NAVIGATION

TRENDING POSTS

1 Highlight | Hotel | Millenium Hotel Sirih Jakarta

Sambut Tahun Baru 2017 Bersama Millennium Hotel Sirih Jakarta

2 Gaya Hidup | Tekno

Parenting di Era Digital

3 Food &Beverage | Highlight | Products

Mulai 1 April 2017, Ichitan Bagikan Hadiah Rp300 Juta

Mengelola Objek Wisata di Indonesia untuk Kemajuan Masyarakat

Mengelola Objek Wisata di Indonesia untuk Kemajuan Masyarakat

Banyaknya tempat wisata di Indonesia merupakan sebuah potensi yang penting untuk dikelola dan ditangani dengan baik. Agar potensi tersebut dapat memberikan kontribusi bagi perkembangan negara, baik dari segi ekonomi, sosial masyarakat, dan juga pelestarian lingkungan hidup.

Oleh: Fransiska Romana, M.M.

 Objek wisata Danau Toba, Air Terjun Sipiso Piso, Pulau Weh, Pulau Komodo, Pantai Kuta, sepertinya sudah tidak asing lagi di kalangan masyarakat Indonesia, bahkan dunia.

Banyaknya tempat wisata di Indonesia merupakan sebuah potensi yang penting untuk dikelola dan ditangani dengan baik. Agar potensi tersebut dapat memberikan kontribusi bagi perkembangan negara, baik dari segi ekonomi, sosial masyarakat, dan juga pelestarian lingkungan hidup.

Hal tersebut sejalan dengan Peraturan Menteri Pariwisata tentang Pedoman Destinasi Pariwisata Berkelanjutan. Melalui peraturan ini ditentukan ruang lingkup pedoman pengelolaan meliputi, (a) pengelolaan destinasi pariwisata berkelanjutan, (b) pemanfaatan ekonomi untuk masyarakat lokal, (c) pelestarian budaya bagi masyarakat dan pengunjung, (d) pelestarian lingkungan.

Kontribusi yang dapat diberikan dari destinasi wisata terkait kepada pendapatan daerah atau provinsi maupun negara antara lain: pendapatan yang diperoleh dari wisatawan yang datang, pergerakan ekonomi masyarakat sekitar lokasi wisata, dan semakin dikenalnya lokasi-lokasi wisata yang terdapat di Indonesia.

Bila melihat pada besarnya kunjungan wisatawan ke Indonesia pada tahun 2016, Kementerian Pariwisata menetapkan target kunjungan wisatawan ke Indonesia sebesar 272 juta wisatawan. Wisatawan tersebut meliputi 12 juta berasal dari mancanegara dan 260 juta merupakan wisatawan nusantara. Lebih lanjut dalam situs kemenpar.go.id, menyampaikan pemerintah ke depannya menetapkan target kunjungan sebanyak 20 juta wisatawan asing dengan target pemasukan devisa sebesar Rp260 triliun. Target tersebut optimis dapat dicapai mengingat pada 2014, sektor pariwisata menyumbang devisa sebesar US$10,69 miliar atau setara dengan Rp136 miliar.

Selain pendapatan yang diperoleh negara, kontribusi yang diperoleh melalui pengelolaan destinasi wisata yang langsung dirasakan oleh masyarakat sekitar adalah bergeraknya perekonomian. Pergerakan perekonomian masyarakat dapat dilihat dari aktivitas perdagangan yang muncul disekitar lokasi wisata, dan lapangan pekerjaan yang tercipta.

Selain itu, perkembangan sosial, pengetahuan, serta teknologi masyarakat sekitar destinasi dapat terjadi seiring dengan dinamisnya pergerakan keluar masuknya pengunjung yang berasal dari berbagai wilayah Indonesia bahkan dari luar negeri.

Kontribusi untuk pendapatan negara dan meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar destinasi wisata akan berjalan bila didukung oleh terjaganya kelestarian lingkungan di sekitarnya.

Panorama berbagai destinasi wisata yang disebutkan di atas tidak terlepas dari dukungan  keindahan lingkungan alam yang ada di sekitarnya. Sesuai dengan pedoman pengelolaan berkelanjutan yang ditetapkan oleh Kementerian Pariwisata yaitu terjaganya lingkungan, aktivitas maupun kegiatan terkait lingkungan alam  patut menjadi perhatian  para pengelola destinasi wisata yang ada di Indonesia.

Untuk menjaga kelestarian lingkungan alam dapat dimulai dengan menjaga kebersihan seperti penyediaan tempat sampah dan pengelolaan limbah di sekitar tempat wisata. Hal lain yang dapat dilakukan adalah menetapkan aturan maupun arahan serta memastikan hal tersebut tersosialisasi kepada para wisatawan.

Aturan atau arahan tersebut dapat berupa ketentuan penggunaan pakaian saat mengunjungi destinasi wisata daerah tertentu agar tetap mempertahankan kekayaan budaya asli daerah yang berlaku, menjaga kestabilan tanaman maupun binatang dengan tidak memetik tanaman atau mengganggu binatang di area tersebut.

Agar bisa memastikan pengelolaan destinasi wisata berjalan dengan maksimal, sangat penting terjadi sinergi serta adanya komitmen dari perusahaan maupun masyarakat untuk terlibat aktif dalam pengelolaannya.

Mari kita ambil bagian dalam pengelolaan destinasi nasional melalui langkah nyata saat kita mengunjungi lokasi tersebut. Jaga kebersihan lokasi wisata, dan patuhi aturan yang berlaku untuk keberlangsungan wisata Indonesia. Kunjungi, lestarikan dan dukung terus pengelolaan dengan sinambung destinasi wisata Indonesia, kenalkan ke semua orang di Indonesia serta seluruh belahan dunia.

Keberlangsungan destinasi wisata, mendukung kemajuan masyarakat Indonesia.

Editor: Yudho Raharjo

Top