NAVIGATION

TRENDING POSTS

1 Highlight | Hotel | Millenium Hotel Sirih Jakarta

Sambut Tahun Baru 2017 Bersama Millennium Hotel Sirih Jakarta

2 Gaya Hidup | Tekno

Parenting di Era Digital

3 Food &Beverage | Highlight | Products

Mulai 1 April 2017, Ichitan Bagikan Hadiah Rp300 Juta

Gandeng Putera Sampoerna Foundation, HSBC Persiapkan Pemimpin Millenial Indonesia

Gandeng Putera Sampoerna Foundation, HSBC Persiapkan Pemimpin Millenial Indonesia

Head of Corporate Sustainability HSBC Indonesia, Nuni Sutiyoko bersama Senior Director Putera Sampoerna Foundation, Elan Merdy {Dok: HSBC}

Tiga karakteristik menjadi modal utama. Salah satunya adalah kreativitas.

Marketplus.co.id – HSBC Indonesia didukung Putera Sampoerna Foundation (PSF) kembali menyelenggarakan kompetisi HSBC Business Case Competition (BCC), sebuah program yang diyakini mampu memotivasi generasi milenial untuk semakin mempersiapkan diri menjadi calon pemimpin millenial yang work-ready, world-ready.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2016 yang menunjukkan generasi millenial telah berkontribusi sebesar 38,8 persen terhadap total keseluruhan tenaga kerja di Indonesia. Pada 2030, diperkirakan sebesar 70 persen pemimpin masa depan di Indonesia berasal dari generasi millenial yang berada pada usia produktif.

Generasi inilah yang memegang kendali atas perekonomian Indonesia di masa datang dan diharapkan mampu untuk membawa bangsa ini menuju ke arah pembangunan yang lebih maju dan dinamis. Menyadari hal tersebut, HSBC menggelar kompetisi bisnis HSBC Business Case Competition (BCC) yang diperuntukan bagi mahasiswa S-1 dari perguruan tinggi terkemuka di Indonesia.

Pada ajang ini, mereka dihadapkan pada sebuah kasus nyata yang dialami dunia bisnis modern, kemudian mereka diminta untuk memberikan solusi melalui serangkaian proses analisa masalah, peyusunan strategi, hingga penyampaian gagasan.

Head of Corporate Sustainability HSBC Indonesia, Nuni Sutiyoko, melalui siaran pers yang diterima Marketplus.co.id, Senin, 3 Maret 2017, mengatakan HSBC memiliki komitmen jangka panjang dalam mempersiapkan pemimpin milenial masa depan Indonesia yang tangguh.

Dari segi teori, HSBC bersama dengan Sampoerna University menurut Nuni menyusun modul-modul pelatihan bisnis dan perbankan komprehensif yang kemudian diaplikasikan di dalam kelas maupun lewat berbagai workshop.

Nuni mengatakan HSBC Business Case Competition adalah salah satu langkah nyata yang memberikan kesempatan para pemimpin masa depan.

“Untuk mengasah berbagai teori yang telah mereka pelajari,” ujarnya.

Tahun ini adalah tahun kelima HSBC mengadakan HSBC BCC. Sebanyak 15 tim dari 15 universitas terkemuka di Indonesia ikut serta. Tim juara nantinya akan mewakili Indonesia ke ajang kompetisi HSBC Business Case tingkat internasional yang akan berlangsung di Hong Kong pada Juni 2016.

HSBC melalui kerja sama berkelanjutannya dengan PSF, menjadikan generasi milenial sebagai target utama dalam berbagai program pemberdayaan pendidikan yang digelar. Program-program tersebut berupaya menanamkan karakteristik unik milenial yang dirangkum dalam istilah 3C, yaitu critical (kritis), creative (kreatif), and confidence (percaya diri).

Nuni mengatakan HSBC dan PSF melihat tiga karakteristik utama tersebut sebagai salah satu modal utama milenial untuk menjadi pemimpin masa depan yang handal.

“Setiap tahapan dalam kompetisi BCC sendiri didesain untuk menguji sekaligus mengasah ketiga karakter tersebut,” katanya.

Senior Director Putera Sampoerna Foundation, Elan Merdy, mengemukakan Kerja sama strategis antara HSBC dan Putera Sampoerna Foundation merupakan sebuah sinergi yang ditujukan untuk penciptaan sumber daya manusia berkompetensi tinggi, dan menjadikan Indonesia kian diperhitungkan di kancah internasional.

Elan mengatakan partisipasi generasi muda dalam berbagai kompetisi prestisius seperti HSBC BCC ini adalah cara yang efektif untuk membangkitkan semangat berkompetisi, serta melatih pola berpikir yang kreatif, kritis dan inovatif.

“Aspek ini akan membantu mereka dalam menghadapi tantangan persaingan di masa depan,” katanya.

Dalam HSBC BCC, setiap tim peserta yang terdiri atas empat orang akan dikarantina dalam ruangan tertutup dan diberi kasus bisnis sesungguhnya dari perusahaan-perusahaan multinasional. Mereka diminta berdiskusi dan menganalisa permasalahan bisnis yang telah disiapkan oleh Asia Case Research (ACRC) tanpa bantuan buku dan sumber informasi lain, hingga kemudian harus menghadirkan gagasan solusi di depan panel juri.

Pada akhirnya, akan terpilih tiga tim yang akan bertanding di babak final. Untuk menentukan juara, finalis akan diadu kembali untuk mempresentasikan strategi bisnis terbaiknya. Proses diskusi tim, analisa bersama, melahirkan solusi yang kreatif, hingga akhirnya mempresentasikan dengan cara unik inilah tahap-tahap yang diharapkan bisa mengasah karakteristik calon pemimpin milenial masa depan.

Program HSBC BCC ini, melengkapi rangkaian program edukasi perbankan dan keuangan yang merupakan hasil kerja sama antara HSBC dan PSF yang telah digelar sejak tahun 2015. Lewat kompetisi HSBC BCC ini, para peserta akan berkesempatan untuk berinteraksi dengan panel juri yang merupakan profesional bisnis dan firma konsultansi terkemuka seperti Yulius- Partner & Managing Director Boston Consulting Group, Hasnul Suhaimi-Presiden Commissioner PT Pos Indonesia, dan Puti Media-Programmes Manager Education & Society British Council Indonesia.

Salah seorang juri dalam kompetisi, Bryan Tilaar, mengungkapkan jika salah satu faktor penting dalam membentuk calon pemimpin bisnis yang unggul di masa depan adalah dengan sedini mungkin membekali mereka pengetahuan mengenai problematika nyata di dunia bisnis. Sehingga, ketika lulus dari universitas, menurut Bryan, mereka akan siap sebagai tenaga kerja berkualitas.

“Yang siap menghadapi persaingan global,” ujarnya.

Editor: Yudho Raharjo

Top