NAVIGATION

TRENDING POSTS

1 Hotel | Hotel

Ekspansi Parkside Hotels & Resorts di Tanah Air

2 Highlight | Hotel | Millenium Hotel Sirih Jakarta

Sambut Tahun Baru 2017 Bersama Millennium Hotel Sirih Jakarta

3 Gaya Hidup | Tekno

Parenting di Era Digital

Content Marketing VS Context Marketing. Pilih yang Mana?

Content Marketing VS Context Marketing. Pilih yang Mana?

Mana yang Anda pilih? Menjadikan produk Anda sebagai bintang, atau menjadikan konsumen Anda sebagai bintang?

oleh: Rifky How

Pernahkah Anda mendengar tentang persaingan antara brand minuman Pepsi dan Coca Cola? Kedua brand tersebut cukup kental dengan dunia anak muda, brand dan media. Tahun 80an pepsi pernah menjadi raja dari brand kaum muda. Dan pada tahun itu, pepsi berhasil mencuri market share dari para pesaingnya.

Kejayaan tersebut di dapat ketika Pepsi meluncurkan “Pepsi Challenge” yang dibuat dengan tujuan untuk penegasan bahwa Pepsi adalah pendatang baru yang secara de Facto adalah minuman pilihan anak muda.

Di dalam Pepsi Challange, konsumen melakukan tes icip beragam Produk minuman soda dengan menggunakan penutup mata. Hasilnya 60% konsumen menyatakan bahwa rasa pepsi lebih baik. Dari hasil tersebut, pepsi beranggapan bahwa mereka telah memenangkan anak uda dan market share secara otomatis akan mengikutinya.

Sebaliknya pada era tahun 90an sejumlah peneliti mengulang eksperimen tersebut, bedanya kali ini tanpa penutup mata. Hasilnya? Lebih banyak orang memilih Coca Cola ketimbang Pepsi!!

Jelas disini dapat kita lihat bahwa, “People drink the can, not the soda”.

Maksudnya orang cenderung lebih memilih brand yang kuat dari pada rasa yang enak. Jika Anda melakukan content marketing jelas orang yang buta brand dan perlunya icip – icip produk terlebih dahulu baru Anda dapat memenangkan pasar.

Lalu, apa itu content marketing dan context marketing?

Content Marketing adalah apa yang Anda beli, misalnya rasa produk, kuantitas, dan harga. Sedangkan context marketing adalah nilai sejati dari brand Anda (mengapa kita perlu membeli ).

Saya akan menjelaskan beberapa perbedaan dari kedua hal tersebut, sebagai berikut:

Kesimpulannya adalah, dengan menggunakan Context Marketing, Anda mempunyai banyak keunggulan dan memperbesar kemungkinan Anda memenangkan pasar. Dengan melibatkan konsumen Anda sebagai bintang, brand Anda akan memiliki banyak penggemar yang sangat loyal. Sebelum pembelian, ketika tidak ada interaksi dengan produk, bahkan ketika usai menggunakan produk.

Selamat berlatih Context Marketing dan sukses selalu untuk Anda.

 

Editor: Sica Harum

Top