama dengan Proyek Literasi Berita, kami menghasilkan rangkaian pengumuman layanan publik untuk membantu memberikan informasi kepada pengguna Facebook mengenai sebuah isu penting.

  • Inisiatif Integritas Berita: Facebook telah bergabung dengan lebih dari 25 donatur dan peserta, termasuk pemimpin dalam industri teknologi, institusi akademis, lembaga non-profit dan pihak ketiga, untuk meluncurkan Inisiatif Integritas Berita, sebuah konsorsium global yang berfokus membantu pengguna membuat keputusan informatif mengenai berita yang mereka baca dan bagikan secara online.

Para pendiri dari pendanaan 14 juta dolar ini adalah Facebook, the Craig Newmark Philanthropic Fund, the Ford Foundation, the Democracy Fund, the John S. and James L. Knight Foundation, the Tow Foundation, AppNexus, Mozilla dan Betaworks. Misi dari inisiatif ini adalah untuk meningkatkan literasi berita, untuk meningkatkan kepercayaan terhadap jurnalisme di seluruh dunia, dan memberikan informasi yang lebih baik lagi kepada perbincangan publik. Inisiatif ini yang dikelola oleh CUNY Graduate School of Journalism, akan membiayai penelitian dan proyek terapan dan mengumpulkan pertemuan dengan para pakar industri.

Facebook juga perlu bekerja lintas industri untuk membantu mengatasi masalah yang dialami perusahaan teknologi, perusahaan media, organisasi pendidikan, dan komunitas Facebook menurut Adam secara bersama-sama membantu meredam penyebaran informasi yang salah dan berita bohong. Dengan berfokus pada tiga area diatas, Facebook menurut Adam berharap bisa memiliki kemajuan dalam membatasi peyebaran berita bohong.

“Dan membangun komunitas yang lebih informatif di Facebook,” katanya.

Dewan Pers Indonesia sebagai salah satu mitra Facebook di tanah air melalui ketuanya, Yosep Adi Prasetyo, mengemukakan akurasi dan keaslian suatu informasi sangat penting di era dimana akses terhadap berita telah menjadi universal.

Yosep mengatakan ketika berita palsu telah beredar maka akan semakin meresap ke dalam masyarakat dan memiliki konsekuensi dalam kehidupan nyata. Menurutnya sejalan dengan tujuan Dewan Pers dalam mempromosikan literasi berita di Indonesia maka Dewan Pers akan bekerja sama dengan Facebook untuk mengambil sikap dalam melawan berita palsu dan penyebaran informasi yang salah.

“Kerja sama ini akan sangat menguntungkan masyarakat kita,” katanya.

Senada dengan Yosep, Direktur Eksekutif ICT Watch, Donny BU, mengatakan tujuan ICT adalah untuk membantu masyarakat Indonesia mengakses informasi online yang otentik dan bermanfaat. Sehingga ICT bekerja sama dengan Facebook untuk membantu mereka membedakan berita palsu atau hoax dari situs berita online yang terpercaya.

Mengingat semakin banyak masyarakat Indonesia yang menggunakan Internet, menurut Donny banyak dari mereka yang baru menggunakannya pertama kali dan ICT ingin membantu memberdayakan mereka.

“Melalui inisiatif literasi berita dengan mitra seperti Facebook,” ujarnya.

Editor: Yudho Raharjo

 

Top