NAVIGATION

TRENDING POSTS

1 Highlight | Hotel | Millenium Hotel Sirih Jakarta

Sambut Tahun Baru 2017 Bersama Millennium Hotel Sirih Jakarta

2 Gaya Hidup | Tekno

Parenting di Era Digital

3 Food &Beverage | Highlight | Products

Mulai 1 April 2017, Ichitan Bagikan Hadiah Rp300 Juta

Ini Cara Kenali Alergi Protein Susu pada Si Kecil

Ini Cara Kenali Alergi Protein Susu pada Si Kecil

(Ki-Ka) Anna Surti Ariani S.Psi., M.Si., Psi (Psikolog Anak dan Keluarga), Maria Melisa (Head of Tailored Nutrition Sarihusada), dan Prof. DR. Budi Setiabudiawan, dr., SpA(K), M.Kes, (Konsultan Alergi Imunologi Anak)

Kenali, konsultasikan, dan kendalikan.

Marketplus.co.id – Alergi protein susu sapi adalah salah satu alergi makanan yang paling banyak terjadi pada anak-anak.   Funwalk “Tetap Ceria Karena Bunda Tanggap Alergi” yang digelar pada Car Free Day tanggal 9 April 2017 di Sarinah, Jakarta, mengingatkan pentingnya melakukan 3K, yaitu kenali gejala alergi, konsultasikan pada dokter, lalu kendalikan agar tumbuh kembang anak dapat optimal.

Secara umum, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mencatat peningkatan angka kejadian penyakit alergi pada anak dalam dua dekade terakhir, termasuk di Indonesia. Alergi dipicu banyak hal. Antara lain karena faktor genetik, polusi, dan kelahiran secara caesar.

Secara genetis, anak dengan orang tua yang tidak memiliki riwayat alergi masih dapat berisiko mengalami alergi sebesar 5%-15%. Namun anak-anak dengan salah satu atau kedua orang tua yang memiliki riwayat alergi berisiko 20% hingga 60% mengalami alergi.

Konsultan Alergi dan Imunologi Anak, Prof. DR. Budi setiabudiawan, dr., SpA(k), M. Kes menyebutkan, ada dua faktor pemicu alergi atau alergen. Yaitu pemicu hirupan dan makanan. Gejalanya juga dapat bersifat ringan seperti kemerahan, gatal, dan eksim pada kulit, hingga berat seperti mengi pada saluran napas, kolik, diare berdarah, konstipasi.

“Gejala yang paling berbahaya adalah gagal tumbuh dan anaphylaxis atau penyempitan saluran napas,” lanjut Prof. Budi Setiabudiawan.

Ia menambahkan, cara yang paling tepat untuk menanggulangi alergi adalah dengan mengontrol dan mencegah reaksi alergi. Orang tua harus tanggap terhadap alergi dengan melakukan 3K yaitu kenali, konsultasikan, dan kendalikan. Kenali risiko dan gejalanya, lalu Konsultasikan ke dokter agar anak ditangani secara tepat, dan kendalikan penyebab alergi dengan nutrisi yang tepat agar anak bisa tetap tumbuh dengan optimal.

Studi di beberapa negara di seluruh dunia menunjukkan prevalensi alergi protein susu sapi pada anak-anak di tahun pertama kehidupan mencapai sekitar 2% sampai 7,5%. Alergi protein susu sapi dapat menyerang sistem saluran cerna (50-60%), kulit (50-60%), dan juga system pernapasan (20-30%).

Sisi Psikologis

Tidak hanya secara fisik, alergi juga dapat mempengaruhi sisi psikologis ibu dan anak. “Saat orang tua memiliki anak dengan alergi, apalagi alergi protein susu sapi yang lebih sulit dihindari dibandingkan alergi makanan lainnya, mereka akan mengalami masalah parenting yang kompleks. Orang tua bisa mengalami stres, cemas berlebih, hingga merasa gagal dalam mengasuh anak,” jelas Psikolog Anak dan Keluarga Anna Surti Ariani S.Psi., M.Si., Psi.

Anak dengan alergi protein susu sapi, jelas Anna, juga rentan mengalami stres dan kecemasan berlebihan. Mereka jadi kehilangan keceriaan dan tidak bisa bermain dengan bebas akibat rasa khawatir sang ibu atas munculnya alergi sewaktu-waktu.

Selain itu, anak-anak juga perlu menghindari konsumsi makanan dan minuman pemicu alergi. Akibatnya, kegiatan sederhana seperti bertukar bekal pun dapat menjadi momen yang mengkhawatirkan karena mungkin mengandung alergen. Stres bisa muncul jika teman-temannya menganggap aneh, menjauhi atau menolak berteman karena si kecil alergi.

Untuk memaksimalkan perkembangan mental anak yang memiliki alergi, ibu juga bisa menerapkan 3K. Kenali sifat anak, kemampuan diri sendiri, dan lingkungan sekitar anak. Konsultasikan pada dokter bersama anggota keluarga yang bisa memberikan dukungan moral. Kendalikan dengan mengajarkan anak tentang makanan yang boleh atau tidak boleh ia makan dengan cara menyenangkan, membuatkan bekal yang menarik, dan jangan ragu informasikan kondisi anak pada guru atau orang tua teman.

Kampaye Tanggap Alergi

Tahun 2016 lalu, Kampanye Bunda Tanggap Alergi dengan 3K berhasil mengedukasi lebih dari 13 juta bunda di Indonesia. Pada penyelenggaraan kali kedua ini, Nutricia Sarihusada berkomitmen secara berkelanjutan untuk memberikan edukasi seluas-luasnya kepada orang tua. Khususnya para ibu di Indonesia untuk menangani alergi yang dialami si kecil agar tetap ceria dan tumbuh secara optimal baik secara fisik maupun mental.

Head of Tailored Nutrition Sarihusada, dr. Maria Melissa memaparkan, “Edukasi ini dilakukan melalui tiga cara.”

Pertama adalah edukasi langsung kepada para ibu melalui seminar di rumah sakit di 10 kota yang dibawakan oleh dokter dan psikolog, serta kegiatan Funwalk “Tetap Ceria Karena Bunda Tanggap Alergi” di acara Car Free Day di beberapa kota di Indonesia. Kedua adalah edukasi melalui media massa, yaitu media gathering di 3 kota, talkshow di televisi dan radio dan edukasi melalui iklan layanan sosial di televisi.

“Ketiga adalah edukasi melalui aset-aset digital seperti website www.alergianak.com dan media sosial,” tambah Maria.

Editor: Sica Harum

Top