NAVIGATION

TRENDING POSTS

1 Highlight | Hotel | Millenium Hotel Sirih Jakarta

Sambut Tahun Baru 2017 Bersama Millennium Hotel Sirih Jakarta

2 Gaya Hidup | Tekno

Parenting di Era Digital

3 Articles | Event | Flash News | Uncategorized

Personal Branding and Leadership Workshop di #RoadToEFest2014

Robot- Robot Kolaboratif di Pabrik Mobil

Robot- Robot Kolaboratif di Pabrik Mobil

Robot kolaboratif digunakan di Pabrik Nissan Motor Company di Yokohama, Jepang. {Dok. Universal Robots}

Hasil produksi lebih stabil, dan memudahkan pekerja usia tua.

Marketplus.co.id – Universal Robots, perusahaan robot kolaboratif,  mengumumkan bahwa Nissan Motor Company telah sukses mengimplementasikan salah satu produk Universal Robots, yaitu UR10 robot arms, pada pabriknya di Yokohama. Ini melengkapi pabrik-pabrik otomotif global lainnya yaitu BMW dan Volkswagen, yang telah menggunakan collaborative robots (cobots) dari Universal Robots untuk mengotomatisasikan proses manufaktur mereka.
Berkat robot kolaboratif itu, Nissan mampu meningkatkan proses produksi, yang berdampak pada meningkatnya stabilitas dan hasil produksi, serta efisiensi biaya dan waktu.  Dengan begitu, para tenaga kerja Nissan yang telah berusia lanjut dapat bekerja dengan lebih ringan, dan dapat dikerahkan untuk pekerjaan-pekerjaan yang memiliki resiko lebih rendah.
“Kami senang bisa bekerja sama di industri otomotif dunia, dan memegang peran utama dalam mendorong tingkat penggunaan collaborative robots (cobots) untuk menciptakan hasil produksi yang lebih baik,” ujar
Shermine Gotfredsen, General Manager Universal Robots untuk South East Asia dan Oceania, melalui keterangan media.

Hal itu, lanjut Shermina, penting bagi pelaku industri agar dapat tetap kompetitif. Bukan hanya pada industri otomotif, tapi juga pada pabrik manufaktur elektronik dan elektrik, farmasi dan kimia, serta pangan dan pertanian.

Cobots merupakan sebuah cabang dari robot perindustrian tradisional. Cobots memiliki bobot yang ringan dan bisa dipasang atau dipindahkan ke berbagai tempat, serta cukup fleksibel untuk dimodifikasi bagi jenis pengaplikasian yang berbeda-beda.

Industri otomotif menggunakan cobots dalam berbagai jenis proses, meliputi: penanganan, perakitan, pengemasan, peletakan, pelabelan, pengecatan, kendali mutu, serta perawatan mesin. Nilai pasar dari robot kolaboratif dalam industri otomotif mencapai US$23.56 juta pada tahun 2015 dan diproyeksikan mencapai US$469.82 juta pada tahun 2021, dengan Laju Pertumbuhan Majemuk Tahunan (CAGR) mencapai 64.67% antara tahun 2015 dan 2021.

Tumbuhnya Robot Kolaboratif Perindustrian dalam Industri Otomotif Indonesia

Industri otomotif di Asia Tenggara bersiap menyambut pertumbuhan yang tinggi seiring dengan pertumbuhan tingkat penjualan di pasar negara-negara besar. Sebagai wilayah pusat produksi untuk wilayah Asia dan dunia, sektor otomotif di Asia Tenggara telah mengalami peningkatan CAGR sebesar 11% antara tahun 2010 dan 2015. Implementasi Kawasan Perdagangan Bebas (Free-Trade Area) yang akan hadir di ASEAN diharapkan dapat mengurangi pajak impor dan ekspor dalam wilayah regional, sehingga dapat meningkatkan permintaan akan pabrikan kendaraan regional yang berbiaya rendah.

Indonesia dan Thailand khususnya merupakan kawasan pusat manufaktur yang cocok untuk memproduksi produk-produk kendaraan yang bisa diekspor ke berbagai wilayah di Asia, maupun yang lebih luas. Indonesia merupakan negara terbesar kedua di wilayah ini yang memiliki kawasan manufaktur otomotif setelah Thailand, dengan pangsa pasar regional sebesar 34%.

Merk-merk mobil dari Jepang seperti Nissan merupakan pemain dominan dalam industri otomotif. Didukung oleh pertumbuhan yang kuat dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia berada dalam posisi strategis untuk bisa menyalip Thailand dalam 10 tahun mendatang. Dan seiring dengan keinginan pemerintah yang kuat untuk mengubah Indonesia menjadi pusat produksi otomotif secara global, otomatisasi menggunakan robot kolaboratif akan menjadi kunci keberhasilan industri ini.

Lengan Robot UR10 di Nissan Motor Company

Nissan Motor Company membutuhkan proses produksi yang lebih ringkas pada pabrik skala besar miliknya di Yokohama. Selain itu, perushaan otomotif ternama ini juga perlu mengatur biaya tenaga kerja yang terkait dengan penuaan pekerja serta berkurangnya tenaga kerja yang memiliki keterampilan-keterampilan penting.

“Kami memerlukan robot yang cukup besar untuk mengangkat komponen-komponen yang jenisnya besar dengan berat mencapai 6 kg,” jelas Mr. Nakamura, Expert Headman di Bagian Mesin Pabrik Nissan.

Cobots milik Universal Robots merupakan lengan robot kolaboratif khusus untuk kegiatan industri yang dapat mengotomatisasikan proses dan berbagai pekerjaan yang memiliki beban mencapai 10 kg, serta membutuhkan ketepatan dan kehandalan tinggi.

Dengan radius jangkauan mencapai 1300mm, Cobots didesain untuk bekerja lebih efektif pada pekerjaan di area yang luas, serta menghemat waktu produksi ketika jarak menjadi faktor yang menentukan. Cobots milik Universal Robots sangat mudah untuk diprogram dan disiapkan. Produk ini didesain untuk mampu bekerja bersama dengan manusia, sebagai sebuah alat, yang dapat mempermudah dan mempercepat pekerjaan yang rumit, atau membutuhkan tenaga yang besar.

Editor: Sica Harum

Top